Berawal dari Pekerjaan dan Hobi, Mari Berkenalan dengan Maechael, Sang Founder Ibarat Esports

0
442
Maechael Setiawan, founder Ibarat Esports

Kisah-kisah penemuan jati diri tidak lepas dari segudang kekhawatiran dan keraguan, baik yang muncul dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Apa yang disukai oleh seorang pribadi belum tentu dapat diterima oleh sekitarnya. Perjuangan pun sudah menjadi sebuah harga mati dari setiap perjalanan menuju impian.

Industri esports yang tergolong masih baru sudah banyak menginspirasi para kawula muda untuk berkarya. Beberapa memutuskan untuk menjadi atlet esports, beberapa yang lain memutuskan untuk menjadi bagian dari elemen pendukungnya.

Sampai sejauh ini, tim Ibarat Esports sudah memiliki beberapa atlet. Di divisi Arena of Valor, terdapat 110 orang pemain, dan Shell Fire sebanyak 35 orang pemain. Tidak hanya itu, tim Ibarat ini bahkan telah membuka divisi baru, yaitu Mobile Legends, Free Fire, Playerunknown’s Battlegrounds Mobile/PC, dan juga Point Blank.
Divisi Ibarat Esports

Pada kesempatan kali ini, Esportsnesia berhasil mendekati seorang figur pemimpin yang menaungi atlet-atlet esports Indonesia melalui tim bentukannya, Ibarat Esports. Bersama dengan Maechael Setiawan, mari kita simak kisah-kisahnya sebagai seorang founder tim esports.

Bagaimana kisah awal terbentuknya Ibarat Esports?

Berawal dari bekerja di industri esports, memiliki hobi bermain game, serta tergabung ke dalam komunitas esports; Maechael berinisiatif untuk membentuk sebuah tim esports yang bisa dibawa untuk bertumbuh bersama.

Terbentuknya tim ini tentulah dengan segudang harapan yang ingin dicapai, hal tersebut tergambar dari nama dan ciri khas Ibarat Esports, yaitu pedang dan sayap.

Halo Indonesia, Sudah Kenal Belum dengan Ibarat Esports? | Esportsnesia.com

Pedang dan sayap memiliki nilai filosofis yang mengartikan bahwa tim ini siap untuk bertarung (direfleksikan melalui simbol pedang); dan simbol sayap yang memiliki arti bahwa lingkungan sekitar akan senantiasa mendukung perkembangan tim Ibarat Esports.

“Tanpa adanya naungan sayap, atau orang-orang sekitar, baik teman satu tim maupun Tuhan Yang Maha Esa, maka kami ini bukan apa-apa, hanya sekedar tim biasa”, sahut Maechael.

Bagaimana proses rekrutmennya?

Di dalam sebuah organisasi, keanggotaan adalah sebuah keharusan. Memiliki satu atau dua saja tidaklah cukup. Untuk itu, tim Ibarat Esports memiliki waktu tersendiri akan perekrutan yang dibuka bagi siapa saja yang ingin bergabung di dalamnya.

Baca juga:  Miracle-, Pemain ‘Ajaib’ Dota 2 Pemecah Rekor 9000 MMR

Dengan adanya rising trend untuk berkarir di dunia esports, banyak talenta-talenta muda yang ingin bergabung ke dalam Ibarat Esports. Namun, tidak semua antusiasme tersebut dapat diakomodir.

Profesionalisme untuk menjaga nilai-nilai organisasi pun harus dijunjung tinggi melalui standar rekrutmen yang telah disusun.

Divisi AOV Ibarat Esports
Anggota Arena of Valor

Sederhananya, Ibarat Esports akan melakukan screening terhadap para calon anggota melalui screenshot profil, dan riwayat match bermain, hingga karakter favorit calon anggotanya. Setelah mempertimbangkannya, Maechael dan rekan-rekan akan melakukan wawancara sederhana terkait pengalaman bermainnya.

Bagaimana perkembangannya hingga hari ini?

Semakin tinggi sebuah  pohon, maka semakin kencang angin yang menerpanya. Begitu juga dengan posisi founder yang diduduki Maechael saat ini. Sebagai seorang founder, Maechael terus berusaha untuk mengadakan event turnamen kecil-kecilan setiap bulannya.

Tidak hanya untuk sekedar latihan internal, hadiah-hadiah yang ditawarkan seperti pulsa maupun uang tunai pun memiliki porsi untuk memotivasi para anggota. Maechael berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan kompetensi dan skill anggota timnya.

Maechael dan tim Ibarat Esports
Maechael dan tim Ibarat Esports

Maechael juga tidak segan untuk menerbangkan atlet-atletnya mengikuti kompetisi di luar kota, jika sudah memiliki persiapan yang baik. Di tahun ini Ibarat Esports telah mengikuti turnamen AOV Ladies Championship 2018 di Jakarta.

Apa cuma itu kesibukan seorang founder?

Tidak hanya itu, Maechael juga harus membagi pikiran akan sistem kepengurusan yang tetap harus berjalan. Sejauh ini, Maechael menjadi satu-satunya yang memegang kendali sebagai chief everything officer yang mencakup pekerjaan seorang manager.

Namun, Maechael juga menyadari bahwa tim yang dibentuknya juga membutuhkan perhatian dari mereka yang ahli, seperti untuk posisi coach dan analyst. Posisi yang sudah terisi oleh rekan kepercayaan Maechael tentunya akan sangat membantu mengevaluasi performa para anggota tim.

Apakah ada kesulitan sebagai seorang founder?

Dalam menjaga kestabilan Ibarat Esports, Maechael tidak memungkiri adanya ketidakcocokan yang terjadi antar satu anggota dengan anggota lainnya, khusus dalam bermain dan berlatih menuju turnamen.

Ini adalah tantangan serius bagi seorang founder untuk dapat mempersatukan keluarga keduanya. Oleh sebab itu, untuk mengakalinya, Maechael pun menegaskan sebuah peraturan dimana tiap anggota harus bergantian berlatih satu sama lain tanpa adanya penolakan.

Jika terjadi penolakan dan tidak melanjutkan latihan, maka anggota yang menolak akan mendapatkan sanksi, seperti dikeluarkan dari tim.

Maechael mengakui bahwa aturan tersebut terlihat cukup kasar dan semena-mena, akan tetapi sang founder meyakini bahwa dengan adanya peraturan tersebut, para anggota akan menjadi lebih disiplin dalam berlatih.

Wah, serius sekali aturannya. Bagaimana dengan hasilnya?

Maechael mengaku bahwa peraturan yang dibuat bekerja dengan cukup baik dan berjalan lancar. Hal tersebut terlihat dengan tidak adanya lagi pilah-memilah dan tolak-menolak dalam latihan.

Namun, Maechael juga meyakini bahwa semuanya dapat berjalan dengan baik karena tidak lepas dari adanya komunikasi yang baik juga antar sesama pemain dalam sebuah tim.

Apa saja tantangan yang dihadapi Ibarat Esports?

Hampir seluruh anggota yang berada di dalam Ibarat Esports tidak bersifat full time. Oleh karena itu, menyusun jadwal latihan pun bisa menjadi sebuah kesulitan tersendiri. Namun, kita tidak boleh melupakan prinsip bahwa masalah hanya muncul untuk diselesaikan.

Komunikasi yang dijalin dengan baik akan mempertemukan jadwal yang satu dengan yang lain. Di tengah kesibukan tiap anggotanya, tim ini tetap berkomitmen untuk melaksanakan mabar  minimal 3 kali dalam sehari.

Tujuannya tidak lain adalah agar chemistry tiap atlet Ibarat bisa bertumbuh dan berkembang.

Apa agenda Ibarat Esports dalam waktu dekat?

Ibarat Esports saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen VO-Cup mendatang serta beberapa turnamen lokal dan VOCC. Meskipun sebelumnya belum berhasil menjuarai PUBG Tournament City  (meraih peringkat ke-2), Maechael beserta tim meyakini bahwa Ibarat Esports akan bersinar di masa akan datang melalui latihan yang konsisten.

Apa hal yang memotivasi untuk terus bertahan di Ibarat Esports?

Sebelumnya, Ibarat Esports juga berhasil meraih peringkat ke-19 di salah satu event yang diadakan NIMO.TV. Meskipun peringkat yang diraih masih dirasa kurang memuaskan, Maechael dan tim tidak berputus asa.

Justru, hasil yang tidak memuaskan tersebut akan menjadi sebuah batu loncatan bagi Ibarat Esports untuk lebih semangat dalam berlatih dan semakin sering mengikuti turnamen-turnamen yang ada.

Apa harapan Ibarat Esports ke depan?

Maechael, dalam kapasitasnya sebagai founder, berharap agar kerja sama tim tetap solid antar satu dengan yang lain. Maechael juga meyakini bahwa sebuah prestasi dapat menjadi api yang membakar semangat lebih lagi, namun menuju titik tersebut tetaplah dibutuhkan hubungan kerja sama dan komunikasi yang baik.

Meraih peringkat tertinggi dan membawa kemenangan bersama dengan tim Ibarat adalah mimpi yang sedang berusaha untuk digapai.

Streamer Ibarat Esports di Nimo TV

Walau badai yang dihadapi tidak terlihat mudah, seperti masih adanya anggota yang suka ngambek dan sulit untuk diarahkan, hingga banyaknya pertimbangan dalam membentuk sebuah roster tim; Maechael yakin bahwa tidak ada kerja keras yang mengkhianati hasil.

Penutup

Meyakini bahwa dunia esports ini akan memiliki masa depan yang cerah dalam beberapa waktu mendatang, konsistensi perjuangan Maechael bersama dengan Ibarat Esports adalah sebuah pekerjaan rumah yang harus terus menerus diselesaikan agar bisa naik kelas.

Rajin berlatih, bermain bersama, hingga komunikasi yang baik merupakan kunci untuk berkembang. Oleh karenanya, bersama-sama Ibarat Esports akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here