Membangun Ekosistem Esports Mobile Legends Melalui MDL Season 2

0
22
MLBB Development League Season 2

Dalam misinya membangun ekosistem esports Mobile Legends di Indonesia, Moonton tidak hanya menghadirkan ajang elit Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID), tetapi juga sebuah konsep baru yang hanya ada di Indonesia, yaitu Mobile Legends Development League (MDL).

Sebelumnya di gelaran Season 1 MDL, Victim Esports adalah tim yang sukses menjuarai gelaran tersebut dengan talenta-talenta mudanya.

Kehadiran MDL sendiri bertujuan untuk membangun regenerasi pemain dan menjaga ekosistem esports dari gim MOBA Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) agar tetap berlangsung. Banyak bintang-bintang yang mewarnai gelaran esports di MPL, namun pertandingan yang dihadirkan di MDL juga tidak kalah menarik.

Saat ini, industri esports di Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata, khususnya game Mobile Legends dan turnamen MPL Indonesia.

Alasan utamanya, kehadiran event-event yang diselenggarakan oleh Moonton, baik MPL & MDL, membuat nama Indonesia kini semakin harum di gelaran esports tingkat dunia, bahkan diakui sebagai turnamen esports terbaik di dunia.

MDL Season 2 sendiri menjadi konsep penting mengingat bintang dan atlet esports harus terus memiliki pemain baru. Namun, hal yang membedakan musim ini dibanding musim kemarin adalah sistem turnamen yang diselenggarakan secara online akibat pandemi Covid-19.

MPL ID S5
Mobile Legends Professional League Season 5Legen

Gelaran MDL sendiri memang baru berlangsung selama 2 musim, dibandingkan MPL yang sudah berlangsung selama 6 musim. Meski demikian, MDL Season 2 sudah menarik minat beberapa sponsor, salah satunya Nimo TV.

Para sponsor pun mendapatkan keuntungan yang berbeda-beda, meliputi branding di website, studio, hingga muncul di dalam game saat turnamen berlangsung.

Moonton juga berharap dengan kehadiran MDL Season 2, maka akan muncul bintang baru eks-pemain MDL yang akan memperkuat tim-tim besar di MPL musim mendatang. Sukses di sini bukan hanya mampu bertahan, namun mereka dapat unjuk gigi, dan bersaing ketat dengan bintang-bintang MPL.

MDL mampu menjadi ajang pembuktian bagi roster-roster muda dan berbakat agar nantinya dapat berlaga di MPL. Seperti namanya, MDL hadir untuk ‘develop’ atau mengembangkan talenta-talenta baru.

Untuk angka penonton sendiri, memang MDL masih jauh dibandingkan MPL. Gelaran MPL tidak henti-hentinya memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak dan menjadi turnamen esports terpopuler. Bahkan, gelaran MPL Invitational 4 Nations Cup juga mendapatkan panggung yang tinggi dengan menjadi turnamen esports terpopuler untuk bulan Juni dan Juli.

Meski demikian, MDL Season 2 yang baru berjalan hingga Week 2 masih memiliki potensi untuk menghibur komunitas gamers Indonesia.

Perubahan terbesar dari MDL dibandingkan musim lalu adalah jumlah tim yang bertanding. Sebelumnya, gelaran Season 1 hanya diikuti oleh 12 tim yang bertanding, namun kini MDL Season 2 mengubah jajaran peserta menjadi 11 tim.

Untuk segi pertandingan, baik MDL dan MPL sama-sama mengadaptasi sistem turnamen daring karena pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

Mampukah gelaran MDL Season 2 kembali menghadirkan kejutan dan keseruan seperti kemenangan RRQ Sena atas EVOS Esports di El Clasico Week 1? Atau, akan ada kekuatan baru yang mendominasi dan mampu memanjat puncak klasemen?

Terus saksikan pertandingan MDL Season 2 minggu depan pada tanggal 31 Agustus – 2 September 2020 mendatang.