Jujurly, Ini Review Trials of Mana Versi Remake

196
Review Trials of Mana

Siapa sih yang tidak tahu Square Enix? Salah satu pengembang game dari seri franchise Final Fantasy yang legendaris ini ternyata juga memiliki seri franchise lainnya yang tidak kalah apik! Seri “Mana” adalah salah satu seri yang diketahui juga berakar dari gim Final Fantasy. Nah, ada salah satu judul Mana nih yang akan kita ulas, yaitu review Trials of Mana.

Sebagai impresi awal, penulis cukup menyukai permainan ini dan telah menyelesaikan permainan ini di platform PC (secara kasual, bukan hardcore ataupun completionist), termasuk menyantap konten post-game yang hanya ada di versi remake.

Nah, pada review Trials of Mana ini, penulis akan membagikan opini pribadinya terhadap aspek Interface, Gameplay, Game Killers, Sound, Pacing, RPG Elements, Difficulty, Replayability, dan Graphics. Tiap aspek pun akan memiliki bobot nilainya masing-masing, dan di akhir tulisan nanti, penulis akan memberikan nilai terhadap game ini.

Baik, langsung saja kita ulas gim remake Trials of Mana ini!

Review Trials of Mana

Interface

interface trials of mana

Jika bermain di PC, gim ini bisa dimainkan menggunakan mouse dan keyboard atau melalui sebuah controller. Untuk hal ini, tentunya penulis merekomendasikan untuk bermain menggunakan controller (jika ada).

Secara umum, alur gim ini cukup mudah untuk diikuti. Ketika kita sedang menjelajahi suatu dungeon ataupun kota, berbagai macam icon di minimap (seperti icon bintang yang menjadi orientasi destinasi pemain, mana statue untuk save game, dan toko-toko lainnya) sudah siap untuk membantu navigasi kamu.

Berbeda dengan gim-gim RPG lainnya di zaman dulu termasuk versi orisinil sebelum remake. Jika kita tidak mengikuti dialognya dengan baik, bisa jadi kita akan stuck dan bingung ingin melanjutkan kemana. Satu-satunya jalan pun hanya dengan mengintip walkthrough yang ada (itupun kalau ada).

Tampilan menu yang disajikan juga cukup asyik dan tidak terlalu membingungkan, meskipun di awal combat, penulis sempat kebingungan (karena tidak terbiasa) dengan penggunaan skill dan item saat battle. Namun setelah melewati beberapa battle, akhirnya penulis paham juga bagaimana cara kerjanya. Mungkin penulis kurang memahami instruksi panduan yang diberikan oleh gim ini (ya maap).

Layaknya gim RPG, ketika karakter kita naik level, akan ada suatu variabel yang bisa dialokasikan untuk memperkuat performa bertarungnya. Dalam game ini, sebutannya adalah Training Points.

trials of mana skill

Menghabiskan anggaran Training Points ini cukup mudah dilakukan dengan desain interface pentagonal, di mana para pemain hanya perlu menggeser roda untuk mengakses kategori status (STR, STA, INT, SPR, LUCK) yang diinginkan dan memberi alokasi poinnya.

Untuk menutup segmen ini, penulis meyakini bahwa semua pemain akan mudah beradaptasi dan bisa mengikuti perkembangan ceritanya dengan mulus.

Gameplay

gameplay trials of mana

Dengan adanya mekanisme Training Points yang disebutkan sebelumnya, pemilihan Class karakter, serta party yang terdiri dari 3 karakter yang bisa dimainkan, Trials of Mana menawarkan banyak kemungkinan bagi pemain untuk bisa menamatkan game ini.

Penulis sendiri memanfaatkan build Hawkeye yang bisa instant kill saat bertarung dengan monster. Jenis build ini sangat asyik saat memasuki konten post-game melawan musuh yang bejibun banyaknya.

Tentunya masih ada banyak macam build yang bisa pemain cicipi. Jika dilakukan hitung-hitungan sederhana, gim ini memiliki 6 pilihan karakter, di mana tiap-tiap karakter bisa memilih class berdasarkan orientasi light/dark.

class trials of mana

Melihat jumlah kombinasi build yang bisa diraih dari 1 karakter, tentunya gim ini kaya dengan unsur eksplorasi build karakter. Belum lagi bicara soal perpaduan satu karakter dengan karakter lainnya.

Di luar dari kenyamanan interface, ada sebuah hal yang kurang mengenakkan bagi pemain kasual seperti penulis, yaitu targeting musuh. Saat battle berlangsung, penulis belum menemukan cara untuk bisa melakukan lock target pada musuh, sehingga penulis ketika sedang menggunakan suatu ninja spell menggunakan shortcut, penulis hanya bisa berharap agar skill yang digunakan bisa mengenai target yang diharapkan.

Namun jika tidak menggunakan shortcut dan mengakses langsung item dari inventory atau menggunakan skill support, kita bisa melakukan targeting baik kepada anggota tim, atau musuh. Untuk hal ini sistem shortcut yang ditawarkan sepertinya tidak terlalu bisa diandalkan.

Hal yang sama juga berlaku ketika kita menggunakan Class Strike (sebuah serangan spesial yang bisa diluncurkan ketika CS gauge sudah terkumpul). Sepertinya para pemain tidak memiliki opsi untuk melakukan targeting. Ketika digunakan, di mana karakter kita menghadap, di sanalah target dari Class Strike.

Ketika melancarkan serangan biasa pun, penulis masih harus terus menjaga arah dari karakter yang dimainkan.

Sebagai gambaran, di sini penulis memilih Hawkeye sebagai karakter utama. Kebayang tidak, betapa lasaknya dia dalam menyerang musuh? Suka berpindah-pindah! Sering sekali jika tidak dijaga kontrolnya, ia akan melanjutkan serangan berpindah ke musuh lain sebelum selesai menghabisi musuh yang pertama kali diserang.

Ketika sedang berpetualang di dalam dungeon, ada kalanya di mana kita harus berhenti sejenak dan mengobservasi untuk menyelesaikan puzzle. Namun jangan khawatir. Puzzle di game ini sangat mudah. Hanya sebatas mencari tombol dan puzzle pun akan terselesaikan dengan sendirinya. Sangat berbeda dengan puzzle kompleks yang ada di seri JRPG Tales.

Lantas, bagaimana saat berhadapan dengan boss battle? Penulis sendiri tidak terlalu sering mengalami Game Over (hehe). Jika kita sudah terbiasa dengan polanya (mencari tahu weakness dari si boss) gim ini seharusnya tidak terlalu menguras otak.

Salah satu hal terbaik dari game ini adalah rasa menantang saat bertarung melawan boss. Berbeda dengan monster biasa, saat melawan boss pemain akan langsung merasakan babak baru yang berbeda.

Ciri khas dari sesi boss fight adalah HP bar yang sangat panjang dan pastinya bukan sebuah pertempuran singkat. Tidak jarang boss ini akan menjadi lebih agresif saat nyawanya mulai terancam. Umumnya tiap boss akan memiliki beberapa jurus, mulai dari yang tidak mematikan, hingga yang sangat mematikan.

Secara umum sih, game ini tidak terlalu menawarkan hal baru atau inovasi dalam dunia per-RPG-an, mengingat ini adalah versi remake dari game Trials of Mana tahun 1995.

Game Killers

trials of mana

Segmen ini akan berfokus untuk mengupas pada apakah Trials of Mana memiliki hal-hal yang membuat pemainnya enggan untuk menyelesaikan game ini atau tidak.

Berdasarkan pengalaman bermain penulis, penulis ada menjumpai sebuah keanehan pada saat boss fight melawan salah satu Benevodon yang besar badannya dan memiliki sepasang tangan yang bisa menangkap karakter kita dan kemudian dihempaskan. Sekilas sih terlihat normal, namun yang menjadi masalah adalah saat karakter kita dihempaskan ke luar dunia dan kita tidak bisa lagi menggunakannya di battle. Tidak hanya sekali, penulis sempat menyaksikan 2 karakter penulis dihempaskan ke luar dunia oleh boss satu ini. Ya, sepertinya ini adalah bug.

Lantas, apakah penulis stuck? Di sini sih penulis tidak berputus asa. Penulis masih mencari cara untuk bisa menghindari bug tersebut, dan penulis berhasil melewatinya. Yang penulis lakukan hanyalah fokus untuk mencegah si boss menggunakan tangannya untuk menangkap. Ya tetap tertangkap sih, hanya saja ketika ditangkap, penulis langsung all out menggunakan Class Strike untuk bisa menggagalkan serangan si boss.

Apa yang harus dilakukan jika kita kalah melawan boss? Tentunya ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan, yaitu dengan menganalisa performa bermain (apakah sudah mendeteksi dan mengeksploitasi weakness dari musuh?). Jika strategi sudah bagus, namun masih kalah, kamu bisa mencoba untuk grinding mencari skill atau equipment baru.

Dalam game ini juga nantinya para pemain bisa kembali menjelajahi area-area yang sudah dilalui, setelah pemain bisa mengakses Vulcan, sang kapal, atau Flammie, sang pesawat. Namun di sini juga ada 1 area yang setelah dilewati, area tersebut akan hilang secara permanen.

Selain fokus pada pengembangan cerita, game ini juga menyelipkan sedikit unsur collectible, yaitu berburu kaktus. Kaktus-kaktus yang kamu temukan ini nantinya bisa memberikan hadiah (bukan berupa item), tetapi keistimewaan khusus bagi pemain (bahasa kerennya privilege). Kaktus ini akan bersembunyi di setiap map, dan jika tidak jeli, sangat mungkin untuk terlewatkan. Penulis sendiri hanya sanggup mengumpulkan setengahnya.

Sound Quality

Dari aspek audio, game ini cukup memenuhi ekspektasi JRPG pada umumnya, di mana ketika berada di perkotaan, musik yang dimainkan sangatlah menenangkan jiwa, dan saat melawan boss battle, musiknya sangat menaikkan adrenalin!

Penulis masih bisa mengenang saat bertarung melawan Benevodon of Fire, musik yang diputar membuat penulis menjadi lebih bersemangat, dan merasakan sensasi gaming yang luar biasa walau hanya melalui speaker. Pertarungan antara hidup dan mati ini diiringi dengan sangat baik. Hanya saja, pengalaman luar biasa ini hanya penulis jumpai sekali saat boss fight.

Walaupun versi remake, para pemain masih bisa menjumpai dan mengenali soundtrack khas dari versi original Trials of Mana yang dimainkan di konsol SNES.

Pacing

Trials of Mana

Ketika memainkan game ini, awalnya penulis hanya mencuri-curi waktu. Misalnya hanya bermain sampai berpindah save point saja. Walau hanya bermain sebentar, penulis sudah merasakan 1 langkah lebih dekat dengan menamatkan game ini.

Namun, sayangnya pada akhirnya penulis pun kebobolan dan malah menghabiskan waktu 1 harian untuk benar-benar menamatkan game ini, once and for all hingga menghabisi boss di post-game content.

Setelah menyelesaikannya, pemain masih bisa menyambungnya dengan New Game+. Ada beberapa privilege (hal yang diwariskan dari progres game sebelumnya) yang bisa pemain dapatkan untuk menyelesaikan new game ini dengan lebih mudah.

Berkat kemudahan dari interface game ini, para pemain tentunya tidak perlu khawatir untuk merasakan stuck atau bingung mau ke mana. Semua bimbingannya sudah disiapkan dengan baik, dan pemain hanya tinggal menjalaninya saja.

Cinematics dari gim ini juga cukup baik disajikan. Tidak terkesan mengulur waktu dan on point.

RPG Elements

Berkategori JRPG, gim ini tentunya bisa ditamatkan dengan mudah jika melakukan grinding secara berlebih. Sebagai gambaran, setiap melawan musuh, pemain bisa melihat level musuh yang dihadapi.

Pada umumnya, level musuh akan cukup berdekatan dengan level pemain, dan jika pemain mengalami kesulitan, sebelum boss fight pemain bisa fokus grinding untuk mendekatkan level karakter dengan level musuh atau untuk mendapatkan item drop yang berharga.

Sebagai catatan, penulis menyelesaikan gim ini tanpa harus melakukan grinding berlebih. Yang penulis lakukan cukup sebatas menghabisi monster yang ada di perjalanan menyelesaikan objective/quest/bintang.

Selain itu, pemain juga bisa menyusun sendiri build karakter yang diinginkan, melalui pemilihan Class, Training Points, dan juga Abilities yang dipasang.

Bagaimana jika salah build? Tenang, pemain masih bisa melakukan reset baik itu untuk Class maupun Training Points.

Difficulty

battle trials of mana

Tingkat kesulitan yang ditawarkan dari game ini cukup bervariasi. Penulis yang seorang gamer kasual ini hanya bermain di level Normal, dan itu sudah cukup jadi modal bagi penulis untuk bisa menuliskan review Trials of Mana ini

Dengan difficulty normal, penulis jarang menjumpai game over. Kadangkala malah game over karena hal yang konyol di mana semua anggota tim terkena efek petrified. Untuk hal ini, memang penulis yang masih “noob” karena kurang memperhatikan status anggota teman satu tim. Kekalahan di sini bukan karena disebabkan oleh musuh yang terlalu overpowered.

Namun, jika dibandingkan dari awal permainan hingga akhir, penulis menyimpulkan bahwa saat early-mid game, permainan akan terasa lebih monoton dan lebih sulit mengingat belum banyak variasi skill yang bisa digunakan. Rasa monoton ini berlangsung cukup lama, mengingat party penulis terdiri dari: Hawkeye, Reisz, dan Charlotte.

Penulis sempat merasa “kok begini-begini aja ga ada skill baru”. Kegalauan ini pun berakhir saat penulis berhasil upgrade class dan ternyata ada banyak skill yang perlu di-unlock lagi.

Kendati demikian, dengan keterbatasan penulis dalam bermain game, pemain masih sanggup mengalahkan boss dari post game content tanpa sempat game over sama sekali. Yay!

Replayability

Trials of Mana menawarkan sebuah post game content berupa Chapter 7. Meski memperkaya cerita, dan juga menawarkan upgrade class beserta skill untuk boss fight baru, game ini masih bisa dinikmati dengan mencicipi karakter baru saat New Game+.

Tidak hanya itu, pemain juga masih bisa berkreasi dengan build karakter mereka, terutama untuk challenge mengalahkan boss fight dalam waktu 2 menit (time attack).

Para pemain tentunya bisa membangun “Dream Team” untuk menjawab tantangan itu.

Graphics

graphics trials of mana

Kualitas grafis 3 dimensi yang ditawarkan Trials of Mana ini tentu saja menakjubkan. Animasi saat bertarung melawan monster juga terlihat smooth, baik itu dari detil serangan maupun skill. Kamu juga bisa melakukan pengaturan terhadap tingkat kecerahan (brightness). Hal ini akan sangat berguna saat kamu sedang bernavigasi di dungeon yang gelap.

Penulis menjelajahi semesta Mana ini dengan kebanyakan jalan sambil melompat-lompat. Hanya saja terkadang penulis ada menjumpai sebuah “dinding ilusi” di mana ada map bertingkat yang bisa langsung ditembus menuju area lain, dan ternyata ada yang tidak bisa ditembus.

Memang sih ini bukan suatu hal yang fatal, hanya saja penulis sempat berekspektasi bahwa jika kita menjumpai suatu tangga dalam map, maka kita bisa melompat langsung dari lantai atas ke lantai bawah tanpa perlu berjalan menelusuri anak tangganya. Namun, ternyata itu hanya ekspektasi belaka yang kadang bisa dicapai, dan kadang tidak.

Sebagai pelengkap, penulis memainkan gim ini di perangkat dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Windows 7 64bit
  • Processor Intel Core i5-3330
  • RAM 12 GB
  • NVIDIA GeForce GT630

Kesimpulan

Game Trials of Mana ini tentunya sangat worth it untuk dimainkan, terlebih jika kamu adalah fans JRPG besutan Square Enix. Sensasi bermain yang ditawarkan tentunya cukup dinamis layaknya genre Action RPG hack and slash ala Kingdom Hearts ataupun seri Tales.

Yang paling berkesan bagi penulis tentunya adalah sensasi boss fight sambil mengeksplorasi build karakter favorit.

Secara pribadi, penulis memberikan nilai 88 /100 dengan komposisi:

  • Interface: 8/9
  • Gameplay: 6/8
  • Game Killers: 5/7
  • Sound Quality: 6/6
  • Pacing: 5/5
  • RPG Elements: 4/4
  • Difficulty: 3/3
  • Replayability: 2/2
  • Graphics: 1/1

NB: Nilai didapat dari akumulasi nilai tiap aspek dan dibagi dengan 0.45.