Analisis Tim Dota 2 di Semifinal ESL Indonesia Championship Season 2

0
199
Analisis Profil Tim Dota 2 di Semifinal ESL Indonesia Championship Season 2

ESL Indonesia Championship Season 2 untuk cabang Dota 2 kini sedang rehat tengah musim setelah menyelesaikan seluruh pertandingannya di pekan keempat (31 Juli 2019).

Dari performa masing-masing tim hingga pertengahan musim kali ini, 2 shoutcaster Dota 2 senior yang biasanya memandu jalannya pertandingan sudah mampu memberikan opini ahli mereka untuk 4 tim yang akan berlaga di Semifinal ESL Indonesia Championship Season 2.

Kedua shoutcaster senior Dota 2 yang akan memberikan prediksinya kali ini adalah Dimas “Dejet” Surya Rizki dan Yudi “justincase” Anggi. Keduanya memberikan prediksi tim yang tak jauh berbeda, meski Dejet memberikan catatan satu tim lagi yang mungkin saja melangkah ke Semifinal. Berikut ini adalah analisis keempat tim tersebut:

Tim Peserta ESL Indonesia Championship S2 -- Dota 2
Tim Peserta ESL Indonesia Championship S2 — Dota 2

BOOM ID

“Sederhana saja. Karena memang belum ada yang bisa menjatuhkan BOOM ID di Indonesia.” Ujar Dejet. Yudi juga mengatakan hal yang serupa, “karena memang (BOOM ID) ga terkalahkan ya.”

BOOM ID memang bisa dibilang merajai dunia persilatan Dota 2 Indonesia sejak beberapa tahun silam. Mereka hampir tidak pernah kalah di pertandingan tingkat nasional. Prestasi mereka juga yang paling gemilang di tingkat internasional, jika dibandingkan dengan tim-tim Dota 2 lainnya dari Indonesia.

Sejarah mencatat, BOOM ID sudah mengikuti 3 turnamen tingkat Minor sampai hari ini, yaitu:

  1. The Bucharest Minor
  2. StarLadder ImbaTV Dota 2 Minor
  3. OGA Dota PIT Minor 2019

Meski memang belum dapat berbuat banyak di tingkat Minor tadi, BOOM ID tetap saja menjadi tim Dota 2 Indonesia yang paling dipandang dunia. Hal ini terbukti dari jumlah berita yang dirilis oleh VPEsports (salah satu media esports internasional) tentang BOOM ID. Ditambah lagi, pemain Dota 2 Indonesia kelas kakap yang selalu jadi rebutan semua tim, Muhammad “InYourDream” Rizky kembali bermain untuk BOOM ID sejak akhir bulan Juli 2019 kemarin.

EVOS Esports

Satu gosip menarik dihembuskan oleh Dimas tentang EVOS Esports. “Kabarnya ini bakal jadi last-run EVOS Dota 2. So, menurut gua turnamen ini bakal jadi pembuktian bagi para pemain EVOS Dota 2 sendiri apakah mereka layak untuk dipertahankan atau dibubarkan.”

Baca juga:  10 Tim Esports Terbaik Tahun 2017 Berdasarkan Total Pendapatannya

Di sisi lain, Yudi memberikan opini yang berbeda tentang kenapa ia memasukkan nama EVOS di daftar prediksi kali ini. Menurut justincase, EVOS memang layak masuk Semifinal karena performanya yang stabil dengan Jack (stand-in) yang berperan sebagai carry.

Melihat tim Dota 2 EVOS Esports mungkin memang penuh dilema.

Di satu sisi, mereka memang bisa dibilang hanya kalah melawan BOOM ID di peta pertempuran Dota 2 tanah air. Tim Dota 2 EVOS juga mengantongi pengalaman bertanding di kompetisi tingkat internasional, ESL One Hamburg di bulan Oktober 2018, meski memang kala itu mereka lolos karena menggantikan TNC yang berhalangan hadir.

Meski begitu, divisi ini juga kalah bersinar dibanding divisi-divisi EVOS lainnya seperti divisi AoV misalnya yang jadi penguasa tanah air di scene esports Arena of Valor; yang pernah memenangkan ESL Clash of Nations 2019 (31 Maret 2019) dan selalu menjadi juara ASL (Arena of Valor Star League) dari Season 1.

Klasemen Sementara ESL Indonesia Championship S2 Week 4
Klasemen Sementara ESL Indonesia Championship S2 Week 4

Alter Ego

Alter Ego menjadi tim ketiga yang disebut oleh Dejet dan justincase saat memberikan prediksi mereka. Menurut Yudi, “Alter Ego adalah tim dengan roster baru yang paling cepat adaptasinya bahkan dengan KelThuzard yang ke Support.”

Jika Yudi menyebutkan nama Michael “KelThuzard” Samsir dari Alter Ego, Dimas menyebutkan nama yang berbeda yang dianggapnya berperan penting atas performa baik Alter Ego di turnamen ini. “Dari setiap match ke match lainnya, Alter Ego mulai dewasa dari segi gameplay dan Farand bisa nge-lead pemain-pemain lain di Alter Ego yang sebelumnya lagi tak tahu arah mau kemana sebagai sebuah tim.”

Dibanding KelThuzard, Farand “Koala” Kowara memang lebih senior. Koala bahkan memulai karirnya dari zaman DotA dan masih eksis di scene Dota 2 sampai hari ini. Kehadiran Koala sebagai legenda hidup Dota 2 Indonesia memang sepertinya punya dampak besar buat pemain-pemain kelas kakap Alter Ego.

Selain KelThuzard tadi, Alter Ego saat ini juga diperkuat oleh salah satu pemain Dota 2 Indonesia jagoan yang lincah dan tajam; Ramzi “Ramz” Bayhaki.

Baca juga:  Tren Baru: Selebriti Musik Memasuki Industri Esports

PG.Barracx

Inilah tim terakhir yang disebutkan oleh kedua shoutcaster kita kali ini. Menurut pendapat Yudi, “Lawlesshy jadi makin jago. PG.Barracx yang sebelumnya kurang di offlane sekarang tertutup dengan performa baik lawlesshy.”

Namun demikian, Yudi juga menambahkan bahwa PG.Barracx masuk di prediksi kali ini karena melihat 4 tim sisanya. “Gua ga yakin ada (dari 4 tim tersisa) yang bisa ngalahin PG.Barracx. Yang paling besar potensinya mengalahkan PG.Barracx ya Antrophy sebenarnya tapi mereka masih kurang juga performanya padahal berisikan pemain-pemain besar (Yabyoo, Nafari, dkk.).”

Namun bukankah PG.Barracx sebelumnya sempat mengalahkan BOOM ID di salah satu turnamen? “Iya, main di warnet sih. Coba Final ESL Indonesia Championship S2 main di warnet…” Ujar Yudi sembari berseloroh.

Dejet juga mengutarakan pendapat yang tak jauh berbeda namun ia mengaku ragu untuk memprediksi tim keempat yang lolos ke Semifinal. “Perolehan skor sementara bukan berarti bisa jadi patokan 100%. Kalau misalkan PG.Barracx tidak stabil performanya, gua menjagokan Antrophy yang bisa mengambil slot keempat. Kalau based-on performance, gua pilih PG.Barracx. Kalau luck? I’m all-in for Antrophy.” Tutup Dimas.


Nah itu dia, hasil bincang-bincang memprediksi tim Dota 2 di babak Semifinal nanti. Menurut kamu, bagaimana? Apakah kamu punya analisis yang berbeda? Yuk, sampaikan di kolom komentar di bawah!

Pertarungan ESL Indonesia Championship Season 2 untuk Dota 2 akan kembali berlanjut dengan jadwal sebagai berikut:

  • Week 1: 16 & 20 Juli 2019
  • Week 2: 21 & 22 Juli 2019
  • Week 3: 23 & 24 Juli 2019
  • Week 4: 30 & 31 Juli 2019
  • Week 5: 27 & 28 Agustus 2019
  • Week 6: 3 & 4 September 2019
  • Week 7: 5 & 6 September 2019
  • Semifinal: 7 & 8 September 2019

Pada pertarungan panjang liga bermode double round-robin ini, 8 tim Dota 2 terbaik se-Indonesia harus berjuang selama 7 pekan untuk memperebutkan 4 slot di babak Semifinal.

Kamu juga menyaksikan setiap pertandingan ESL Indonesia Championship Season 2 di saluran YouTube berikut ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here