EVOS Microboy, Mencoba Peruntungan di Skema Esports PUBGM

1073
EVOS Microboy
EVOS Microboy berhasil mencetak prestasi saat debut dalam tim Bigetron Red Aliens.

Nizar Lugatio Pratama atau yang dikenal dengan nama Microboy merupakan salah satu pemain PUBGM yang paling berpengaruh di Indonesia. Di awal tahun 2021, Microboy sempat menggemparkan dunia PUBGM karena alasannya untuk pensiun.

Namun, setelah mengumumkan keinginannya untuk pensiun, ia dikabarkan bergabung dengan EVOS Esports. Mantan pemain Bigetron RA ini resmi bergabung dengan organisasi esports berlogo harimau putih tersebut.

Kabar ini diumumkan melalui video di kanal YouTube dan akun Instagram EVOS Esports pada Januari 2021 lalu. Seperti apa sepak terjang EVOS Microboy dalam dunia esports PUBGM Indonesia?

Profil EVOS Microboy #1: Ambil Resiko untuk Bermain PUBGM

EVOS Microboy
EVOS Microboy direkrut oleh Bigetron Esports pada 2019 silam sebagai pemain Bigetron Red Aliens.

Microboy direkrut oleh Bigetron Esports setelah masuk peringkat 10 besar best player game PUBG Mobile. Masuknya pemain kelahiran 19 Juni 2000 ini atas dasar rekomendasi temannya yang masuk dalam divisi PUBGM.

Ketertarikannya untuk masuk ke ranah esports didukung dengan rasa percaya dirinya karena berbakat dan memiliki peluang untuk sukses di bidang ini.

Awalnya Microboy direkrut untuk masuk ke tim Bigetron ION, yakni tim kedua divisi PUBG. Namun, akhirnya ia dipilih oleh manajer BTR Red Aliens untuk masuk dalam anggota tim Bigetron Red Aliens, yakni tim utama divisi PUBGM.

Selama di Bigetron Esports, Microboy mengakui ia dan rekan-rekan timnya selalu berlatih dengan keras dan giat. Perjalanannya menuju pro player yang diakui tidak mudah. Mereka dapat berlatih hingga delapan jam sehari menjelang turnamen PUBGM serta menjalani pemusatan latihan atau boot camp yang disediakan oleh organisasi.

Pro player Microboy
Menurut Microboy, menjadi seorang pro player bukan berarti bermain game hanya untuk bersenang-senang.

Mereka dapat berminggu-minggu menginap di apartemen dan berlatih. Tujuan dari adanya bootcamp tersebut untuk membangun chemistry antar pemain. Hal ini ditujukan agar saat bertanding, mereka dapat berkomunikasi dengan lebih lepas dan menyatu dalam strategi.

Menjalani latihan di pemusatan latihan juga membangun sikap disiplin, kekuatan mental, serta membangun komunikasi yang baik. Menjalani rutinitas sebagai pro player tidak hanya bermain game saja.

Microboy menjelaskan bahwa selama latihan mereka harus bangun pagi, kemudian olahraga fisik seperti jogging dan berenang, lalu istirahat dan makan. Bahkan selama istirahat mereka dilarang menggunakan ponsel sama sekali.

Profil EVOS Microboy #2: Cuti Kuliah untuk Fokus di Esports

BTR Microboy
Microboy berhasil menjuarai berbagai turnamen PUBGM skala nasional maupun internasional.

Menekuni bidang esports membuat Microboy sempat kewalahan mengatur waktu dengan kuliahnya di sekolah teknik kesehatan di Semarang. EVOS Microboy akhirnya meminta izin cuti kuliah kepada orang tuanya. Awalnya mereka tidak mendukung keputusan anaknya untuk menjadi pro player.

Microboy meminta restu ibunya untuk mencoba bermain game. Ia ingin untuk mengambil cuti dan fokus selama satu tahun untuk mencoba peruntungan berkarier di esports. Karena ini adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki.

“Kalau memang itu benar-benar keputusan yang baik, ya sudah nggak apa-apa. Cuma kamu harus bertanggung jawab sama keputusanmu itu,” ujar Microboy mengingat ucapan dari ibunya dikutip dari BBC.

Setelah memenangkan kejuaraan, ia mulai mendapatkan penghasilan sendiri. Orang tuanya mulai mendukung keputusannya menjadi pro player. Microboy menjelaskan kalau ia sudah tidak dimarahi lagi saat bermain game.

Microboy
EVOS Microboy sempat mengajukan cuti kuliah untuk fokus berkarier di esports.

Meski ia dapat mengajukan cuti kuliah, tetapi ketiga rekannya di Bigetron Red Aliens masih duduk di bangku SMA. Ia sendiri mengaku bahwa universitas dan sekolah tidak selalu mengizinkan mereka untuk membolos demi mengikuti kompetisi.

Saat bergabung dengan Bigetron Red Aliens, Microboy bersama rekan timnya berhasil menorehkan prestasi dalam turnamen PUBGM nasional dan internasional. Mereka berhasil menjuarai PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 Fall Season yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, mereka mendapatkan hadiah sebesar 2,5 miliar rupiah dari turnamen tersebut.

Microboy tercatat meraih berbagai prestasi bergengsi saat masih berada dalam tim Bigetron Esports. Bersama BTR RA ia berhasil meraih tropi juara 1 PUBG Mobil Club Open (PMCO) 2019, juara 1 PUBG Mobile World League (2020) Season 0, juara 1 PUBG Mobile Pro League (PMPL) 2020 Indonesia, runner-up PMGC League 2020, dan peringkat ke-5 Grand Final PMGC 2020 Dubai.

Menjadi pro player bukan hanya sekadar bermain game. Menurutnya, bermain game dengan profesional, berarti bermain dengan tujuan yakni berlatih dan memenangkan turnamen atau kejuaraan, bukan hanya untuk bersenang-senang saja.

Kebanyakan remaja bermain game hanya untuk bersenang-senang tanpa tujuan sehingga membuat kecanduan dan tidak dapat mengontrol waktu dan emosi dengan baik.

Profil EVOS Microboy #3: Masuk ke EVOS Setelah Hengkang dari Bigetron

EVOS PUBG
EVOS Microboy bergabung dengan EVOS Esports pada awal 2021 setelah keluar dari Bigetron Red Aliens.

Akhir tahun 2020, Microboy memutuskan untuk keluar dari Bigetron Esports dan mengumumkan dirinya hendak pensiun dari skena kompetitif PUBG. Namun, pada musim selanjutnya, ia diketahui telah direkrut EVOS Esports.

EVOS Microboy menjelaskan kepindahannya tersebut menjadi bukti untuk diri sendiri bahwa ia mampu menjadi lebih dari juara. Menurutnya, banyak orang menilai pencapaian tertinggi seorang pro player adalah menjadi juara. Namun ia ingin membuktikan ke diri sendiri bahwa ia lebih dari sekadar juara.

Selain itu, EVOS Microboy juga mengaku saat bermain di Bigetron Red Aliens, ia merasa tidak dapat bermain dengan lepas dan khawatir menjadi beban bagi rekan-rekan timnya. Awalnya ia memang merencanakan untuk pensiun setelah PUBG Mobile Global Championship (PMGC) 2020.

Namun, ia ditawari kembali untuk bermain, setelah berdiskusi dengan berbagai pihak yakni manajemen Bigetron dan orang tua, akhirnya ia mengambil tawaran tersebut. Posisinya saat itu telah habis kontrak, tetapi ia ingin bermain lagi.

EVOS Microboy
EVOS Microboy ditunjuk sebagai kapten tim setelah pindah ke EVOS Esports.

Microboy juga mengungkapkan dirinya mengalami penurunan performa saat bermain bersama Bigetron. Padahal ia rajin berlatih, scrim, dan berbagai rutinitas lainnya tetapi saat turnamen performanya menurun.

Banyak yang bertanya-tanya tentang keputusan Microboy, apakah Bigetron menyetujui kepindahannya ke EVOS? Namun, manajer Bigetron RA membantahnya, karena keputusan Microboy pindah ke EVOS tersebut di luar kewenangan pihak manajemen.

Alasannya, Microboy mengambil kontrak baru dari EVOS. Saat itu, kontraknya dengan Bigetron telah berakhir dan statusnya saat itu adalah pemain bebas atau free agent sebelum bergabung dengan EVOS Esports. Meski begitu, pihak manajemen Bigetron RA tetap berharap Microboy tetap sukses bersama tim barunya.

Kepindahannya tersebut disambut antusias oleh netizen. Mereka mendukung keputusan Microboy dan berharap ia semakin sukses setelah menempuh jalan yang ia pilih. Saat ini ia sudah menjadi kapten atau In Game Leader (IGL) di EVOS divisi PUBGM di samping posisinya sebagai Rifler (support)/Assaulter.

Besar harapannya ia mampu membawa EVOS ke turnamen-turnamen internasional. Ditambah lagi, banyak yang berharap performa EVOS akan semakin meningkat di tahun 2021 dan ke depannya. Kemenangan di setiap turnamen PUBGM akan dinanti oleh penggemarnya.