5 Pendekatan Psikologis Saat Menjadi (atau Mencari) Coach Esports

0
268
5 Pendekatan Psikologis Saat Menjadi (atau Mencari) Coach Esports

Di balik tim esports yang sukses, sudah dipastikan ada sosok coach yang berkontribusi. Baik coach resmi yang memang di-“hire” untuk melatih secara resmi untuk sebuah tim, atau coach tidak formal (baca: teman yang lebih berpengalaman dalam bermain game) yang dengan ikhlas membantu kita untuk meningkatkan kualitas permainan.

Kita memang tidak pernah hidup sendiri dan tidak mampu hidup sendiri. Esensinya, coach adalah seorang pelatih. Layaknya atlet yang diarahkan oleh seorang pelatih, para atlet esports juga dilatih oleh orang-orang yang berpengalaman dan dianggap sudah memiliki banyak strategi yang dapat diimplementasikan dalam permainan.

Mengapa tim membutuhkan seorang coach? Coach adalah tiket untuk mempercepat proses belajar dalam bermain sebuah game.

Coach pada umumnya tidak hanya akan menyampaikan mekanisme dalam bermain game saja, tetapi juga strategi, counter-measure tactics, team analysis, team development hingga menjaga kekompakan tim dan memberikan dukungan moral.

Tentunya terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih coach. Dalam psikologi pendidikan dan psikologi industri, pelatih adalah salah satu faktor yang paling mempengaruhi kesuksesan sebuah kelompok dalam suatu pelatihan.

Maka dari itu, terdapat beberapa prinsip yang sebaiknya disadari dan dimiliki oleh seorang coach:

1The better the experience, the better the coach

Layaknya bertanding dalam kompetisi sepak bola, coach yang mengetahui banyak teori tentu membantu sebuah tim dalam memahami strategi dan metode-metode yang dapat digunakan dalam bermain game.

Meski begitu, coach yang memiliki pengalaman yang banyak sungguh akan sangat berharga. Coach yang seperti ini akan memiliki solusi dalam menghadapi masalah yang beragam dan lebih mudah melihat keadaan tim. Coach yang berpengalaman itu seperti penyihir tua yang selalu punya magic spell untuk setiap kondisi.  

2It’s not about you, it’s about your team

Coach yang baik tidak akan menunjukkan betapa hebatnya ia dalam memainkan suatu game atau betapa pantasnya ia dipuja-puja. Coach yang baik memahami prinsip bahwa koodinasi dalam tim adalah hal yang paling penting.

Baca juga:  Esports dan Hak Kekayaan Intelektual

Coach tidak seharusnya menjadikan kesuksesan tim adalah sepenuhnya kesuksesan dirinya. Coach yang sukses adalah coach yang mampu membimbing tim untuk melebihi kemampuan coach itu sendiri dan mencapai hal yang lebih tinggi bersama-sama

3Be sensitive, emotionally and strategically

Tidak ada yang lebih buruk daripada coach bising yang selalu memaksakan pendapat dan metodenya yang kaku. Coach harusnya menyadari bahwa tiap tim dan tiap orang memiliki playstyle dan dinamika kelompok yang berbeda-beda.

Belum lagi coach dituntut untuk memahami kepribadian, skillset dan cara belajar dari tiap orang dalam kelompok. Tidak semua orang bisa diajari hanya dengan diomeli, tidak semua orang bisa diajari hanya dengan mencontohkan suatu taktik.

Pendekatan-pendekatan unik seperti menggunakan visualisasi, mapping, atau bahkan dengan sekedar berjalan-jalan dengan kelompok seharusnya dapat diterapkan.

4Offer solution – do not punish mistakes too much

Tidak ada yang salah bila kita menjadi coach yang tegas dan perfeksionis. Beberapa tim bahkan membutuhkan disiplin dan keteraturan dalam permainan. Namun seringkali coach justru melemahkan semangat tim sendiri dengan terlalu menyalahkan tim dan tidak mendukung tim untuk berkembang.

Bila mengalami kekalahan, pelatih yang baik akan dengan mudah mengidentifikasi masalah dan mendiskusikan cara yang praktis dan baik untuk menanggulangi masalah tersebut (bukan mengomel karena kurang latihan).

5Great positioning is a great asset

Seorang coach harus secara strategis menempatkan dirinya di dalam kelompok. Ia sebaiknya tidak terlalu merasa diatas segalanya, karena ini berakibat tim harus menuruti setiap perkataannya. Ia juga sebaiknya tidak ditengah-tengah dan menjadi pusat di dalam sebuah tim.

Coach yang hebat adalah seseorang yang berada di belakang layar, sesorang di belakang barisan timnya untuk membantu tim dalam berkembang. Ini berarti coach punya hak untuk menyusun jadwal, menentukan metode latihan dan menuntut kedisiplinan.

Namun, ia juga harus bersahabat dengan tim dan mampu menjadi “orang tua” dalam tim yang diasuhnya.Prinsip-prinsip ini dapat dipelajari dan diasah untuk menjadi seorang coach.

Mungkin saja setiap coach  memiliki cara dan metodenya sendiri dalam mengarahkan timnya, tetapi pada dasarnya, tujuan akhir dan terbesar dari seorang coach adalah perkembangan tim kearah yang positif.

Baca juga:  Entering the Tournament: Mengatasi Rasa Gugup dan Tekanan Turnamen Esports

Kita tidak tahu, mungkin saja bakat kamu bukan sebagai player, melainkan sebagai coach. Selamat berlatih, melatih dan dilatih!

 (Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here