Berkenalan dengan 4 Komunitas Gamer di Indonesia

1053
Berkenalan dengan 3 Komunitas Esports di Indonesia via Penny Arcade Forums

Diponegoro Esports Community, Komunitas Singosari Malang, Dumai Gaming Community, dan Komunitas Gamers Cibarusah adalah 4 dari banyaknya komunitas gamer Indonesia yang mengalami banyak kemajuan seiring dengan berkembangnya esports di Indonesia.

Tak pelak banyak komunitas esports lokal yang saling berjejaring mengembangkan talent-talent baru di bidang esports. Komunitas esports bisa dibilang bagian yang sangat penting dalam ekosistem esports.

Tidak hanya itu, komunitas esports ini juga memiliki kegiatan rutin seperti berlatih dan banyak mengikuti berbagai kegiatan dan lomba esports. Terdapat beberapa divisi esports seperti PUBGM, Mobile Legends: Bang Bang, Valorant, DOTA 2, dan masih banyak lainnya.

Komunitas tidak hanya untuk gamers saja. Ada berbagai pihak yang terlibat dalam komunitas esports, seperti manajer tim, manajer komunitas, dan masih banyak lainnya. Bahkan komunitas juga penting bagi developer game.

Profil Komunitas Gamer #1: Diponegoro Esports Community

diponegoro esports community
Diponegoro Esports Community merupakan komunitas esports yang cukup dikenal di Semarang, Jawa Tengah.

Diponegoro Esports Community adalah komunitas esports lokal yang ada di Jawa Tengah, terkhusus di Universitas Diponegoro. Komunitas ini didirikan karena passion dan keinginan untuk berkarier di industri esports oleh salah satu pendiri. Akhirnya, sebuah komunitas dibangun dengan skala kecil setelah bertemu dengan Ketua IESPA Jawa Tengah.

Rayhandika Rahman Fawwaz, Pendiri dan Ketua Umum Diponegoro Esports Community, dan Jeremy Timothy Frederik Laoh, Wakil Ketua Umum Diponegoro Esports Community, membagikan kisah perjalanan Diponegoro Esports Community sebagai salah satu komunitas yang cukup aktif.

Diponegoro Esports Community didirikan pada 23 Agustus 2019 sebagai organisasi esports tingkat universitas. Tujuan didirikannya komunitas ini untuk mempersiapkan lulusan yang siap berkarier di industri esports atau industri lain yang relevan. Tidak hanya gamers profesional, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi analyst, team manager, event organizer, maupun shoutcaster.

Komunitas didirikan sebagai wadah untuk mahasiswa mengembangkan diri dan terus berkreativitas. Maka Diponegoro Esports Community mengadakan latihan rutin maupun event. Meski di tahun ini masih terjadi pandemi, mereka tetap aktif dengan mengikuti latihan mingguan serta berkomunikasi lewat Discord, seperti agenda rapat dan lainnya.

Mereka sering mengadakan kolaborasi dengan organisasi mahasiswa, kampus, dan perusahaan untuk menjalankan event seperti turnamen, webinar, talkshow, dan lainnya. Pencapaian terbesar dalam mengembangkan esports di Semarang adalah menjadi tuan rumah Mobile Legends Campus Championship Undip Qualifier 2020.

Profil Komunitas Gamer #2: Komunitas Singosari Malang

Komunitas Singosari Malang
Komunitas Singosari Malang

Komunitas Singosari Malang didirikan lewat kegiatan iseng untuk membuat turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Dengan M Faridhotul Iclas, selaku pendiri Komunitas Singosari Malang menjelaskan bahwa setelah turnamen, ternyata antusias teman-teman di wilayah Singosari sangat baik.

Iclas diharapkan sering membuat turnamen esports seperti turnamen MLBB. Lalu ia berpikiran untuk membuat komunitas dengan dukungan dari teman-teman di wilayah Singosari. Komunitas ini aktif dan tumbuh secara perlahan karena masih hijau.

Ia berharap komunitas esports ini dapat menjadi wadah bagi gamers dari Singosari untuk mengembangkan dan memperlihatkan potensinya di dunia game. Motivasi yang menggerakan Komunitas Singosari Malang adalah ingin menunjukkan bahwa bermain game tidak melulu merupakan hal negatif.

Selain itu, komunitas ingin memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Sebagai komunitas, mereka juga menjalani berbagai suka dan duka. Meski belum besar, mereka saat ini masih fokus untuk menyiapkan tempat para gamer yang menginginkan tempat untuk berkembang.

Banyak tanggapan positif dari masyarakat dan warga saat mereka mengadakan event esports secara offline. Secara tidak langsung mereka membantu perekonomian masyarakat untuk membuka bazar dan berjualan di sekitar lokasi acara.

Profil Komunitas Gamer #3: Dumai Gaming Community

Dumai Gamming Community
Dumai Gaming Community sudah aktif seja 2017 sebagai EO dengan nama lain.

Dumai Gaming Community didirikan sejak menjadi event organizer pada pada 2017. Jonni Rezen selaku leader dan founder Dumai Gaming Community mengisahkan asal-usul terbentuknya komunitas ini. Pada awal Juli 2017, ia melihat turnamen Mobile Legends: Bang Bang pertama kali yang diadakan oleh team MIB (Man In Black).

Jojon, panggilan akrabnya, meminta pihak panitia untuk menjadi caster karena ia sudah terbiasa mengadakan event olahraga seperti futsal dan sepakbola. Terlebih ia sudah cukup fasih dengan game MLBB karena sudah bermain sejak akhir 2016.

Setelah turnamen tersebut, ia kemudian bergabung dengan panitia dan membentuk EO dengan nama Man In Black EO. Pada 2018, mereka mengganti nama menjadi Black Crew Team dan membuat akun Instagram dengan nama DUMAI MOBILE LEGENDS. Pada Februari 2019, banyak game kemudian bermunculan seperti PUBG, akhirnya mereka mengubah nama menjadi Dumai Gaming.

Dumai Gaming menjadi komunitas esports sebulan kemudian dengan aktif mengadakan berbagai kompetisi game esports. Antusiasme para member sangat besar karena Dumai Gaming menjadi satu-satunya komunitas gaming dan esports yang ada di Kota Dumai. Keberadaan komunitas sendiri sangat bermanfaat karena mewadahi pemain maupun tim-tim esports amatir.

Dumai Gaming Community
Dumai Gaming Community menjadi wadah para gamers di Dumai.

Dumai Gaming Community awalnya dibentuk agar ada wadah tetap yang bisa menjadi tempat para tim dan player berkumpul serta menuangkan aspirasinya terhadap esports di kota Dumai. Untuk saat ini, Dumai Gaming Community tergabung di keluarga besar Community Hero Indonesia MLBB. Komunitas tersebut yang merupakan salah satu program Moonton sebagai wadahnya para komunitas gaming pada game MLBB.

Selama mengembangkan Dumai Gaming Community, Jojon mengaku terdapat kesulitan seperti esports dipandang sebelah mata dan dianggap tidak menjanjikan. Meski begitu, Dumai Gaming pernah membuat turnamen besar yang ramai dilihat oleh khalayak umum. Hal itu membuat mereka semakin dilihat oleh masyarakat banyak bahwa esports menjadi satu kegiatan yang positif yang memang mampu menjauhkan dari hal-hal negatif.

Dumai Gaming Community terus menyemangati untuk para penggemar esports yang ingin menempuh karier di esports untuk terus menekuni dan serius di dalamnya. Tidak hanya itu, belajar untuk meng-upgrade diri dan mengasah kemampuan adalah hal yang penting selain bergabung dengan komunitas.

Profil Komunitas Gamer #4: Komunitas Gamers Cibarusah

Komunitas Gamers Cibarusah
Komunitas Gamers Cibarusah dibentuk tahun 2018.

Komunitas Gamers Cibarusah berawal dari tim Mobile Legends: Bang Bang bernama NITROS.ID yang dibentuk pada tahun 2018. Tarmidi Taher, selaku Ketua dari Komunitas Gamers Cibarusah, bersama temannya Randi Permana, merasa Cibarusah sangat berpotensi untuk membentuk komunitas esports para gamers.

Cibarusah merupakan wilayah perbatasan antara Bekasi dan Bogor, dan bisa disebut sebagai wilayah yang terpencil dan jauh dari perkotaan. Di wilayah tersebut, belum terdapat wadah atau komunitas untuk menampung kegiatan gamers di Cibarusah. Sehingga ia terpanggil untuk membentuk komunitas esports.

Komunitas Gamers Cibarusah kemudian didirikan secara resmi pada 2019. Keberadaan komunitas tersebut disambut dengan baik. Antusiasme dari para anggota juga sangat tinggi dan selalu mendukung agenda komunitas seperti kopdar, gathering, maupun turnamen.

Komunitas ini dibentuk untuk menjadi wadah bagi para gamers di wilayah Bekasi, khususnya Cibarusah. Hal ini bertujuan agar gamers di wilayah ini dapat menyalurkan hobinya dengan lebih terarah. Selain itu, agar Cibarusah dapat bersaing dengan wilayah-wilayah besar di Bekasi di bidang esports.

Komunitas Gamers Cibarusah
Komunitas Gamers Cibarusah diikuti oleh para gamers di wilayah Cibarusah.

Dalam menjalankan komunitas esports, ada banyak suka dan duka yang dialami komunitas ini. Banyak yang masih berstigma negatif tentang esports. Namun, mereka tetap berusaha menjadi wadah bagi para gamers dan tim amatir agar tidak tertinggal terhadap perkembangan esports di Indonesia.

Semenjak itu, perkembangan esports di Cibarusah berangsur membaik. Stigma negatif terhadap esports juga mulai menghilang sedikit demi sedikit. Tantangannya saat ini adalah mereka membutuhkan perhatian dari instansi pemerintah untuk mengembangkan minat dan bakat para gamers.


Perjalanan komunitas esports di Indonesia saat ini masih panjang. Komunitas esports bisa menjadi wadah untuk para gamers dan orang-orang yang ingin berkecimpung di dunia esports. Semakin besar esports di Indonesia, maka akan semakin banyak pula komunitas yang akan berdiri dan berkembang.