EVOS Jennie, Mantan Konsultan Pajak yang Jadi Pro player

0
498
EVOS Jennie
EVOS Jennie mengisi role tank/support dalam tim EVOS Lynx.

Bicara tentang divisi Mobile Legends tidak lengkap tanpa membicarakan EVOS Lynx. Tim Mobile Legends khusus yang dibentuk oleh EVOS Esports tersebut memiliki lini pemain yang sangat handal. Salah satunya adalah EVOS Jennie, pemain yang direkrut oleh EVOS pada 2020 lalu, tanpa berlama-lama langsung menunjukkan kemampuannya bersama tim.

Tidak perlu adaptasi berlama-lama, pemain bernama Livia Lemmuela ini langsung bermain dalam turnamen MLBB ladies. Skill bermainnya dapat diadu dengan pro player dari tim lain. Di dalam tim, ia memegang role sebagai tank/support.

Namanya langsung meroket saat bergabung dan menorehkan juara bersama EVOS Ladies (saat ini bernama EVOS Lynx) dalam turnamen Woman Star League dengan menumbangkan Siren Moon. Saat itu, ia masih terhitung sebagai pemain rekrutan baru, tetapi kemampuannya telah diakui oleh para penggemar.

Sebelum bergabung dengan EVOS, Jennie merupakan pemain dari Victim Esports. Ia pindah bersama EVOS Violet untuk menggantikan posisi Listy yang di-terminated dari tim EVOS serta EVOS Pucci yang mengambil break dari kompetisi. Ia resmi menjadi pemain EVOS pada bulan September 2020.

Profil EVOS Jennie #1: Melepas Karier untuk Jadi Pro player

EVOS Jennie
Jennie pernah bekerja sebagai konsultan pajak.

Pemain asal Surabaya ini memang sudah hobi bermain game sejak kecil. Bahkan bisa disebut menjadi pro player adalah cita-citanya sejak dulu. Sebelum menjadi pro player, dirinya bekerja sebagai konsultan pajak.

Namun demi memenuhi cita-citanya sebagai pro player, EVOS Jennie rela melepas pekerjaannya dan memilih mejadi pemain profesional. Ia mengaku nyaman bekerja dan mendapatkan penghasilan sesuai passion dan hobinya.

Bakat bermainnya yang tumbuh berkat bermain game sejak kecil tersebut ternyata membawanya ke tahap yang lebih besar. Dalam live streaming yang disiarkan EVOS Funi, EVOS Jennie menyebutkan ia sudah bermain game selayaknya anak laki-laki pada umumnya. Ia mengaku bahwa ia sering bermain di warnet setiap hari.

EVOS Jennie mengaku lebih senang bermain di warnet ketimbang di rumah sendiri. Ia menjelaskan jika suasana warnet lebih ramai dan ada teman bermain game. Itulah yang menjadi alasan Jennie lebih senang bermain di warnet.

EVOS Jennie
EVOS Jennie sukses debut di EVOS dengan meraih trofi Woman Star League (WSL) Season 1.

Saking seringnya bermain game di warnet, ia sering dimarahi oleh kedua orang tuanya. Orang tua Jennie sampai melarangnya untuk bermain di warnet lagi karena hal tersebut. Ia hanya diizinkan bermain game setiap hari Sabtu pagi sampai jam 6 sore.

“Aku diam-diam juga, izinnya ke mal, tapi main ke warnet,” jelas Jennie di live streaming EVOS Funi.

Meski dilarang oleh orang tuanya, tidak menutup keinginan EVOS Jennie untuk terus bermain game. Namun, tanpa disangka, meski sudah bekerja ia melepaskan pekerjaan tersebut dan berhasil debut dengan baik dalam dunia esports.

Profil EVOS Jennie #2: Membangun Kanal YouTube Gaming

Jennie EVOS
Travelling menjadi hobi bagi EVOS Jennie.

Meski saat ini EVOS Jennie sudah sukses sebagai pemain, ia ternyata pernah bercita-cita sebagai penyanyi. Tidak hanya tentang bakat bernyanyinya yang baik, Jennie juga tidak pernah melupakan pendidikannya. Saat ini ia tengah menempuh kuliah di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Travelling juga menjadi hobi lain Jennie selain bermain game. Melalui unggahan di Instagramnya, ia sudah mengunjungi banyak destinasi wisata luar negeri. Momen itu ia unggah lewat akun sosial media pribadinya dan dibagikan ke penggemarnya.

EVOS Jennie memang dikenal sebagai pemain yang cukup aktif di sosial medianya seperti TikTok dan Instagram. Beberapa bulan lalu, Jennie membuka kanal YouTube dengan nama Livia Jennie. Saat ini ia sudah memiliki 22,9 ribu subscriber yang mengikutinya di YouTube.

Di YouTube, ia membagikan gameplay, review, dan konten-konten yang berkaitan dengan game. Terutama tentang Mobile Legends: Bang Bang, game yang sudah menjadi keahliannya. Ia juga sering berkolaborasi untuk mengadakan streaming bersama pro player lainnya.

Pemain yang sudah diundangnya untuk bermain bersamanya di antaranya adalah Phrasa, Lemon, WizzKing, dan Liam. Pada satu konten YouTubenya, Lemon memuji kemampuan Jennie dalam bermain. Sedangkan di TikTok, ia lebih sering memberikan konten hiburan meski tidak jarang ia juga membuat konten gaming yang dibagikan untuk penggemar.

Profil EVOS Jennie #3: Pick Hero dari EVOS Jennie

EVOS Jennie
EVOS Jennie lihai menggunakan hero-hero mage.

Nama EVOS Jennie yang semakin bersinar tentu tidak lepas dari kemampuan bermainnya yang handal. Sebagai tank/support, ia memang cukup mahir memainkan beberapa hero seperti Chang’e, Selena, dan Pharsa. Kira-kira bagaimana spesifikasi ketiga hero tersebut untuk dimainkan?

Ketiga hero tersebut dikenal sebagai hero yang cukup rumit untuk dimainkan karena memiliki kompleksitas mekanik yang tinggi. Namun bagi pro player yang sering berlatih, tentunya harus dapat menggunakan herohero untuk kebutuhan strategi permainan. Untuk itu, kebanyakan pro player mahir menggunakan lebih dari dua hero.

Pertama ada hero Chang’e, yakni hero Mage yang sangat populer dengan damage besar di early game karena memiliki damage magical. Dengan damage yang besar tersebut, ia mampu membunuh hero lawan dengan mudah saat early game. Mage ini juga dikenal sebagai hero yang cukup lincah.

Skill pasifnya adalah Trouble Maker dengan skill Pasif Meteor Shower ternyata saling melengkapi. Dengan build item yang tepat, hero ini dapat dengan mudah menghabisi hero manapun. Terlebih ia memiliki Buff besar di skill kedua, yakni Crescent Moon.

Kedua, hero ini sudah sangat sering digunakan oleh pemain dalam game, bisa disebut Selena merupakan hero terfavorit. Sama seperti hero Mage pada umumnya, hero Selena memiliki damage yang besar di early game. Ia memiliki stun yang juga mematikan karena cukup lama serta burst damage yang tinggi.

EVOS Lynx
EVOS Lynx berhasil menjadi pemenang WSL Season 1.

Dengan kemampuannya ia dapat meng-counter herohero yang lincah. Namun, kekurangan Selena ternyata juga signifikan untuk permainan. Hero ini sangat boros mana dan tidak kuat di late game, sekaligus ia sangat sulit dikuasai oleh pemain pemula.

Ketiga, hero Pharsa merupakan hero Mage yang populer di Mobile Legends. Hero ini disebut relatif mudah digunakan untuk pemula, sehingga sering digunakan di rank rendah atau tinggi, tetapi tentunya dengan build item yang berbeda. Hero ini memiliki kemampuan yang sangat lengkap untuk membunuh hero lawan.

Pharsa memiliki kemampuan roaming yang sangat cepat kemanapun ia pergi. Ia juga dapat berubah menjadi burung dan menembus tembok. Cooldown yang singkat serta damage dari ultimate skill yang mengerikan menjadi kelebihan tersendiri bagi hero satu ini.

Meski memiliki kelebihan yang besar, kelemahan dari hero Mage ini tidak dapat menghindari burst damage tinggi milik kawan. Ia juga sangat bergantung pada ultimate skill dan tidak dapat bergerak saat melakukan ultimate.

EVOS Jennie berhasil menjadi pro player karena kerja keras dan konsistensinya di dunia game. Ia juga berani untuk keluar dari zona nyaman untuk mencapai apa yang ia inginkan, yakni pro player.

Jika kita melatih skill dan tetap bekerja keras meraih cita-cita, tentunya itu menjadi motivasi untuk berkarier di dunia esports, karena kesempatan tidak akan pernah datang di waktu yang salah.