4 Alasan Mengapa Esports Adalah Olahraga

0
747
4 Alasan Mengapa Esports Termasuk Olahraga
4 Alasan Mengapa Esports Termasuk Olahraga via Pixabay

Saat ini, bermain game merupakan salah satu hal yang tinggi produktivitasnya. Tidak hanya sekedar menyenangkan saja, kini telah banyak kegiatan yang khusus diselenggarakan untuk bermain game. Esports yang merupakan video game kompetitif, berkembang dengan cukup pesat saat ini. Terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang mulai mendukung kegiatan ini, seperti Traveloka, Tokopedia dan Gojek yang kini menjadi partners dari organisasi esports asal Indonesia, EVOS Esports.

Perkembangan esports sendiri sedang memasuki tahap klimaksnya. Dengan masuknya esports sebagai cabang yang didemonstrasikan di Asian Games 2018 nanti, tentu telah memberikan kepastian terhadap masa depan cemerlang industri ini. Akan tetapi, di balik pertumbuhannya, apakah esports layak disebut sebagai olahraga?

Olahraga mungkin identik dengan kegiatan fisik untuk memberi kesehatan jasmani bagi tubuh, sementara itu esports membutuhkan konsentrasi yang tinggi serta respon refleks yang tepat. Sungguh kontras perbedaannya. Namun, perbedaan serupa juga sudah pernah kita saksikan. Permainan catur yang katanya tidak menggunakan aktivitas fisik, kini telah mendapat pengakuan sebagai olahraga oleh badan International Olympic Committee.

Terdapat banyak penjelasan yang sering terlupakan mengenai kontroversi permainan catur. Di saat yang sama pula, esports sedang berada di posisi untuk mengulang kembali sejarah tersebut. Penasaran alasan yang menjawab apakah esports termasuk olahraga? Simak 4 poin penjelasan berikut.

1

Kompetitif

Salah satu alasan yang paling menonjol mengapa olahraga kerap dipertandingkan adalah untuk mencari dan menghasilkan tim atau individu terbaik. Setiap olahraga juga memiliki alat ukurnya masing-masing untuk menentukan siapa pemenangnya, yang sering dipahami sebagai konsep skor atau poin.

Esports sendiri tergolong kompetitif karena berbeda dengan jenis video game single player yang hanya berfokus pada alur cerita. Jika sepak bola memiliki tujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, cabang esports seperti Counter Strike juga memiliki tujuan yang sama, yaitu mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

2

Kesiapan Mental dan Fisik

Berlanjut dari karakteristik kompetitif, dalam mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam sebuah turnamen; ketegangan dan kekhawatiran adalah hal-hal yang tak terelakkan untuk dirasakan oleh para atletnya, khususnya bagi mereka yang masih ‘hijau’. Kesiapan mental adalah bagian dari prioritas para kompetitor.

Baca juga:  7 Tips Marketing Esports dari Nicola Pigott, Co-Founder The Story Mob

Mempersiapkan mental, seperti pikiran, fokus dan konsentrasi, harus didampingi dengan kebugaran jasmani. Bertambahnya tingkat stres, tentu akan memiliki pengaruh pada sistem pernafasan, tekanan darah, dan denyut jantung. Oleh sebab itu, meskipun hanya terlihat bermain di depan komputer, di balik pemandangan itu sebenarnya terdapat persiapan fisik, loh.

3

Keahlian yang Terus Menerus Diasah

Jika permainan bola basket mengharuskan pemainnya untuk dapat melakukan dribble secara apik, maka esports juga memiliki tuntutan yang sama terhadap pemainnya. Tuntutan tersebut tentu tidak bersifat sama rata. Judul permainan dan genre yang berbeda menuntut kemampuan yang berbeda pula. Kemampuan yang terus-menerus diasah itulah yang menjadi daya tarik suatu turnamen.

Berdasarkan genrenya, cabang esports terbagi atas berbagai jenis. MOBA, Battle Royale, dan FPS adalah contoh genre yang ada. Untuk genre FPS, salah satu keahlian yang perlu diasah dan dikuasai berupa gerakan refleks pemainnya. Sedangkan untuk MOBA, farming adalah kemampuan yang wajib.

4

Aturan dan Kode Permainan

Dalam setiap ajang pertandingan, pastilah diperlukan sebuah kesepakatan yang disetujui bersama sebelum berlangsungnya sebuah kompetisi. Kesepakatan tersebut dibakukan dalam bentuk regulasi, dimana jika terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pemainnya, akan dijatuhi penalti. Aturan tersebut tentunya untuk mendukung nilai-nilai kejujuran dan sportivitas.

Saling berjabat tangan sebelum dan sesudah permainan, tidak berlaku curang, tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu adalah hal-hal yang dapat kita jumpai baik di arena olahraga tradisional dan juga esports.


Di samping 4 alasan di atas, dedikasi dan keseriusan para pemainnya juga turut menjadi faktor sportsmanship. Waktu, energi, pengalaman, dan latihan adalah elemen-elemen yang akan berkontribusi membentuk gelora berkompetisi.

Nah, itu dia alasan-alasan mengapa esports dapat dipandang sebagai olahraga. Menurut kamu, apakah esports termasuk olahraga?

Previous articleLoh, Kok di Esports Ada Cosplay?
Next articleYuk, Kenalan dengan EVOS Esports
Lorent Barus
Seorang pemuda yang senang mempelajari tentang hewan, bermain game yg tidak rumit dan senang mengeksplorasi hal-hal yang baru. Saya juga ingin ahli dalam bidang tertentu sehingga dapat berbagi ilmu kepada orang lain serta peduli terhadap orang lain yang menjadi prioritas saya.