Hobi Main Game? Ga Salah, Kok!

2
2602
Hobi Main Game? Ga Salah, Kok!
Hobi Main Game? Ga Salah, Kok!

Mungkin yang terlintas dalam pikiran kita saat mendengar kata main game adalah tindakan yang buang-buang waktu, percuma, tidak produktif dan tidak memiliki masa depan. Tak jarang ketika kita bermain game, orangtua pun berang melihatnya.

Tapi itu dulu. Sekarang, masa depan gaming sudah menunjukkan tampangnya. Olahraga elektronik atau yang lebih dikenal dengan esports, sudah mulai mewabah dan ditanggapi serius di Indonesia. Esports adalah istilah yang digunakan untuk membedakan competitive gaming modern yang memiliki ekosistem terintegrasi seperti infrastruktur, konferensi, tim profesional, liga, dan sponsor, dari jenis video game lainnya.

Esports sendiri dipandang menguntungkan dari segi bisnis. Tidak hanya peserta pertandingannya, tetapi juga sponsor dan panitia penyelenggara juga mendapatkan uang dengan nominal yang tidak sedikit. Pendapatan yang menguntungkan ini berasal dari berbagai aspek seperti tiket menonton, iklan online, penjualan merchandise, kerja sama antar brand, dan lain-lain.

Dengan masa depan gaming yang mulai diperhitungkan, sudah jelas gaming bukanlah kegiatan yang sia-sia. Simak hal-hal baik berikut yang membuat hobi gaming kamu tidak lagi sekedar membuang-buang waktu:

1Sekolah mulai memasukan esports sebagai pelajaran

SMA 1 PKSD via popcon.asia

Ternyata esports tidak hanya tersebar di perguruan tinggi saja, esport juga merambat sampai sekolah-sekolah, salah satunya SMA 1 PSKD di Jakarta Pusat. Belum lama ini mereka membuka program esports sebagai kegiatan belajar mengajar. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga memberikan beasiswa. Sayangnya kuota yang diberikan hanya sedikit.

Karena itu juga, SMA 1 PSKD membuka lowongan untuk program esports. Melihat pasar esports yang semakin luas, ditambah dengan negara tetangga seperti Malaysia juga sudah memulai program ini. SMA 1 PSKD berinisiatif dengan mengajak perusahaan MSI dan Steelseries sebagai sponsor.

Tidak hanya di Jakarta, negara-negara di Eropa ternyata sudah lebih dulu memulai program esports di sekolah-sekolah, contohnya Norwegia dan Swedia. Dengan adanya program esports tingkat sekolah, diharapkan dapat menyaring potensi gamer profesional dan bisa bersaing di tingkat internasional, khususnya untuk mengharumkan Tanah Air kita.

2Universitas di Indonesia sudah ada yang membuka program esports loh

Universitas Dian Nuswantoro Semarang via wincamp.org

Tidak hanya sekolah saja yang mendukung potensi esports, salah satu universitas swasta di Indonesia juga turut meramaikan potensi pertumbuhan industri esports ini. Institusi pendidikan tersebut tidak lain adalah Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Program esports yang baru diluncurkan pada tahun 2018, merupakan hasil advokasi pentingnya pendidikan esports yang diprakarsai oleh Asosiasi Esports Indonesia (IeSPA), khususnya IeSPA Jawa Tengah.

Baca juga:  5 Langkah Awal Menjadi Pro Gamer

Program ini tentu saja bertujuan tidak hanya untuk mencetak gamer yang biasa, tetapi gamer profesional yang memiliki jenjang karir dan masa depan yang jelas. Para mahasiswanya akan dibina untuk menjadi atlet yang dapat bersaing di perlombaan-perlombaan skala internasional. Saat ini, Indonesia sendiri sudah memiliki banyak bibit-bibit yang berprestasi di dunia esports. Dengan adanya dukungan nyata dari institusi pendidikan, tentunya sumber daya manusia di Indonesia akan mampu menggapai prestasi yang lebih baik lagi.

3Pertumbuhan industri yang menciptakan karir-karir baru di dunia esports

Shoutcasters via metaco.gg

Shoutcaster, pro gamer, team manager, coach, dan analyst adalah beberapa jenis profesi yang lahir dari perkembangan esports di dunia. Esports yang merupakan industri gabungan dari sektor olahraga dan juga hiburan, telah sukses menciptakan hype di tengah masyarakat. Keseruan dalam menyaksikan suatu pertandingan esports telah menarik perhatian banyak pelaku bisnis, terutama pada hal jumlah penonton yang menyaksikannya.

Sebagai contoh, pada olahraga sepak bola, menyaksikan pertandingan tanpa ditemani komentator tentulah tidak memberi keseruan kepada penontonnya, sehingga muncullah karir sebagai komentator. Hal yang sama juga berlaku di esports, dimana suatu keseruan pertandingan dapat dioptimalkan dengan kehadiran seorang shoutcaster.

Contoh yang lain adalah pada keadaan dimana perusahaan ingin mempromosikan produknya secara ‘halus’ dan alami melalui sosok influencer yang dekat dengan audiens esports, yakni figur brand ambassador.

4Berkembangnya turnamen-turnamen esports yang memberikan jenjang pengakuan dan hadiah fantastis

The International DOTA2 Championships via blog.dota2.com

Buat yang suka main Dota 2, pasti sudah tidak asing lagi dengan turnamen besar yang satu ini. Turnamen ini adalah turnamen Dota 2 terbesar di dunia yang dibuat oleh Valve Corporation.

Turnamen pertama diselenggarakan pada tahun 2011 dengan total hadiah 1,6 juta USD. Berkat total hadiah yang mencapai angka 1,6 juta USD membuat turnamen-turnamen lain juga ikut menaikan hadiah turnamen dengan nilai yang serupa, bahkan lebih tinggi. The International merupakan langkah awal yang menginspirasi turnamen esports lainnya.

Tidak hanya pada Dota 2, game lain seperti League of Legends dan Hearthstone juga memiliki turnamen bergengsinya sendiri, seperti League of Legends World Championship dan Hearthstone Championship Tour.

Baca juga:  Mobile Esports Tiba di PUBG dan Fortnite: Sudah Tahu Bedanya?

Nah, itu dia beberapa poin yang menjanjikan dari industri esports. Tertarik untuk membawa hobi kamu to the next level? Ayo tunjukkan ke orang tua kamu bahwa gaming tidaklah seburuk yang mereka kira.

(Disunting oleh Satya Kevino)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here