n0tail, Kapten Dota 2 Tangguh dari Eropa Utara

0
204
Johan “N0tail” Sundstein | OG
By Dota 2 The International - The International 2018, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=71957916

Dota 2 atau kepanjangan dari Defense of the Ancients merupakan sekuel dari game Dota modifikasi Warcraft 3. Dota 2 yang hanya dapat dimainkan melalui Steam, secara rutin menyelenggarakan turnamen Dota 2 dengan Dota Pro Circuit-nya, hingga akhirnya mencapai puncak acara di ajang The International.

Dalam ajang The International, sering kali kita melihat tim-tim hebat dengan anggota-anggota yang juga tidak kalah hebat datang dari seluruh penjuru dunia hanya unutk berlaga membawa pulang piala Aegis, beserta dengan hadiah jutaan dolar.

Melihat ekosistem Dota yang sudah sangat matang ini, salah satu profil atlet esports profesional yang akan kita bahas kali ini berasal dari Denmark. Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan nick n0tail. N0tail yang memiliki nama lengkap Johan “n0tail” Sundstein adalah kapten dari tim esports profesional, tim OG.

Ia lahir pada tanggal 8 Oktober 1993. Sepak terjangnya di dunia esports dimulai ketika ia memutuskan bermain game Heroes of Newerth (HoN) di tahun 2008 dan dinobatkan sebagai pemain termuda yang kompetitif di kalangan pemain Heroes of Newerth.

Fnatic Thor Open 2012
via Flickr (@Rakaka.se)

Saat itu n0tail bermain dengan peran solo mid role. Berkat game ini pula ia bertemu dengan Tal “Fly” Aizik dan Jascha “NoVa” Markuse yang kemudian menjadi rekan setimnya. Tim tersebut merupakan proyek sampingan HoN dari tim Fnatic besutan Danijel “Street” Remus.

Debut profesional bersama Fnatic

Permainan n0tail, Azik dan NoVa yang cemerlang dan potensial membuat Street terkesima sehingga ia kemudian merekrutnya menjadi anggota tim inti Fnatic bersama Henrik “FreshPro” Hansen dan Kalle “Trixi” Saarinen.

Dengan anggota baru tersebut tim Fnatic berhasil memenangkan beberapa turnamen offline maupun online yang kemudian melambungkan popularitasnya di kalangan penikmat game.

Bahkan mereka menjadi juara bertahan turnamen DreamHack HoN selama 4 kali berturut-turut sejak laga DreamHack Winter tahun 2011. Sebuah prestasi yang membanggakan untuk n0tail di skena game Heroes of Newerth.

Pada tahun 2012, N0tail bersama rekan setimnya NoVa, Fly, dan Era melakukan perpindahan ke skema permainan Dota 2 karena iklim kompetitif di Heroes of Newerth dinilai sudah tidak menjanjikan lagi.

Baca juga:  Sepak Terjang KuroKy di Dota 2: from Zero to Hero
Fly and n0tail
via redbull

Walaupun berpindah menjadi pemain profesional Dota 2, n0tail dan teman – temannya tetap berada di bawah naungan tim Fnatic.EU. Transisi n0tail dari Heroes of Newerth ke Dota 2 tidaklah mudah, ia harus kembali mulai dari nol untuk beradaptasi dengan cara bermain dan strategi yang ada di dalam permainan.

Di Dota 2, n0tail dalam tim bermain sebagai support role. Hero yang biasa ia mainkan adalah Chen and Wisp. Melalui kecakapannya saat memainkan kedua hero tersebut, n0tail mulai diakui di kancah permainan Dota 2.

Tidak memakan waktu lama, n0tail dapat mengembangkan kemampuannya dalam mikro-manajemen dan kemudian terkenal sebagai pemain Meepo yang andal.

Di tim Fnatic.EU N0tail berperan sebagai kapten meskipun umurnya masih cukup muda saat itu yaitu 19 tahun. Kemudian n0tail dan timnya memulai untuk mengikuti salah satu turnamen Dota 2 yang cukup kompetitif yakni Thor Open 2012 dan ternyata berhasil menyabet gelar juara.

Sejak gelar juara disandang dari turnamen tersebut, kesuksesan n0tail dan timnya tidak berhenti disitu. n0tail dapat mengukuhkan diri menjadi posisi teratas di banyak event major maupun turnamen LAN Dota 2.

Pada bulan April 2013, n0tail bersama timnya diundang untuk mengikuti salah satu turnamen paling prestisius di kandah Dota 2, yaitu The International 2013 di Seattle. Hal ini merupakan momen yang membanggakan bagi n0tail di saat ia baru menjadi pemain Dota profesional selama setahun.

The International 2013 via Liquipedia
The International 2013 via Liquipedia

Pada laga The International 2013 ini n0tail dan timnya belum berhasil menjadi juara dan masih harus berpuas diri pada posisi 7-8th setelah dikalahkan oleh Orange Esports.

Dari berganti nick hingga keluar dari Fnatic

Beberapa bulan kemudian setelah gelaran TI3, tim Fnatic.EU mengikuti laga Bootcamp di Belgrade Serbia yang mengantarkannya menjadi Top 8. Kesempatan kedua datang untuk n0tail dan rekan setimnya di Fnatic.EU.

Mereka kembali diundang untuk mengikuti event The International 2014. Mengharapkan gelar juara, impian n0tail untuk menang harus kembali dikubur di saat itu karena ia dan timnya malah mendapat hasil yang lebih buruk dari tahun sebelumnya, yakni peringkat ke 13-14.

Baca juga:  Sudah Kenal Belum dengan Kassandra? Salam Esports Influencer dari Medan!

Di tahun yang sama pula n0tail mengubah nick-nya menjadi BigDaddy dan memutuskan untuk meninggalkan tim Fnatic.EU, tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2014. Tim tersebut merupakan satu-satunya tim yang sudah dibelanya sejak pertama kali ia menjadi atlet esports.

Beriringan dengan kepergiannya dari tim Fnatic.EU, BigDaddy (namanya saat itu) memberikan sebuah pernyataan berikut: “Hari ini saya meninggalkan Fnatic; ini adalah organisasi pertama dan satu-satunya dimana saya pernah bermain, namun semua hal yang baik pasti akan ada akhirnya.

Saya berterima kasih pada setiap orang yang telah mendukung saya selama bertahun – tahun. Selama kalian menonton, saya pasti akan terus bermain!”. Setahun berselang nama BigDaddy digantikan kembali menjadi n0tail.

Kembalinya n0tail, tim OG dan kesuksesan setelahnya

Setelah meninggalkan tim Fnatic.EU di 2014, n0tail sempat bermain untuk beberapa tim, yakni Team Secret, Cloud9 dan terakhir adalah (monkey) Business. (monkey) Business kemudian berganti menjadi tim OG pada tanggal 31 Oktober 2015.

(monkey) business sebelum dikenal dengan OG
(monkey) business sebelum dikenal dengan OG via Liquipedia.net

Tim ini disponsori oleh Red Bull. Di tim barunya ini n0tail berperan sebagai kapten, dan sepak terjangnya semakin terlihat saat ia dan timnya menjadi juara di turnamen Frankurt Major mengalahkan Team Secret di Grand Final.

Sejak saat itu eksistensi tim OG semakin diakui dan dapat menjuarai beberapa turnamen di bulan-bulan mendatang. Puncaknya n0tail bersama rekannya di tim OG adalah ketika berhasil menjuarai turnamen bergengsi The International 2018. Bagi n0tail ini adalah kali pertamanya memenangkan turnamen tersebut setelah laga pertamanya di tahun 2013.

(Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: Liquipedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here