Gary Vaynerchuk: Melihat Peluang Berinvestasi dalam Esports

0
109
Gary Vaynerchuk Berinvestasi dalam Esports
via dexerto

Gary Vaynerchuk telah lama melirik industri esports jauh sebelum ia dikabarkan sebagai salah satu investor, juga sebagai anggota pemilik grup waralaba asal Minnesota, yakni Call of Duty League yang bersifat eksklusif untuk wilayah tertentu, milik Activision Blizzard.

“Saya benar-benar memantau selama 4 atau 5 tahun belakangan ini,” ungkapnya pada The Esports Observer. “Dan saya ingat tepatnya ketika Justin.tv berubah menjadi Twitch, hal ini juga sudah saya perhatikan cukup lama.”

Sebagai pemimpin dari perusahaan media VaynerX juga CEO agensi digital VaynerMedia, Vaynerchuk sendiri adalah salah satu investor yang paling dinantikan untuk memasuki ranah esports saat ini.

Lelaki berusia 43 tahun ini sebelumnya telah berhasil mengubah toko minuman anggur keluarganya menjadi sebuah cerita online yang sukses pada akhir tahun 90an, dan telah membagikan cerita ini melalui media sosial secara luas (dengan jutaan pengikut pada tiap platform di akun miliknya), juga diabadikan menjadi buku dengan penjualan terbaik versi New York Times.

Gary juga telah melakukan berbagai angel investments pada perusahaan teknologi raksasa layaknya Twitter, Facebook, juga Uber, dan banyak bisnis lainnya.

Dengan statusnya sebagai investor terkemuka saat ini, Vaynerchuk mengatakan bahwa selama ini dia telah melihat ribuan pertanyaan seputar bisnis esports, dan hanya sekitar 15 pertanyaan di antaranya yang berlanjut pada pembicaraan serius.

Salah satu peluang besar datang dari kalangan pemilik Overwatch League di masa awal permulaannya, namun ia tak mengejarnya.

Satu hal yang membuat Gary berinvestasi pada pada Call of Duty League dari WISE Venture adalah kedekatannya dengan keluarga Wilf yang memiliki Minnesota Vikings di NFL.

“Satu hal yang paling saya pahami dalam diri saya adalah saya benar-benar menyukai hubungan interpersonal dengan orang-orang, ketenangan, kebahagiaan, memiliki rasa kendali, dan hal-hal lain yang berkaitan.

Saya sudah kenal keluarga Wilf selama hampir 15 tahun karena mereka tinggal di sekitar area toko minuman anggur saya,” ucap Vaynerchuk. Gary diperkenalkan oleh seorang pekerja senior di perusahaan real estate milik keluarga Wilf di New Jersey.

Baca juga:  Hidden Motive di Balik Menyalahkan Video Game Sebagai Pemicu Kekerasan

“Kami benar-benar bisa merasakan dorongan satu sama lain selama bertahun-tahun, kemudian jenjang karir professional saya mulai berkembang dari hanya toko minuman anggur menjadi banyak hal menarik lainnya; saya juga bahkan membangun hubungan kerja sama dimana-mana, cukup rumit bila dijelaskan satu persatu.”

Vaynerchuk sendiri terkejut kala mengetahui keluarga Wilf membeli Vikings Minnesota pada tahun 2005, “khususnya ketika ambisi karirku adalah sangat ingin membeli Jets New York,” tambahnya.

Dia juga telah menemui CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick dan menyaksikan perubahan dari liga Overwatch yang hanya berawal dari sebuah gagasan menjadi sebuah liga dengan 20 tim yang rutin mengadakan pertandingan di tiap markas. Selain itu, ia juga merasa bahwa Call of Duty memiliki kelincahan dan catatan kesuksesan tersendiri untuk berkembang pesat.

“Call of Duty telah membuktikan kepada saya selama setengah dekade terakhir bahwa Call of Duty adalah sebuah game yang bisa berevolusi,” ujar Vaynerchuk.

“Saya rasa banyak dari liga Call of Duty ini didasarkan pada pertanyaan: Sudah berapa umur game ini? Apakah serupa seperti Zelda dan Super Mario, atau bahkan Kid Icarus? Secara intuitif, saya rasa judul game ini memiliki potensi melebihi Mario maupun Kid Icarus, yang membuat liga ini berumur panjang.”

Gary Vee-sports?

Minnesota saat ini belum dianggap sebagai salah satu pusat kota esports di Amerika, namun Vaynerchuk justru melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan baru daripada tantangan. Ia meyakini bahwa akan ada permintaan untuk diadakannya acara esports di berbagai sudut kota.

Ia juga menambahkan bahwa mendirikan sebuah bisnis waralaba esports dengan sistem identifikasi lokasi geografis daerah juga akan memberikan keuntungan tersendiri bagi tim dalam menjaring para pemain lokal bertalenta dari Minnesota dan sekitarnya.

“Saya benar-benar diyakinkan bahwa Minnesota dan 5 atau 6 daerah di sekitarnya sekarang telah memiliki pemain terbaik berusia 11 tahun untuk beberapa permainan di dunia,” ungkapnya. “Saya dapat melihat ini sebagai sebuah peluang.”

Vynerchuk sendiri adalah sebuah brand dan sangat mewakili perusahaannya. Ia memang terbilang baru dalam esports, namun melihat sepak terjangnya, reputasi, juga kepribadian yang penuh semangat; bukanlah suatu kejutan jika ia pun akan menjadi wajah publik dari organisasi Call of Duty Minnesota.

Baca juga:  Mengamati Jenis-jenis Asosiasi Esports

Dia berharap untuk banyak terlibat dalam tim, dan meyakini bahwa ia dapat membantu dalam menjaring pemain berbakat.

Credit: GaryVee
Credit: GaryVee

“Kami cukup sering membicarakannya, seperti yang bisa kamu bayangkan,” ceritanya mengenai posisinya dalam tim. “Saya berada di sana untuk belajar, karena saya ingin dekat dengan kebudayaan dan kaum muda, dan juga inovasi. Mungkin lebih banyak dari berbagai hal yang lain.”

“Maksud saya ini adalah sebuah permainan untuk menjaring pemain,” lanjutnya. “Menggelikan bagi saya untuk mengatakan ini, namun sebagaimana tingkat kesadaran saya bertumbuh dan juga banyak pemain esports memiliki ambisi untuk berbisnis.

Saya tidak begitu dekat dengan lingkungan Jay-Z, namun ketika kamu perhatikan mengenai Jay-Z dan Roc Nation, pengaruh Jay-Z terhadap Brooklyn Nets benar-benar nyata, terutama saat Jay-Z memutuskan untuk menjual sebagian sahamnya.

Bukan saya yang bertanggung jawab atas hal ini, namun ada ironi bagi para pemain di dalamnya yang juga ingin berbisnis. Saya yakin kami akan merekrut seseorang yang bebas, yang penting bagi kami.”

Dengan pengalamannya sebagai orang yang selamat dari krisis dot-com, Vaynerchuk mengatakan bahwa kecekatan para investor yang menaruh banyak uang dalam industri esports demi mencapai kesuksesan, mengingatkannya akan sejarah perkembangan internet.

“Saya rasa hal ini mirip dengan internet kala tahun 1999,” ucapnya. “Ada banyak tempat untuk menghabiskan uang; namun saya rasa itu seperti internet di tahun 1999 yang 20 tahun setelahnya, mereka yang benar-benar menjelajahinya dengan berpkir dan berhati-hati akan mendapatkan banyak keuntungan.”

Vaynerchuk melihat adanya “penerimaan secara besar” secara kebudayaan terhadap esports. Semakin banyak orang yang mengakui keberadaan esports serta menghargai permainan kompetitif ini, termasuk pengaruhnya terhadap dunia hiburan dan masyarakat.

Kenyataanya, ia meyakini bahwa semakin banyak orangtua yang mendorong anak-anaknya untuk bermain lebih sering demi mendapatkan beasiswa, “Ini benar-benar kebalikan dari apa yang dilakukan orangtua saya saat saya dulu bermain video games,” tambahnya.

Bergabungnya Gary dengan Call of Duty League milik WISE Venture adalah investasi pertama yang dilakukan oleh Vaynerchuk setelah pertimbangannya yang cukup lama, namun ini tentunya bukanlah akhir.

Baca juga:  Simak 10 Jenis Karir di Esports

Meskipun ia masih belum bisa menebak kemana ia akan berinvestasi berikutnya, namun ia melihat hal yang besar di masa akan datang.

“Aku tidak tahu apa-apa,” jawabnya mengenai rencana investasi mendatang. “Namun saya rasa esports akan berada di daftar 4 olahraga teratas di Amerika saat saya berusia 62 tahun nanti, dan saya ingin menjadi bagian dari itu.”


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan standar editorial Esportsnesia; Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: The Esports Observer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here