Game Terbaik! Saat Game Menjadi ‘Alat’ untuk Bersenang-senang

0
71
Game terbaik
Photo by Ke Vin on Unsplash
Menangkan Hadiah Menarik di Event Pre Registration Cloud Song

Pernah terpikir game seperti apa sih yang dapat diberikan julukan game terbaik? Tentunya opini setiap orang akan berbeda menanggapi hal ini. Seperti apa game terbaik menurut opini kami?

Nintendo Switch: Kenapa Populer?

Sejak dikeluarkannya Nintendo Switch pada tahun 2017 lalu, gadget gaming ini cukup banyak digemari. Nintendo Switch seperti yang kita tahu merupakan konsol video game yang dikembangkan oleh Nintendo.

Nintendo Switch memang memiliki penggemarnya sendiri. Konsol game ini merupakan sebuah tablet yang dapat dipasang ke dock untuk digunakan sebagai home console atau digunakan sebagai perangkat portabel, menjadikannya konsol hibrida. Tentu terdengar praktis dan menarik sebagai alat bermain game.

Ninetendo Switch
Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Kontroler Joy-Con nirkabelnya, dengan tombol standar dan stik analog terarah untuk input pengguna, penginderaan gerak, dan umpan balik taktil, dapat dipasang di kedua sisi konsol untuk mendukung permainan handheld-style. Perangkat lunak Nintendo Switch mendukung game online melalui konektivitas Internet, serta konektivitas ad hoc nirkabel lokal dengan konsol lain.

Game dan perangkat lunak Nintendo Switch tersedia di cartridge ROM berbasis flash fisik dan distribusi digital melalui Nintendo eShop; sistem tidak memiliki penguncian wilayah. Trent Murrey menulis untuk esportsobserver.com mengatakan bahwa dia dan istrinya memiliki pengalaman menarik saat memilih permainan baru di Nintendo Switch yaitu Pokémon Snap. Apa yang menarik? Ayo kita cari tahu lebih dalam!

Pokémon Snap: Game untuk Bersenang-senang

Pokémon Snap, gim yang mereka pilih, secara objektif dinilai bukanlah sebuah video game yang bagus. Grafiknya biasa-biasa saja untuk jenis konsol modern, alur ceritanya membosankan dan terus-menerus mengganggu gameplay dengan karakter menjengkelkan yang tidak terlalu menarik, dan konten totalnya cukup ringan untuk game dengan harga penuh.

Jika memainkan Pokémon Snap sendirian, besar kemungkinan untuk berhenti dalam dua jam dan menganggapnya sebagai pengalaman yang sangat buruk secara keseluruhan. Lantas apakah ini membuat Pokémon Snap sebagai game yang buruk?

Pokemon Snap
Credit: Ninetendo UK

Namun, Trent mengatakan bahwa game ini ternyata berakhir menjadi sangat dinikmati. Mendiskusikan strategi, membuat teori bagaimana untuk mendapat better poses, memperdebatkan gambar mana yang akan digunakan untuk evaluasi, dan lain-lain.

Game ini secara umum membuat kita tertarik dan bersemangat setiap saat kita menemukan Pokemon baru atau membuka level baru. Bahkan hal-hal yang biasanya tidak dipedulikan saat bermain game seperti permainan peran akhirnya terselesaikan 100%.

Esports dan Game Sebagai Alat “Bersenang-senang”

Seperti yang kita tahu, esports juga berkembang pesat. Setiap brand sponsor terus menyusun strategi promosinya. Hal ini menandakan bahwa ada banyak ruang bagi pengembang gim untuk membentuk strategi-strategi dalam menciptakan game yang memiliki keistimewaannya sendiri.

Dari sudut pandang itu, mungkin sulit untuk memahami apa yang membuat sebuah video game begitu istimewa dari sarana entertainment lainnya.

Yap! Bermain video game tentu bisa menyenangkan karena merupakan sebuah produk yang dibuat dengan baik, atau dengan cerita interaktif yang unik.

Bermain game
Photo by Jeshoots COM on Unsplash

Tetapi lebih dari segalanya, game menyediakan sumber daya terbuka di mana kelompok pemain dapat menciptakan pengalaman bermain bersama yang unik. Game memberi pemainnya hak untuk menentukan bagaimana mereka ingin menikmati waktu bermain mereka. Kita bisa mengambil sebuah contoh dari gim StarCraft.

StarCraft secara luas dianggap sebagai esports yang paling sulit dan memerlukan keterampilan yang baik. Untuk menguasai permainan dalam lingkungan yang kompetitif membutuhkan waktu bertahun-tahun belajar dan berlatih dengan rajin.

Di sisi lain, kamu bisa saja menggunakan cheat code dan “membajak” gim tersebut sesuai keinginan kamu. Fenomena ini adalah salah satu bentuk engagement antara game dengan pemainnya.

Jika ada suatu penghalang yang membatasi suatu interaksi antara game dengan pemainnya, maka akan ada seseorang yang akan berupaya menghancurkan penghalang tersebut agar setiap pemain bisa memiliki “kebebasannya” dalam berekspresi dalam game. Tokoh antagonis utama dalam game pun tidak bisa menjalankan misi jahatnya jika saya belum “menginginkannya”.

Esports tidak terjadi dengan sengaja. StarCraft pada awalnya tidak dirancang untuk dimainkan secara profesional. Tanyakan saja pada pemain lama Brood War dan mereka akan memberi tahu bahwa ada banyak hal buruk di dalamnya.

Starcraft

Contoh lain misalnya, Super Smash Bros. Melee yang hanya memiliki lima stage yang bisa dimainkan secara kompetitif, dan dua di antaranya justru berpotensi merusak atmosfer kompetitif yang ada.

Namun sebaliknya, para komunitas gamer berkumpul dan memutuskan bahwa mereka akan mencoba bersenang-senang dengan melihat seberapa jauh mereka dapat “mengembangkan” permainan ini jika mereka benar-benar menginvestasikan waktu untuk menguasai teknik bermain mereka.

Dari game “berantakan” yang pada dasarnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dua judul esports yang besar pun lahir.

Game Terbaik Adalah Game untuk Bersenang-senang!

Jadi, ketika kita berpikir tentang cara terlibat dengan ruang suatu game, ingatlah bahwa ini bukan tentang game itu sendiri. Game hanyalah alat yang kita gunakan untuk bersenang-senang.

Game terbaik adalah yang bisa kita nikmati dengan sepenuhnya. Kita bisa menikmati game karena dapat menggunakannya untuk menciptakan pengalaman yang kita inginkan. Bahkan permainan yang buruk atau dibuat dengan buru-buru bisa menjadi permainan bernilai 10/10 jika dimainkan oleh kelompok orang yang tepat.

Komunitas diberikan cara baru untuk terlibat atau kesempatan untuk menemukan orang baru untuk diajak bermain, kita bisa menciptakan pengalaman baru, juga menghasilkan sesuatu yang mengubah cara kita berinteraksi dengan game atau konten di sekitarnya.

Para pemain tentu ingin bersenang-senang, dan yang mereka butuhkan hanyalah alat yang tepat.


(Disadur dari Esports Observer)

Media Partnership