[Film Esports] Review Enter the Battlefield: Arena Pertempuran Para “Penyihir”

0
87
Enter the Battlefield
Enter the Battlefield film dokumenter tentang gim Magic: The Gathering/neogaf.com.
Menangkan Hadiah Menarik di Event Pre Registration Cloud Song

Jika kamu penggemar permainan Yu-Gi-Oh!, maka film dokumenter Enter the Battlefield: Life on the Magic – The Gathering Pro Tour ini bisa jadi salah satu referensi film bertema olahraga yang unik. Magic: The Gathering (MTG) adalah salah satu permainan yang populer di dunia yang sudah dimainkan oleh lebih dari 6 juta orang.

Memang bukan merupakan video gim esports seperti Mobile Legends: Bang-Bang atau PUBG. Permainan ini merupakan permainan kartu seperti poker dan dikenal dengan langkah-langkah taktisnya mirip seperti catur. Tidak hanya sekadar gim, MTG juga sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup terkenal di dunia.

MTG merupakan permainan kartu yang diciptakan oleh Richard Garfield dan dikembangkan oleh perusahaan Wizard of the Coast. Permainan kartu ini dimainkan dengan penuh strategi dan keberuntungan yang bersamaan. Harga kartunya pun terbilang sangat fantastis.

Permainan ini adalah gim duel antara penyihir yang disebut Planeswalker atau Duelist. Para pemain memiliki kartu dengan kekuatan sihir, artefak, dan kekuatan lain untuk mengalahkan lawannya. Konsep ini mirip dengan gim RPG tradisional seperti Dungeons & Dragons.

Film dokumenter Enter the Battlefield ini dirilis pada 2016 dan diproduseri Shawn Kornhauser dan Nathan Holt. Film ini mengisahkan pro player yang memasuki musim turnamen, yakni Reid Duke, Owen Turtenwald, William Jensen, Patrick Chapin, Shahar Shenhar, Melissa DeTora, and Chris Pikula.

Berkisah tentang ketujuh pemain yang memiliki tujuan pribadi dalam mengikuti Magic: The Gathering Pro Tour. Selain melawan pemain lain, mereka juga bersaing dengan diri mereka sendiri.

Review Enter the Battlefield: Bukan Permainan Kartu Biasa

magic the gathering
Magic: The Gathering merupakan permainan kartu yang tidak biasa/dicebreaker.com

Banyak pemain profesional yang memainkan Magic: The Gathering untuk berbagai tujuan. Ada yang ingin mencari uang, kesenangan, juga membuktikan diri.

Mereka semua bermain dengan sangat fantastis. Narasi yang dikisahkan berulang-ulang meski masih terdapat sisi menariknya dengan membahas permainan kartu penyihir menjadi ajang olahraga profesional MTG.

Enter the Battlefield betul-betul memperlihatkan MTG bukanlah gim kaleng-kaleng. Dalam permainannya, pemain membutuhkan kecerdasan dan kemampuan untuk menghadapi tekanan. Di samping itu, para pemain menggunakan taktik, bukan sekadar keberuntungan seperti permainan dadu.

Banyak yang menyebut MTG adalah catur dibandingkan seperti permainan kartu biasa. Permainannya cukup kompleks dan sulit untuk dipahami.

Mungkin karena itulah yang membuat ketujuh orang dalam film ini sangat berambisi untuk memenangkan kompetisi. Patrick Chapin adalah orang rajin yang karismatik dengan menghabiskan waktunya di geladak bangunan.

Kemudian ada Christoper Pikula yang pernah gagal dan berusaha mati-matian untuk meraih kemenangan. Ada pula Melissa DelTora, salah seorang pro player cewek yang bersaing di level tertinggi dan menjadi panutan para pemain perempuan.

Lalu ada Shaheer Shenar, pemain “gila” asal Israel yang mampu mendominasi permainan. Selanjutnya Peach Garden Oath, tim yang terdiri dari trio Reid Duke, William Jensen, dan Owen Turtenwald yang menjadi pemain MTG terbaik di dunia di musim Pro Tour 2013-2014. Peach Garden Oath bekerja sama untuk menjadi tim terbaik dibandingkan harus berjalan sendiri-sendiri.

Review Enter the Battlefield: Mengulas Sisi Para Pemain

battlefield magic the gathering
Film dokumenter ini membahas para pemain yang memasuki turnamen Pro Tour/amazon.com.

Dari film ini, sisi yang menarik adalah membahas Peach Garden Oath. Owen Turtenwald adalah seorang pemain dengan hidup yang menyenangkan. Ia merupakan salah satu pro player Magic: The Gathering.

Dengan hobinya yang menyukai hal-hal berbau sihir, ia memiliki keluarga yang suportif dengan hobinya itu. Di samping itu, ia sangat mengagumi Reid Duke.

Reid Duke merupakan teman yang sangat berarti bagi Owen. Ia membantu Owen dan sangat berpengaruh untuknya. Reid dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul.

Film dokumenter berdurasi panjang ini juga menampilkan kisah Shahar Shenhar, juara dunia Magic: The Gathering sebanyak dua kali. Juga, sisi Chris Pikula, pemain profesional yang hampir mencapai Hall of Fame. Ia memiliki kehidupan lain selain gim, yakni keluarga dan kariernya.

Dua “penyihir” ini dinarasikan secara berbeda. Shahar Shenhar sebagai pemain muda. Dan Chris Pikula merupakan veteran dari Magic: The Gathering. Mereka merancang hidup dan karier yang berbeda untuk masa depan dengan permainan “sihir” tersebut.

Konteks narasi yang dibangun dari film ini memiliki beberapa kelemahan. Poin positifnya, Enter the Battlefield diproduksi dengan apik dan menempatkan kisah hidup para pemain untuk menjalin benang cerita antara pemain satu dengan pemain lainnya.

Apa saja yang mendorong mereka bermain? Dan mengapa mereka bermain MTG? Semuanya tersaji di Enter the Battlefield meski gaya penceritaannya acak.

Review Enter the Battlefield: Narasi Penceritaan yang Acak

enter the battlefield film
Film ini memiliki beberapa kekurangan dari segi penceritaan.

Karena permainan MTG lebih rumit dibandingkan dengan poker, sebagai penonton, rasanya sangat sulit untuk memahami permainan ini dalam satu jam. Meski sebetulnya Enter the Battlefield lebih menonjolkan cerita para pemain, tetapi jika tidak terbiasa dengan MTG, penonton akan mencari lebih lanjut terkait gim ini.

Poin tambahnya, Enter the Battlefield dibuat dengan teknis yang baik. Shot kameranya yang baik, suaranya jernih dan jelas. Ada yang berpendapat bahwa film dokumenter ini lebih baik menjadi serial dokumenter dibandingkan sebagai film dokumenter panjang.

Hal itu dikarenakan sisi “magic” yang menjadi kabur dalam film ini. Tidak terlalu banyak pendalaman cerita karena kilasan kehidupan pribadi para pemain yang terlalu banyak. Sehingga cerita dari para pemain terkesan acak dan dangkal.

Karakter dari para pemain juga tidak terekspos dengan baik. Sehingga penceritaan dari film ini kurang tereksplorasi meski ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai bahan. Maka dari situlah, rasa-rasanya film Enter the Battlefield ini akan jauh lebih menarik jika dibuatkan serialnya.

Penonton merasa kurang simpatik dengan film dokumenter ini karena kesan dari narasi yang meloncat-loncat dan kurang menggali lebih dalam. Jika kamu kurang menyukai film dokumenter dengan pendekatan yang melompat-lompat, maka film ini kurang cocok meski temanya cukup unik.

Enter the Battlefield bisa dibilang seperti film dokumenter promosi dari gim Magic: The Gathering. Sama halnya Free to Play yang diproduksi oleh Valve sebagai film dokumenter DOTA 2. Sayangnya, Free to Play memiliki poin lebih dibandingkan dengan Enter the Battlefield.

Enter the Battlefield menjadi film yang membahas turnamen MTG yang unik dan mungkin masih jarang didengar di Indonesia. Selain itu, film dokumenter ini menjadi dokumenter yang penting bagi komunitas-komunitas gim MTG. Sehingga cukup worth it untuk melihat budaya bermain di luar negeri.

Magic: The Gathering saat ini sudah rilis versi PC yakni Magic: The Gathering Arena. Gameplay dari gim PC ini hampir sama dengan versi lamanya dengan membawa pengalaman bermain tabletop.

Selain itu, gim ini memiliki permainan cepat dan intens. Selain itu gim ini juga free to play alias gratis meski harus mengeluarkan kocek lebih untuk mendapatkan deck yang sesuai.

Sama seperti Magic: The Gathering, gim terbarunya Magic: The Gathering Arena (MTGA) juga terdapat kompetisi skala besarnya, lho. Kira-kira bakalan ada film yang membahas MTGA? Kita tunggu informasi selanjutnya, ya!

Untuk menonton film dokumenter ini, kamu bisa menontonnya lewat streaming YouTube di Enter the Battlefield. Jika sudah nonton, beri review di kolom komentar, ya!

Media Partnership