Melirik Peluang Investasi Esports di Genre Fighting Game

0
194
Melirik Peluang Investasi Esports di Genre Fighting Game | Esportsnesia.com
Credit: Capcom

Fighting Game Community (FGC) telah lama ada sebagai bagian yang terisolasi dari industri esports. Lama setelah lahirnya ekosistem esports seperti World Championship League of Legends dari Riot Games dan The International DotA 2 dari Valve, banyak turnamen untuk genre fighting game yang diadakan oleh para anggota komunitas non-profit.

Mereka hanyalah terdiri dari tim-tim kecil yang memiliki antusias terhadap esports bergenre fighting. Namun, dalam 2 tahun terakhir telah terjadi peningkatan eksposur dan investasi di kalangan FGC secara mendadak.

Pada awal 2017, Echo Fox, organisasi atlet profesional esports yang dimiliki oleh pemain basket legendaris Rick Fox, melakukan gebrakan besar dengan mengontrak 7 atlet profesional fighting game.

Smash Summit 5 via shoryuken.com
Smash Summit 5 via shoryuken.com

Tidak hanya itu, ESPN pun telah menayangkan liputan langsung kejuaraan Evolution Championship Series (Evo) pada tahun 2016 dan 2017. ELEAGUE milik IMG juga kini telah menayangkan program khusus untuk siaran Street Fighter V, Injustice 2, dan yang terbaru, Tekken 7.

Saat ini tim esports yang lebih menonjol telah memiliki pemain profesional untuk divisi genre fighting, seperti Street Fighter, Tekken, dan Super Smash Bros; yang dulunya tidak eksis. Dengan tingkat pertumbuhan saat ini, genre fighting game bisa menjadi peluang investasi besar berikutnya di industri esports.

Pada tulisan kali ini, akan dieksplorasi mengapa genre fighting game bisa terlihat menggiurkan di mata para investor. Ayo disimak.

Ada dukungan dari game developer

Ini adalah salah satu kata kunci ajaib di dunia esports. Developer support sangatlah penting untuk membangun sebuah atmosfer kompetitif yang stabil, menawarkan jumlah hadiah yang besar, dan memastikan bahwa permainan tetap seimbang khususnya untuk permainan kompetitif.

Judul-judul esports untuk genre fighting telah mengalami peningkatan yang radikal hanya dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2017, Street Fighter V, Injustice 2, dan Tekken 7 semua telah memiliki sirkuit profesional terdedikasi yang dijalankan oleh para developer. Capcom Pro Tour, pro circuit –nya Street Fighter, menawarkan hadiah sebesar USD 600.000.

Baik Capcom Pro Tour dan pro circuit–nya Tekken, Tekken World Tour, telah mengumumkan bahwa mereka akan kembali hadir untuk 2018. Pihak developer dari Injustice 2, NetherRealm Studios, juga terus mendukung seri turnamen online mereka, War of the Gods.

Baca juga:  3 Pelajaran Kehidupan dari PUBG
Tekken World Tour via segmentnext.com
Tekken World Tour via segmentnext.com

Kini, FGC telah mendapat banyak dukungan yang berasal dari luar genre fighting. Dalam sebuah surat kepada investor, CEO Capcom Kenzo Tsujimoto mengatakan bahwa “Capcom akan terus maju untuk mempromosikan esports dengan kapasitas penuh dari organisasi kami.”

Bahkan Nintendo, yang dulunya pernah mencoba melarang Super Smash Bros. Melee untuk disiarkan di Evo, telah mensponsori turnamen Smash yang besar di 2 tahun terakhir. Dukungan baru ini telah menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, prize pool yang lebih besar, dan lebih banyak kegiatan pemasaran untuk acara FGC.

Keterlibatan penggemar

Jika kamu belum pernah menghadiri turnamen game fighting, sulit untuk menggambarkan bagaimana passion yang dimiliki oleh anggota FGC. Sifat keterbukaan dari kebanyakan turnamen game fighting justru mengarah pada kesempatan langka bagi para fans untuk dapat berinteraksi dengan atlet profesional jagoan mereka.

Bayangkan saja jika kamu ingin bermain di turnamen amatir bola basket one-on-one, dan kamu tahu bahwa LeBron James, Dwight Howard, dan Derrick Rose akan bertanding dan bersaing dengan kamu; apakah itu sudah cukup berkesan?

Dengan biaya partisipasi yang tidak mahal, kamu akan mendapatkan kesempatan tidak hanya bertemu dengan bintang basket favorit kamu, tetapi juga termasuk berjabat tangan dan bermain melawan mereka. Ini adalah cara bagaimana turnamen game fighting paling bergengsi beroperasi.

Pemain kasual dan atlet profesional akan bermain di tempat yang sama, duduk tepat di samping satu sama lain. Hal ini akan memberi penggemar genre fighting suatu hubungan interpersonal yang lebih dalam dengan pemain top.

Fighting Game Community via kotaku.com.au
Komunitas Fighting Game via kotaku.com.au

Bahkan anggota FGC yang sudah besar namanya pun masih tergolong sebagai anggota komunitas, tunduk pada peraturan dan peluang yang sama. Sungguh inklusif, bukan?

Hubungan ini juga mencerminkan bahwa penggemar fighting game rela meluangkan waktu mereka untuk mendukung pemain favoritnya.

Sebagai fakta, Super Smash Bros. Melee tidak pernah mendapat dukungan hadiah uang dari Nintendo sepanjang 15 tahun sejarahnya. Ketika ada event organizer populer, Beyond the Summit, memutuskan untuk menjadi tuan rumah Melee invitational, mereka memberi komunitas kesempatan untuk mendefinisikan prize pool-nya.

Baca juga:  7 Tips Marketing Esports dari Nicola Pigott, Co-Founder The Story Mob

Fans menyumbangkan uang ke prize pool untuk mendukung pemain favorit mereka. Para pemain dengan sumbangan terbanyak bergabung dengan pemain papan atas di turnamen tersebut. Smash Summit 5 di tahun 2017 berhasil mengumpulkan lebih dari $40.000 hanya dari sumbangan.

Organisasi esports telah banyak memanfaatkan penggemar untuk membayar dan mendukung pemain favorit mereka dengan menjual barang merchandise seperti kaos dan barang aksesoris lainnya.

Sponsorship kegiatan

Di kebanyakan ekosistem kompetitif esports, developer adalah aktor yang paling mengendalikan pasar turnamen. League of Legends dan Overwatch telah secara efektif menghilangkan skema turnamen dan mendukung struktur liga. Sementara itu, Valve memiliki peraturan ketat mengenai turnamen mana yang memenuhi syarat untuk berstatus major atau minor di DotA 2 circuit.

EVO Japan 2018
EVO Japan 2018 via manofthematch.com

Sistem yang sama tidak berlaku untuk Capcom Pro Tour, dimana pihak Capcom dan developer lainnya tidak memiliki kontrol yang sama terhadap skema turnamen di FGC. Akibatnya, hamper ada turnamen di hampir setiap minggunya dalam setahun, dan kebanyakan dari mereka akan menampilkan setidaknya beberapa pemain berprofil tinggi.

Dengan sedikitnya batasan dari developer, ada lebih banyak peluang unik bagi para sponsor untuk membangun kemitraan dengan brand perusahan.

New Japan Pro Wrestling baru saja bermitra dengan turnamen populer di Florida, Community Effort Orlando. Nissin Cup Noodle juga mensponsori Evo Japan. Merek seperti Jelly Belly dan Progressive juga terlihat pernah mensponsori acara untuk komunitas fighting game.

Community Effort Orlando
CEO Fighting Tournament via Scorum

Keuntungan lain dari acara FGC adalah bahwa kapasitas partisipan dari suatu acara itu tidak memiliki batasan. Jika dibandingkan dengan turnamen lain, seperti ELEAGUE, dimana turnamen tersebut hanya bisa memfasilitasi kapasitas 16-20 pemain; sedangkan sebuah turnamen fighting game seperti Evo dapat menjadi tuan rumah untuk lebih dari 2.000 pemain.

Perusahaan dengan brand memiliki pilihan untuk menjadi tuan rumah turnamen mereka sendiri dengan mengundang pemain top, atau dengan mensponsori turnamen terbuka yang lebih besar.

Selanjutnya, karena genre fighting game adalah olahraga individu, perusahaan sponsor dapat bermitra langsung dengan pemain secara individu. Red Bull telah menyelenggarakan beberapa turnamen fighting game, dan secara aktif mensponsori beberapa pemain profesional.

Baca juga:  Simak 10 Jenis Karir di Esports

Perusahaan seperti Razer dan Alienware juga telah menandatangani hubungan kerja sama dengan para pemain pro. Karena tidak adanya badan pengatur yang mengatur pemain, turnamen, dan organisasi; FGC secara efektif merupakan pasar terbuka dengan berbagai peluang untuk menciptakan hubungan kemitraan sponsorship antar perusahaan dengan tim, turnamen, ataupun pemain.

Penutup

Fighting game sendiri telah menyaksikan hasil penjualan yang sukses. Tidak lupa juga didukung dengan para developer yang peduli dengan ekosistem esports.

Top players juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap penonton dan fans, yang setia pada permainan. Turnamen hanya memiliki sedikit batasan dalam hal sponsorship. Komunitas fighting game juga secara aktif mendukung perusahaan brand dengan produknya yang mendukung komunitas FGC.

Karena FGC terus tumbuh dalam lingkungan penayangan dan juga sirkuit profesional, poin-poin tersebut akan semakin menarik investor untuk turut berpartisipasi memajukan FGC.

(Disadur dari The Esports Observer; Disunting oleh Satya Kevino)