Evolusi Street Fighter dari Arcade Hingga Menjadi Sensasi Esports

0
145
Evolusi Street Fighter dari Permainan Arcade Hingga Menjadi Sensasi Esports
Credit Carlton Beener

Sejak rilis game aslinya pada tahun 1987, seri Street Fighter telah menjadi salah satu judul esports yang paling dikenal dalam sejarah video game. Street Fighter kini telah menjadi game bergenre fighting yang terkenal di dunia esportdengan para penggemarnya yang tersebar di seluruh dunia.

Perjalanan Street Fighter layak mendapat sorotan. Dari ruang bermain arcade, yang dulunya ditemani oleh mesin arcade lain seperti Pac Man, hingga menempati ruang exhibition yang penuh dan sesak.

Jika sebelumnya Esportsnesia telah melirik peluang investasi esports untuk genre fighting game, kali ini Esportsnesia akan mengupas lebih lanjut mengenai sensasi Street Fighter ini.

Capcom Cup 2017
Credit Carlton Beener

Yuk kita simak dulu apa itu Street Fighter dan bagaimana Street Fighter mencapai kesuksesannya di hari ini.

Sekilas tentang Street Fighter

Street Fighter menampilkan 2 pemain yang bertarung satu sama lain dengan grafik 2 dimensi menggunakan serangan berupa tendangan dan pukulan, untuk mengurangi HP (health point) karakter musuh. Pemenang ditentukan oleh siapa yang terlebih dahulu mengabisi HP karakter musuh.

Pemain akan saling berlomba untuk menang dari 3 atau 5 putaran pertandingan. Pada awal pertandingan, pemain akan memilih karakter mereka dari daftar karakter yang ada. Setelah pertarungan dimulai, pemain menggunakan serangkaian input tombol untuk melakukan berbagai aksi.

Street Fighter 5
via streetfighter.com

Jenisnya pun bervariasi, mulai dari serangan tendangan dan pukulan; blok untuk menghentikan serangan lawan; hingga kombo, yang merupakan serangkaian serangan yang dikombinasikan.

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menghabisi HP musuh (yang tampak di sisi atas) menjadi nol.

Tiap karakter juga memiliki serangkaian gerakan khusus yang unik dimana kombinasi input tertentu bisa menghasilkan aksi spesial yang kuat.

Bagaimana Street Fighter memasuki esports?

Bermula dari perilisan Street Fighter 2 yang memulai serial judul permainan ini, Street Fighter 2 awalnya dirilis di platform arcade pada tahun 1991 dan dirilis pada konsol setahun setelahnya.

Turnamen pertama di tingkat lokal pun mulai bermunculan dari kalangan komunitas arcade di Amerika dan Jepang.

Pada tahun 2004, 2 orang bintang lahir dari atmosfer Street Fighter yang kompetitif, yaitu Justin “Marvelous” Wong dan Daigo “The Beast” Umehara. Popularitas kedua player tersebut disebabkan oleh viralnya video Evo Moment #37, yang juga dikenal dengan sebutan Daigo Parry.

Baca juga:  Tim Esports Kamu Masih Kecil? Jangan Khawatir, Banyak yang Peduli Kok!

Video tersebut tidak hanya berhenti di konsumsi komunitas, tetapi juga menjadi sorotan utama dari Seri kejuaraan Evolution Championship 2004. Klip ini disebut sebagai momen paling ikonik dalam sejarah video game kompetitif, sekaligus menjadi momen permainan kompetitif yang paling banyak dilihat sepanjang masa.

Banyak yang percaya bahwa ini akan membangkitkan kembali minat dalam adegan fighting game dan menjadi jalan untuk masuknya Street Fighter ke dalam kategori olahraga.

EVO Japan 2018
EVO Japan 2018 via manofthematch.com

Pada tahun 2009, Capcom kembali merilis Street Fighter 4, sepuluh tahun setelah Street Fighter 3 dirilis. Sejak perilisannya, Street Fighter 4 merilis pertumbuhan komunitas game fighting (FGC) yang terus berkembang.

Evolution Championship Series atau Evo, tetap menjadi salah satu acara terbesar dalam kalender game fighting, melihat jumlah partisipannya yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Didukung dengan kemuncul live streaming di Evo, acara ini sukses untuk menarik khalayak ramai yang lebih besar.

Seiring dengan pertumbuhannya, munculah minat dari perusahaan besar untuk mensponsori acara tersebut. Turnamen fighting game yang besar juga berpengaruh untuk menarik minat penerbit video game yang besar juga.

Beberapa penerbit memilih untuk menggunakan turnamen seperti Evo untuk mengumumkan game barunya.

Ketika Capcom hendak mengumumkan lanjutan dari Street Fighter 4, para pemain dan pihak penyelenggara terus menjaga profesionalitas sirkuit tersebut hingga Street Fighter memulai transisinya menjadi esports.

Capcom Cup 2017
Credit Carlton Beener

Pada tahun 2013, Capcom mengumumkan untuk meluncurkan liga profesionalnya sendiri yang bernama Capcom Pro Tour. Tur ini akan berisi serangkaian turnamen internasional yang disponsori secara resmi oleh Capcom yang berpuncak pada final Capcom Cup.

Nantinya, tur ini juga akan mencakup banyak turnamen kecil yang membantu membangun lanskap kompetitif Street Fighter, termasuk Evo. Secara substansial, potensi pendapatan untuk pemain dan tim profesional pun akan meningkat.

Melihat tren yang berkembang ini, Street Fighter 5 pun diluncurkan oleh Capcom di tahun 2014.

Struktur esports Street Fighter

Dengan dirilisnya Street Fighter 5 dan diumumkannya Capcom Pro Tour, organisasi-organisasi besar di industri esports, seperti Team Liquid, Panda Global, Echo Fox, dan Evil Geniuses pun mulai melakukan perekrutan atlet fighting game.

Perusahaan seperti Redbull dan Razor juga mulai membentuk tim pro mereka sendiri. Capcom Pro Tour (CPT) akan menjadi seri turnamen fighting game paling ambisius yang pernah diumumkan.

Baca juga:  3 Upaya yang Dapat Dilakukan Pemerintah untuk Perkembangan Esports Indonesia
Ricky Ortiz, atlet Street Fighter Evil Geniuses (via Shoryuken)
Ricky Ortiz, atlet Street Fighter Evil Geniuses (via Shoryuken)

CPT mencakup 19 acara dimana pemain dapat berpartisipasi. Bersamaan dengan 19 acara tersebut, ada juga sejumlah turnamen yang dijalankan secara independen yang juga merupakan bagian dari sirkuit pro dan secara resmi disetujui oleh Capcom.

Street Fighter V: Arcade Edition adalah game pilihan saat ini di CPT, meskipun pada tahun-tahun sebelumnya tur ini menampilkan beberapa game Capcom yang berbeda.

Selain Capcom Pro Tour, yang merupakan level kompetisi tertinggi dalam judul esports Street Fighter, masih ada juga beberapa liga esports yang tidak kalah menonjol. Contohnya adalah Gfinity Elite Series yang berbasis di Inggris dan kompetisi tahunan ELEAGUE.

Keduanya adalah beberapa nama liga terbesar di dunia. Sistem liga cenderung memiliki mekanisme yang berbeda dalam penentuan bracket. Tidak seperti Capcom Pro Tour, beberapa liga yang ada justru meminta pemainnya membentuk tim dan bersaing mendapatkan poin sebagai skuad.

ELEAGUE STREET FIGHTER 5 INVITATIONAL
via ELEAGUE

Semua acara Capcom Pro Tour disiarkan langsung di saluran Twitch Capcom Fighters yang selalu berhasil menarik ribuan penonton. Capcom setiap tahunnya juga merilis konten bersponsor untuk membantu mendanai Capcom Pro Tour, seperti Capcom Pro Tour Premier Pass.

Sebagai salah satu seri video game terlaris sepanjang masa, Street Fighter terus memperluas jangkauan penontonnya di industri esports. Para penggiat dalam komunitas Street Fighter juga telah mengoperasikan turnamen berskala besar di seluruh dunia sebelum adanya keterlibatan sponsor untuk mendanai kegiatan mereka.

Hal ini membuat judul Street Fighter dikenal sebagai salah satu olahraga elektronik yang paling berkelanjutan di industri ini, khususnya setelah berhasil bertahan hidup melalui 3 dekade dan masih terus menghibur penonton di seluruh dunia.

(Dilansir dari The Esports Observer; Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here