Tak Lagi Berumur Jagung; Yuk, Kenalan dengan Cross Gathering!

1
459
Tak Lagi Berumur Jagung; Yuk, Kenalan dengan Cross Gathering!

Bermain game sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat zaman now. Sudah terlalu banyak pilihan sampai membuat kebingungan game mana yang akan dimainkan. Semakin menekuni, beberapa pemain memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas demi terbentuknya solidaritas, begitu juga dengan komunitas game fighting yang diwawancarai oleh Esportsnesia kali ini.

Event lomba Cross Gathering

Bersama dengan Eko Gunawan, salah satu anggota komunitas game fighting, Cross Gathering, mari kita simak perjalanan komunitas ini.

Awal terbentuknya Cross Gathering

Berawal dari komunitas fighting game yang kecil dan terpisah-pisah, sebuah urgensi untuk membentuk sebuah kesatuan yang lebih besar pun tercetuskan. Layaknya peribahasa yang berbunyi, “sebatang lidi mudah dipatahkan, namun kumpulan lidi yang disatukan sulit dipatahkan,” menjadi inspirasi untuk terbentuknya komunitas ini.

Member gathering

Dengan kesatuan yang lebih besar, keuntungan yang didapat untuk mengembangkan komunitas juga akan turut bertambah, khususnya dalam mengadakan acara dan menarik perhatian para sponsor. Kegiatan perdana pun dimulai pada tahun 2012 dan berlangsung dengan sukses di Grand City Surabaya.

Menghubungi Cross Gathering

Komunitas ini tentunya berharap untuk dapat menyatukan lebih banyak lagi teman-teman penggemar fighting game yang saat ini belum menemukan wadah untuk berkembang bersama. Untuk itu, komunitas ini memiliki media sosial sebagai sarana komunikasi untuk memberi informasi lebih lanjut mengenai komunitas ini serta cara bergabungnya.

Demo open booth

Kamu bisa mulai menjelajahi lini masa Cross Gathering melalui Page Facebook ini.

Motivasi yang menggerakkan Cross Gathering

Sampai saat ini, Cross Gathering berkomitmen untuk memajukan komunitas yang sudah didirikan sejak 2012 lalu ini dengan harapan agar dapat menjadi wadah bagi para fighting gamers untuk saling bertukar pikiran maupun teman berlatih bersama.

Harapan tersebut dikristalisasi oleh komunitas ini dalam susunan visi dan misi. Visi Cross Gathering adalah untuk membuat fighting games dikenal oleh masyarakat dan mengembangkan komunitas di jalannya.

Baca juga:  Bincang-Bincang dengan Komunitas AOV Malang

Begitu juga dengan misinya yaitu dengan mengadakan kegiatan-kegiatan secara berkala dan rutin mulai dari gathering, demo promosi hingga event besar yang melibatkan partisipasi semua komunitas fighting games.

Kegiatan yang sudah dilakukan Cross Gathering

Hingga saat ini, Cross Gathering telah beranggotakan sekitar 15 orang. Walau dengan jumlah yang dapat dikatakan sedikit, namun komunitas ini sudah banyak mengadakan kegiatan, seperti:

Gathering member, sebuah perkumpulan yang diadakan sesama teman komunitas. Tentunya yang dibahas tidak jauh dari perkembangan komunitas, rencana event yang ingin diadakan berikutnya, maupun berlatih bersama. Kegatan ini biasanya diadakan di weekend.

Member gathering
Member gathering

Lomba Cross Gathering, kegiatan ini bersifat kompetitif, yang diadakan oleh komunitas Cross Gathering sendiri. Perlombaan ini telah menjadi kegiatan tahunan yang diadakan sebanyak 1-2 kali dalam setahun.

Lomba Cross Gathering
Lomba Cross Gathering

Stand Cross Gathering ini bersifat demo fighting untuk menjaring anggota baru. Dilakukan dengan strategi open stand, dimana para teman komunitas secara sukarela melakukan demo fighting untuk teman-teman yang masih penasaran dengan fighting game. Kegiatan ini juga bersifat tahunan dan diadakan 1 atau 2 kali dalam setahun.

Stand Cross Gathering
Stand Cross Gathering

Setiap kegiatan yang dilakukan mendapatkan respon yang baik oleh para pengunjung yang datang. Tidak sedikit dari teman-teman baru yang ingin ikut demo fighting, namun telihat masih sungkan dan malu-malu.

Dari segala kegiatan yang diadakan, komunitas ini melakukan pendataan akan pengunjung yang mengunjungi booth maupun kegiatan lain, dengan tujuan followup bertahap untuk diajak bergabung dengan komunitas Cross Gathering.

Mitra kerja sama Cross Gathering

Komunitas yang sudah berumur 6 tahun ini tentunya memiliki mitra strategis dalam pelaksanaan event apiknya. Adapun event partner yang sudah pernah bekerja sama dengan Cross Gathering adalah Advance Guard, Japan Culture Daisuki, dan Starnifest.

Lomba Cross Gathering

Acara yang besar tentu saja membutuhkan dukungan material yang besar. Komunitas ini juga sudah menjalin hubungan yang baik dengan beberapa pihak sponsor seperti Comic Café, Amuza, dan Don Boim Café.

Dukungan moril untuk Cross Gathering pun datang dari komunitas tetangga seperti KMPT Malang Tekken BrotherHood, Heaven or Hell, Surabaya Tekken Community, Drop The Cap Surabaya, Bandung Fighting Games Enthusiast (Gelud), DD (Dojo Depok), ISCC Indonesian Soul Calibur Community, Indonesia Dragon Ball Community, dan ISF Indonesia Street Fighter.

Baca juga:  Horas! Stream Gaming Community, Komunitas Esports Asal Sumatera Utara

Suka duka Cross Gathering

Dalam perjalanan Cross Gathering, pencapaian terbesar yang pernah diraih sejauh ini adalah keberhasilan dalam mengadakan perlombaan yang berskala nasional. Bukan untuk gengsi, namun untuk mengembangkan atmosfer kompetitif komunitas fighting game yang masih belum dikenal baik di Indonesia.

Cross gathering member

Walau begitu, komunitas ini merasa masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam menjaring para pemain yang tertarik dengan genre ini.

Perkembangan esports di kota Malang

Eko dari Cross Gathering, yang mengembangkan komunitasnya di kota Malang, mengatakan bahwa masih jarang sekali masyarakat mengenal dunia  esports.  Tidak seperti kota-kota besar lainnya, baik Surabaya maupun Jakarta yang sudah biasa dengan berita perkembangan esports di zaman kini.

Stand Cross Gathering

Hal tersebut terjadi lantaran kurangnya peranan dari pemerintah kota maupun pemerintahan daerah terhadap perkembangan maupun kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Menurut komunitas, belum ada satupun peran pemerintah kota atau daerah terhadap kegiatan yang sudah diadakan sebelumnya.

Pandangan Cross Gathering terhadap isu-isu seputar industri esports

Mobile games telah menyentuh hampir di semua usia. Menurut Eko, tidak selayaknya anak yang berusia masih belum 17 tahun bermain di dunia kompetitif esports. Eko meyakini bahwa usia dibawah 17 tahun masih harus fokus ke dunia pendidikan.

Lomba Cross gathering

Bahkan, jika si anak memang sangat berbakat dan direkrut oleh tim esports, anak tersebut masih harus dibekali dengan pendidikan karakter dan mendapatkan pendidikan umum yang layak.  Dengan begitu, anak tersebut tidak salah mengambil langkah untuk mendalami esports sebelum waktunya.

Penutup

Dengan boomingnya esports di era ini, Cross Gathering berharap dunia esports dapat semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Terutama dapat menyentuh sampai ke daerah pelosok-pelosok khususnya dalam mengedukasi esports agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat.

Begtu juga dengan harapan Cross Gathering terhadap komunitas-komunitas esports yang telah dirintis, untuk tetap tabah dan sabar dalam mengembangkan komunitas. Dengan harapan komunitas yang telah dibangun dapat menjadi lebih besar.

(Disunting oleh Satya Kevino)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here