Melihat Aspek Esports Pokemon Unite

0
422
Esports Pokemon Unite
Pokemon Unite Game Credit: dexerto.com

Pokémon Unite adalah sebuah video game yang sifatnya gratis untuk dimainkan (free-to-play), bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), yang dikembangkan oleh Timi Studio Group dan diterbitkan oleh The Pokémon Company untuk sistem operasi Android dan iOS, serta konsol zaman now Nintendo Switch.

Pokémon Unite telah dirilis terlebih dahulu di Nintendo Switch pada tanggal 21 Juli 2021, untuk Android dan iOS sendiri akan dijadwalkan dalam waktu dekat yaitu pada 21 September 2021.

Selengkapnya tentang cara bermain Pokémon Unite dapat dibaca melalui tautan berikut ini.

Pokemon UNITE

Mobile Esports dan Pokémon Unite

Trent Murrey dari The Esports Observer menyebutkan bahwa hadirnya Pokémon Unite yang menonjolkan aspek kompetitif, masih belum bisa dipandang sebagai sebuah kemajuan, melainkan sebuah kekecewaan terhadap kurangnya dorongan aspek kompetitif pada seluruh judul game Pokémon yang telah ada.

Terlepas dari kedalaman kompleksitas luar biasa yang ditawarkan dalam game Pokémon, ekosistem esports-nya selalu berpusat pada kelompok anak-anak untuk misalnya bertanding memperebutkan beasiswa, atau malah menciptakan kategori partisipasi berdasarkan usia.

Padahal, bila Pokémon ingin lebih mendalami aspek kompetitif, mereka seharusnya bisa memberdayakan daerah lokal untuk lebih mengembangkan ekosistem kompetisi mereka sendiri.

Sebagai contoh, pelaksanaan Pokken Tournament sendiri lebih mirip dengan kontes anak-anak daripada pertandingan esports profesional, jika dilihat dari peraturan yang dibuat, dan hadiah yang ditawarkan.

Bayangkan jika di Fortnite World Cup alih-alih berhadiah $3M, Bugha justru menerima beasiswa atau voucher perjalanan senilai $10K. Itu adalah hadiah utama untuk Pokémon video game World Championship Tahun 2019. Bugha juga akan ditempatkan di divisi U-18 karena usianya, dan bahkan tidak diberi pilihan untuk menerima hadiahnya secara tunai.

Ninetendo Switch
Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

Sekilas Mengenai Pokémon Scholarship

Pokémon Scholarship adalah beasiswa yang diberikan oleh The Pokémon Company dan sudah dimulai sejak tahun 2018. Melalui beasiswa ini, perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi pada dunia melalui seni dan desain kreatif juga inovatif dengan mendukung siswa yang akan merintis masa depannya.

Beasiswa ini telah diberikan untuk Royal College of Art (RCA), sebuah sekolah seni pascasarjana dengan kampus di South Kensington, London, Inggris. Sejak program ini diluncurkan pada tahun 2018, beasiswa telah diberikan kepada enam penerima. Mengapa RCA? Sejak 2014, selama enam tahun berturut-turut RCA dinobatkan sebagai universitas seni dan desain terkemuka di dunia dalam QS World University Rankings yang dikeluarkan oleh Quacquarelli Symonds.

Selain itu, dalam mengembangkan Pokémon Scholarship telah dilakukan kerja sama dengan Kinya Tagawa, Partner dari Takram design innovation studio. Tsunekazu Ishihara, CEO The Pokémon Company mengatakan bahwa melalui beasiswa ini, dia berharap mahasiswa RCA dan Pokémon Company akan bisa terlibat dalam pertukaran kreatifitas dan ide-ide yang lebih dalam.

Menanggapi pernyataan dari CEO The Pokémon Company ini, penerima Pokémon Scholarship hingga saat ini telah menunjukkan hasil yang luar biasa di akhir masa penghargaan mereka. Dua diantaranya ada Amir Afshar dan Jesse Cahn-Thompson.

Kinya Tagawa, Partner of Takram and the 2018 scholars
Credit: corporate.pokemon.co.jp

Amir Afshar mengambil gelar MA Innovation Design Engineering dengan proposalnya “Assistive Mobility Bionic Layer” (AMBL), sebuah sistem yang menggunakan sensor yang disematkan ke dalam pakaian yang nyaman, membantu kemampuan berjalan pemakainya melalui penginderaan dan aktuasi otot.

Sedangkan Jesse Cahn-Thompson yang mengambil gelar MA Information Experience Design membuat instalasi yang disebut “Heaven to the Cloud.” Ini adalah proyek di mana dia menggunakan IBM Watson untuk memeriksa integritas algoritmik dan agensi melalui perilaku online sebagaimana ditafsirkan oleh kecerdasan buatan.

Potensi Esports Pokemon Unite

Mengetahui bahwa Pokémon Unite dikembangkan oleh TiMi Studios dari Tencent (perusahaan yang juga mengembangkan gim MOBA populer di Tiongkok, Honor of Kings), kita mungkin bisa sedikit berharap adanya visi dari pihak pengembang untuk lebih fokus pada pengembangan ekosistem esports Pokémon.

Sayangnya harapan ini hanya bisa menggantung di hadapan Nintendo dan The Pokémon Company, mengingat presentasi pertama dari game ini masih menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi siapa pun yang akrab dengan genre MOBA.

Pertama, tentang model monetisasi game. Slogan “free to start” bukannnya “free to play” yang digagaskan tidak terlalu menunjukkan sifat kepercayaan diri. Esports yang sukses bergantung pada pengembangan basis pemain yang besar, yang sangat terbantu dengan model bisnis free to play.

Bicara soal pasar Amerika, di sana banyak orangg yang memiliki pandangan negatif terhadap game mobile karena model bisnisnya yang “bermasalah”. Jika banyak yang tidak percaya dengan model bisnis Pokémon Unite, maka game ini akan kesulitan untuk diluncurkan sebagai esports. 

Pokemon unite game
Credit: harapanrakyat.com

Bahkan jika model bisnisnya benar-benar gratis untuk dimainkan, masih ada masalah besar dengan gameplay itu sendiri, yaitu perihal capture point. Memegang satu poin mungkin bisa bekerja dengan baik di game Overwatch, tetapi itu telah menjadi titik kegagalan yang konsisten sepanjang sejarah MOBA.

Gim League of Legends sendiri sudah pernah menggagaskan konsep serupa dan sudah menghapus mode Dominion yang berbasis capture-and-hold, konsep yang serupa dengan Pokemon Unite.

Bedanya, Pokémon Unite terlihat optimis untuk mengubah kegagalan tersebut menjadi sebuah keberhasilan baginya.

Jika berkaca dari sejarah, kita sudah bisa mulai pesimis mengenai ekspansi Pokémon ke esports, jika The Pokémon Company atau Nintendo terlibat dalam pengembangannya.

Game mobile tentu adalah masa depan. Ketika Pokémon Unite mendarat di dunia esports, itu bukan karena fakta itu telah berubah, itu karena lagi-lagi The Pokémon Company telah tertinggal.


(Disadur dari Esports Observer)