Jujurly, Ini Review Game Dark Deity

92
Jujurly, Ini Review Game Dark Deity

Pernah menemukan judul game ini di salah satu halaman Steam? Butuh referensi yang menentukan beli atau tidak? Nah, kamu berada di tulisan yang tepat untuk bisa memberikan kamu gambaran mendalam tentang review game Dark Deity satu ini.

Bagi kamu yang merupakan seorang penggemar gim strategi turn-based seperti Fire Emblem namun ingin dimainkan di perangkat PC, maka Dark Deity bisa menjadi salah satu kandidatnya.

Mari kita kupas game ini dengan lebih mendalam dari berbagai macam aspek.

First Impression 

Dark Deity Story

Sebelum memainkan gim ini, penulis sudah terlebih dahulu familiar dengan genre game tactical strategy yang biasanya menyediakan grid (papan kotak-kotak) untuk meletakkan unit yang nantinya akan saling bertempur dengan unit di posisi grid yang lain.

Bagi generasi milenial, game ini adalah sebuah nostalgia dari permainan jadul seperti Ancient Empires yang dulu mewarnai hari-hari penulis bermain game HP dengan OS Symbian. Kemudian, kesenangan ini pun naik kelas dengan hadirnya Fire Emblem yang menyuguhkan grafik apik bergaya anime.

Sekilas Dark Deity sendiri sungguh terasa seperti Fire Emblem namun versi PC. Walau begitu, tentu saja Dark Deity hadir dengan cerita dan alam semestanya sendiri yang berbeda.

Bagi penulis, gim ini memiliki tantangannya yang bisa dinikmati oleh para pecinta gim strategi, khususnya yang menyukai pacu adrenalin. Bagaimana tidak? Dalam gim ini, para pemain akan sering dihadapkan dalam situasi lawan banyak musuh yang jumlahnya tidak karuan.

Interface Dark Deity

Bermodalkan party yang terdiri dari maksimal 14 karakter, para pemain bisa saja berhadapan dengan stage yang memiliki musuh berjumlah 50! Namun keseruan dari gim ini hanya tidak direfleksikan melalui pertempuran jumlah, tetapi juga beragam objective yang dicapai.

Arena permainan yang disediakan juga cukup luas, sehingga setiap chapter tentunya harus dimainkan dalam waktu yang tidak singkat. Belum lagi, jika pemain ingin menyelesaikan tiap chapter dengan tanpa “hukuman”, maka durasi permainan akan menjadi lebih panjang lagi.

Dikembangkan oleh Sword & Axe LLC dan diterbitkan oleh Freedom Games, Dark Deity telah diluncurkan sejak tahun 2021 lalu, dan tersedia untuk perangkat PC melalui Steam, dan juga untuk konsol Nintendo Switch.

Untuk memainkan gim ini, penulis menggunakan PC dengan spesifikasi standar seperti berikut:

  • Windows 7 Ultimate 64-bit
  • 12GB RAM
  • NVIDIA GeForce GT630

Nah, itu saja sedikit pengantarnya. Selanjutnya mari kita kupas lebih dalam mengenai gim ini!

Review Game Dark Deity

Aspek Interface Dark Deity

Aspek Interface Dark Deity

Penulis memainkan dan menamatkan gim ini bermodalkan perangkat input mouse dan keyboard semata. Gim ini tidak menawarkan opsi kontrol lain selain penggunaan mouse dan keyboard.

Selain itu, penulis juga tidak bisa menemukan adanya menu konfigurasi kontrol seandainya ingin menciptakan shortcut tertentu yang bisa memudahkan hidup pemain dalam menyelesaikan game ini.

Untuk setiap perintah yang ingin kita berikan kepada unit, hampir mayoritas dijalankan melalui klik. Mulai dari memilih unit, memindahkan unit, memilih perintah, hingga memilih target.

Peranan keyboard sendiri cukup terbatas. Salah satu yang paling menarik adalah perintah Hold Enter button untuk melakukan skip cerita maupun animasi saat pertempuran.

Setidaknya hanya ada sedikit aksi yang bisa dijalankan melalui perintah keyboard, yaitu melihat ruang gerak musuh (tombol Y), memilih senjata saat menyerang (tombol navigasi panah), melihat status karakter saat battle (tombol Shift), dan mengakses menu (tombol Esc). Sungguh minimalis.

Dark Deity

Dalam in-battle Dark Deity, HUD (Heads-Up Display) yang dihadirkan sudah sangat membantu pemain dalam menentukan keputusan yang ingin diambil selanjutnya. Hampir semua informasi penting yang menentukan jalannya permainan sudah tersedia, mulai dari efektivitas serangan, damage yang akan ditimbulkan, peluang hit, peluang critical, serta kalkulasi HP berdasarkan tiap opsi senjata.

Mengingat arena pertempuran yang besar, salah satu hal yang patut diapresiasi adalah kemudahan dalam melihat situasi pertempuran secara bird view. Fungsi strategis ini bisa dengan mudah diakses pemain hanya melalui scroll pada mouse.

Sedangkan pada menu interface sebelum memulai battle, pemain bisa dengan mudah membentuk party siapa-siapa saja yang akan diterjunkan dalam medan perang. Hal ini dicapai dengan konsep toggle on/off pada icon karakter.

Di luar dari medan tempur, gim ini juga memiliki menu interface yang sangat menarik dan rapi. Penulis tidak merasakan kebingungan dari pilihan menu yang ditampilkan. Semua terlihat ‘bersih’ dan sudah tertata pada tempatnya.

menu dark deity

Pada menu utamanya, Dark Deity memiliki masa persiapan di mana sebelum memasuki chapter selanjutnya, para pemain bisa berbelanja, melakukan upgrade skill, menyusun inventory, serta menikmati chit-chat antar karakter yang bejibun jumlahnya.

Interface saat mengakses menu shopping juga cukup simpel. Hanya ada 3 klasifikasi item dalam gim ini, yaitu: pemulih HP, status enhancement, token untuk upgrade weapon. Cara melakukan pembeliannya pun tergolong mudah dan cepat.

Layaknya genre strategi pada umumnya, gim ini hanya berfokus pada penyelesaian stage/chapter, sehingga ruang interaksi pemain pun cukup terbatas.

Aspek Gameplay Dark Deity

Aspek Gameplay Dark Deity

Dalam game ini, pemain harus menyelesaikan objective yang diberikan, baik itu untuk kabur, eliminasi musuh, maupun bertahan hingga sekian turn. Tentunya untuk bisa mencapai hal ini, ada banyak variasi strategi yang bisa dilakukan, seperti pepatah yang berbunyi “ada banyak jalan menuju Roma”.

Melakukan modifikasi pada penempatan unit sebelum diterjunkan ke medan perang saja juga sudah cukup berpengaruh untuk mengubah tatanan battlefield.

Dengan konsep turn-based, Dark Deity memberi keleluasaan bagi pemain untuk menentukan sendiri unit mana yang ingin digerakkan dulu, tidak seperti beberapa game strategi lain yang giliran unitnya walaupun turn-based, ditentukan oleh misalnya urutan speed.

Stage clear Dark Deity

Alur permainan juga cukup mudah diikuti. Para pemain bisa dengan mudahnya memilih unit, memindahkannya, dan menggunakannya untuk menyerang musuh, atau bahkan hingga membunuhnya dengan tanpa pusing.

Pusing akan timbul di saat musuh tersebut tidak mati, atau bahkan bisa mengeliminasi unit yang kamu gunakan. Namun, mengingat ini adalah game strategi, tentunya pemain tidak bisa sembarangan mengambil aksi tanpa perhitungan.

Satu hal yang cukup menarik dari game ini adalah konsep class yang dimiliki tiap karakter. Penulis sendiri sangat antusias ketika suatu unit menginjak level 10 atau 30. Sebab unit tersebut sudah siap untuk beranjak dewasa dan memiliki kemampuan baru.

Setiap class tentunya memiliki keunikan tersendiri dari skill yang dimiliki. Namun, patut diingat bahwa setelah kamu memilih suatu class, kamu sudah tidak bisa lagi menggantinya. Oleh sebab itu, pastikan kamu sudah matang sebelum mengambil keputusan permanen tersebut.

Class Dark Deity

Penulis sendiri sempat mengalami penyesalan terhadap suatu karakter favorit, yang setelah upgrade class, justru mengalami penurunan performa. Bagaimana cara menghindari hal ini? Ya, paling tidak pemain bisa menggunakan strategi Save & Load saat battle.

Dark Deity terlihat paham akan frustasi yang mungkin dihadapi oleh banyak pemainnya, sehingga tanpa bertanya kepada pemain, ia telah menyediakan fitur Battlesave. Ya, seperti namanya, fitur ini adalah autosave saat battle yang akan dilakukan secara otomatis setiap giliran turn pemain. Fitur ini tentunya akan sangat berguna untuk mendukung pemainnya melakukan eksperimen.

Pacing

Melihat karakteristik peta pertempuran yang besar, tidak heran jika tiap chapter gim ini membutuhkan komitmen waktu dari para pemainnya. Namun, walau begitu, jika pemain hanya memiliki waktu singkat tiap harinya, para pemain tetap bisa merasakan progress dari game ini, jika menggunakan fitur Battlesave sebelumnya. Paling tidak, pemain masih bisa melakukan “cicilan turn” dari setiap stage tiap harinya.

Pacing Dark Deity

Alur cerita yang dimiliki gim ini juga cukup menarik untuk diikuti. Bermula dari wajib militer yang harus diikuti oleh 4 sekawan; hingga mereka memimpin revolusi dan menyelamatkan negaranya dari kehancuran.

Penulis juga tidak ada menemukan cinematics dari gim ini. Semua perkembangan alur cerita disajikan melalui monolog saat mengawali chapter baru, dan diperkaya dengan dialog antar karakter. Ingin mengenali lebih dalam kepribadian tiap karakter? Bisa! Cukup ikuti saja percakapan antar karakter yang lebih privat yang bisa kamu akses di menu Bond.

Salah satu pendekatan menarik yang dilakukan gim ini adalah dengan tidak memaksa pemain untuk mengikuti tutorialnya! Tutorial justru diletakkan secara tersembunyi di balik klik kanan mouse. Penulis sendiri menyadari adanya tutorial ini ketika sudah berada pada pertengahan gim.

Jika diakses, menu tutorial yang disajikan juga sudah cukup lengkap untuk mendampingi pemain menamatkan gim ini.

Elemen RPG

Elemen RPG Dark Deity

Dari aspek pengembangan karakternya, para pemain hanya bisa secara terbatas mengembangkan potensi tiap unit dalam suatu battle. Mengapa demikian? Sebab, kita tidak bisa dengan leluasa melakukan grinding. Tidak ada pilihan seperti itu.

Paling tidak para pemain bisa melakukan “curi EXP” dengan mem-bully unit lawan ketika sudah berada di penghujung kemenangan untuk mengeksploitasi game ini lebih lanjut.

Contohnya, ketika sisa musuh hanya tinggal 1, dan yang tersisa adalah unit Archer, maka kamu bisa bolak-balik melakukan Disarm, Chain, sambil nge-spam skill Heal. Semua itu dilakukan demi sesuap EXP untuk menaikkan level karakter.

Pada umumnya, setiap unit hanya bisa memiliki paling banyak 3 skill yang berasal dari pilihan class. Selain skill, para pemain masih bisa mengeksplorasi menu Inventory yang tersedia untuk meningkatkan performa unitnya. Bukan dengan minum potion, tetapi dengan mengonsumsi item permanent buff dan juga menggunakan Aspect.

Aspect ini adalah sebuah konsep eksklusif dari Dark Deity yang berwujud item yang jika dipasangkan pada unit, unit tersebut akan mendapatkan buff tambahan. Aspect ini akan didapat seiring berjalannya cerita dan efek-efeknya cukup bervariatif.

Selain dari inventory, peningkatan karakter juga bisa dilakukan dengan meng-upgrade senjata. Sekilas ketika mengakses menu Upgrade ini, penulis sempat kebingungan akan senjata mana yang ingin difokuskan. Namun tenang, gim ini masih menyediakan dengan ramah konsekuensi-konsekuensi apa saja yang terjadi jika kita memilih upgrade suatu senjata.

Weapon Upgrade Dark Deity

Pada dasarnya, setiap unit akan memegang 4 senjata berbeda berdasarkan orientasinya. Ada yang berorientasi pada: Damage, Accuracy, Critical dan juga WT. Mohon maaf, sampai saat ini penulis pun masih tidak tahu apa yang dimaksud dengan WT.

Untuk melakukan upgrade senjata ini, dibutuhkan token. Token bisa didapat dari item drop di tiap chapter, ataupun dibeli dari menu Shop. Token sendiri juga memiliki tingkatannya, mulai dari Tier 1 hingga Tier 4.

Perlu diketahui bahwa jumlah gold dalam gim ini sangat terbatas, yang artinya, kamu juga tidak bisa sembarangan berbelanja. Walaupun yang main gim ini adalah seorang sultan, ia belum tentu bisa menjadi sultan dalam gim ini.

Difficulty

Difficulty Dark Deity

Bagi penulis, gim Dark Deity ini sungguh menantang, Memang tidak ada konsep permadeath seperti yang dijumpai pada game PS1 Tactics Ogre, tetapi tetap saja ada hukuman untuk setiap unit yang gugur di pertempuran. Hukuman tersebut berupa pengurangan status permanen berdasarkan apa yang membunuhnya.

Jika bermain hanya sebatas untuk melewati chapter, maka tentu saja konsep ini tidak terlalu mengganggu mengingat kita ada banyak stok unit karakter yang menunggu gilirannya untuk bisa bersinar, alias karakter yang levelnya sudah tertinggal.

Bagi yang memiliki jiwa gaming perfeksionis (self-proclaimed) seperti penulis, maka setiap stage wajib dilewati tanpa ada unit yang gugur. Oh ya, patut diingat juga bahwa penulis memainkan gim ini dengan tingkat difficulty menengah. Masih ada pilihan tingkatan yang lebih mudah, dan juga lebih sulit.

Secara keseluruhan, gim ini cukup mengasah kemampuan pemainnya dalam kalkulasi hukum sebab-akibat. Salah mengambil satu langkah saja bisa berakhir menjadi sebuah malapetaka yang mengharuskan para pemain untuk mengulang.

Namun walau demikian, penulis yakin bahwa para pemain akan tetap bisa melewati suatu stage setelah menganalisa apa yang menyebabkan kegagalannya, dan memperbaikinya. Paling tidak, menggonta-ganti posisi penempatan unit awal saja juga bisa berpengaruh dalam menentukan kemenangan.

Replayability

custom difficulty dark deity

Setelah menyelesaikan semua chapter yang ada, dan bahkan menyaksikan credit roll dari game Dark Deity ini, penulis tidak bisa menemukan konten khusus untuk mereka yang sudah menamatkan gim ini. Tidak ada hal-hal seperti New Game+ ataupun chapter tambahan.

Para pemain hanya akan digiring kembali ke menu awal, dan jika masih rindu untuk bermain, maka mau tidak mau kita hanya bisa memilih untuk memainkan ulang dengan difficulty yang berbeda, atau pemain bisa merancang sendiri tingkat kesulitannya di menu awal New Game.

Aspek Graphics & Sound Dark Deity

Aspek Graphics & Sound Dark Deity

Kualitas grafis dari game ini sungguh mengingatkan penulis pada gaya game-game zaman dulu, seperti saat bermain di konsol GameBoy. Meski demikian, tentunya grafis sprite tersebut hanya dijumpai saat berada pada battlefield.

Secara keseluruhan, grafik yang disajikan tidak ada yang bisa menyebabkan kebingungan besar bagi para pemainnya. Hanya saja, pada chapter tertentu, ada beberapa dekorasi map, yang menyerupai sprite dari suatu unit. Hal ini sempat membuat bingung penulis yang awalnya mengira sosok tersebut adalah musuh, ternyata bukan.

Di luar itu, para pemain akan disuguhkan dengan visual karakter 2D bergaya anime yang sangat apik.

Dalam gim ini juga tidak terdapat konfigurasi untuk mengakses pengaturan kualitas grafik.

Sedangkan untuk kualitas audionya, setiap dialog antar karakter akan diselingi dengan suatu voiceover singkat yang menunjukkan suatu ekspresi tertentu. Voiceover tersebut sayangnya tidak hadir secara utuh.

Ada satu hal yang terkesan kecil namun justru berdampak pada pengalaman bermain yang lebih realistis dalam game ini, yaitu keselarasan sound effect yang dihadirkan.Dalam gim ini, kita bisa mendengar hal-hal mendetail, seperti suara langkah kaki karakter yang berjalan ke arah lawan, suara ayunan pedang, dan suara senjata lainnya yang membuat seolah kita berada begitu dekat dengan lokasi pertempurannya..

Di sisi background music-nya, khususnya saat berada di battlefield, alunan musik instrumental yang disajikan terkesan didesain khusus untuk merangsang para pemainnya berpikir. Tentunya ini adalah sebuah hal baik yang selaras dengan genre game Dark Deity.

Akhir Kata

Dark Deity

Penulis menikmati setiap waktu yang dipakai dalam gim ini. Penulis menghabiskan waktu sekitar kurang dari 25 jam untuk bisa menamatkan semua chapter yang ada. Dark Deity adalah game strategi RPG yang memiliki kemiripan gameplay dengan seri Fire Emblem.

Pada 20 chapter pertama para pemain akan terus dibanjiri dengan kehadiran karakter-karakter baru. Hal ini semakin membuat permainan menjadi lebih kompleks mengingat para pemain memiliki unit strategis yang harus terus dikembangkan potensinya untuk bisa mempermudah mencapai kemenangan.

Game ini juga turut melakukan pengukuran performa karakter pada setiap chapter. Leaderboard ini bisa dilihat langsung dan dianalisis untuk mencari tahu siapa unit yang paling berjasa, dan siapa yang paling tidak berguna.

Fitur-fitur yang ada dalam gim ini terlihat saling bersinergi dan saling mendukung untuk memberikan pengalaman gaming menyusun strategi yang baik.

Hal-hal yang kurang primer dibuat menjadi lebih sederhana dan bersih agar tidak menjadi distraction, dan agar pemain fokus dalam menyusun strategi meraih kemenangan.

Sebagai penutup, penulis tentunya merekomendasikan kepada para pembaca khususnya untuk penggemar gim strategi turn-based seperti Fire Emblem, untuk turut mencicipi sensasi yang ditawarkan dari gim ini.