EVOS Violet, Pengendali Chou dari EVOS Lynx

0
201
EVOS Violet
EVOS Violet debut dengan EVOS Ladies secara mengejutkan lewat kemampuan bermainnya.
Menangkan Hadiah Menarik di Event Pre Registration Cloud Song

EVOS Esports dikenal sebagai organisasi esports yang memiliki pemain berprestasi. Seperti EVOS Lynx yang berisi pro player ladies terbaik dengan kemampuan yang berani diadu dengan pemain laki-laki. Fajria Noviana atau yang biasa disapa EVOS Violet merupakan salah satu pemain EVOS Lynx yang memiliki skill permainan yang handal dan memukau.

Pertama kali bergabung dengan EVOS Ladies (sekarang EVOS Lynx) pada 2020, sebagai pengganti Listy Chan, ia langsung beradaptasi dengan gameplay tim. Adaptasinya yang sangat cepat tersebut menjadi kelebihannya sehingga EVOS Ladies berhasil menjadi juara Mobile Legends Woman Star League (WSL) Invitational Season 1 2020.

Tidak hanya itu, EVOS Violet turut dianugerahi gelar MVP pada gelaran final kompetisi tersebut. Sebelum bergabung dengan EVOS, ia bergabung bersama tim Victim Esports di divisi Mobile Legends. Di tim tersebut, ia merupakan pemain yang cukup dijagokan sehingga bersama EVOS Jennie ia akhirnya menandatangani kontrak dengan EVOS Esports.

EVOS Lynx
EVOS Ladies berganti nama menjadi EVOS Lynx pada 2021 dan mengalami perombakan roster pada WSL Season 3.

Violet bergabung dengan EVOS pada September 2020 dan diperkenalkan sebagai pemain baru yang akan mengisi line-up turnamen WSL. Saat itu EVOS Ladies sedang mengalami kekosongan pemain setelah Listy keluar dari EVOS dan Pucci harus break sementara dari pro scene Mobile Legends ladies.

Meski baru bergabung, ia ternyata mampu menunjukkan skill bermainnya dengan baik. Bersama tim ia memboyong trofi untuk EVOS setelah menaklukkan Siren Moon setelah tiga kali game.

Meski sebelumnya berstatus sebagai pemain sementara, Violet bertahan di EVOS Ladies dan berhasil mendapatkan gelar juara kedua kalinya dalam turnamen Woman Star League Season 2. Sayangnya pada WSL Season 3 2021 lalu, EVOS Lynx gagal mempertahankan juara bertahan yang sudah berhasil mereka dapatkan pada dua musim sebelumnya.

Profil EVOS Violet #1: Menjadi Penghuni Warnet

Violet EVOS
Violet senang bermain game di warnet setiap hari.

Kisah para pemain tidak lengkap jika belum mengetahui perjuangan mereka untuk bermain game. Seperti yang dialami Violet karena menggemari game. Ia sudah menyukai game sejak kecil, maka tidak heran jika kemampuan tersebut dimiliki olehnya.

Kemampuan bermain game Violet sudah terasah sejak kecil. Bahkan ia menjadi langganan warnet yang notabene identik dengan pemain laki-laki. Ia sudah menjadi penghuni warnet sejak menyukai game sebagai hobinya.

Violet mengisahkan masa-masa menjadi penghuni warnet. Ibunda Violet sampai menghampirinya ke warnet karena ia pergi ke warnet setiap hari. “Sampai mama datang terus suruh pulang, (disuruh) makan dulu sana. Habis makan gue balik lagi ke warnet,” jelas Violet melalui kanal Youtube EVOS Funi.

Sebetulnya Violet memiliki PC di rumah dan memiliki jaringan internet. Namun baginya, bermain game ke warnet lebih menyenangkan. Ia sendiri tidak mengetahui alasan lebih jauhnya. EVOS Jennie juga memiliki kisah yang hampir serupa dengan Violet.

Tentunya kisah Violet menegaskan ia sangat serius dengan minatnya di dunia esports. Ia berhasil mengasah kemampuannya dengan bermain game kompetitif di warnet. Maka tidak heran ia berhasil masuk ke tim esports besar seperti EVOS Ladies sekaligus berhasil menjadi juara dan mendapatkan gelar MVP saat debut.

Profil EVOS Violet #2: Chou Violet yang Ganas

EVOS Violet
Saking sakitnya Chou dari Violet, netizen sampai berkata jika Chounya lebih baik dari Donkey.

Kemenangan EVOS Ladies pada Woman Star League Invitational Season 1 menjadi pembicaraan banyak penggemar. Apalagi pada waktu itu, EVOS Legends mengalami krisis pada tahun 2020 karena gagal di MPL. Performa EVOS Ladies dipuji karena permainan yang diisi oleh EVOS Caramel, EVOS Funi, EVOS Pica, EVOS Jennie, dan EVOS Violet meningkat secara luas biasa.

EVOS Violet mencuri banyak perhatian karena permainannya yang mencolok di babak final WSL Season 1 tersebut. Violet memegang role sebagai offlaner tersebut sangat membantu pergerakan tim di lane. Ia bermain agresif di sideline saat babak final melawan Siren Moon.

Puncaknya, di game ketiga ia menggunakan Chou, permainannya tersebut menarik perhatian penonton. Chou dari Violet yang mencapai KDA setinggi 9-0-3 tersebut menjadi pembunuh paling mematikan pada laga tersebut. Bahkan hero tersebut mampu mematikan hero overpowered Brody yang dimainkan oleh Bill dari Siren Moon.

EVOS Violet
Sempat ditantang one by one dengan Donkey oleh netizen.

Pasca menjadi juara, banyak netizen yang berkomentar di live streaming Donkey, mantan pemain EVOS Legends. Mereka mengatakan hero Chou milik Violet lebih baik dari Donkey. Bahkan mereka sampai meminta keduanya untuk tanding one by one Chou untuk memperlihatkan mekanik dan skill siapa yang lebih baik.

Donkey pun mengiyakan dengan basa-basi. Namun Violet sendiri menolaknya dengan malu-malu via live streaming Caramel di waktu yang bersamaan. Donkey sendiri sudah dikenal sebagai legenda Chou di Land of Dawn.

Disebut bermain lebih baik dari Donkey tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi EVOS Violet. Namun, meski dipuji, ia tetap rendah hati karena ia masih terus belajar untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi.

Profil EVOS Violet #3: Aktif Menjadi Content Creator 

Fajria Noviana
Selain sebagai pro player, Violet aktif berkegiatan sebagai content creator.

EVOS Violet memilih Chou sebagai hero andalan yang sering dipakai saat berlaga. Hero Chou adalah hero tank fighter yang memiliki damage dan defense yang cukup besar. Dengan keseimbangan damage dan defense yang cukup baik, hal itu membantunya untuk bermain dengan baik bersama EVOS.

Hero Chou cukup kuat karena ia mampu bermain dengan ganas di early game maupun late game. Sayangnya hero ini cukup sulit digunakan karena mekaniknya yang cukup rumit. Jika salah menggunakan combo, akan sangat fatal hasilnya.

Selain menjadi pro player, EVOS Violet juga memiliki kesibukan lain sebagai content creator. Ia memiliki kanal live streaming di Nimo TV dengan nama EVOS.Violet. Dirinya sering melakukan streaming untuk menunjukkan kemampuan bermainnya serta gameplay yang ciamik.

Tidak hanya live streaming, Violet memiliki kanal YouTube pribadi, Fajria Violet. Di kanal tersebut ia juga membagikan gameplay bersama kawan-kawannya dari EVOS maupun dari tim luar. Hal ini menunjukkan bahwa Violet juga berkawan baik dengan pro player lain.

Ia juga membagikan review tentang hero-hero Mobile Legends dengan baik dan jelas. Saat ini ia sudah memiliki 15,8 ribu subscriber. Selain YouTube, Violet juga sangat aktif menggunakan akun media sosial Instagram.

EVOS Violet
Violet memiliki usaha bersama Aura Becca.

Melalui Instagram @evos.violet ia sering membagikan foto-foto kesehariannya bersama EVOS Lynx maupun endorse. Ia sudah memiliki 69,3 ribu pengikut di Instagram. Selain menjadi tempat ia membagikan kesehariannya, Instagram juga menjadi lahan mencari penghasilan tambahan bagi Violet.

Violet membuka toko online top-up Mobile Legends bersama Aura Becca, salah satu pemain ladies dari Aura Esports. Toko dengan akun @vleegamingshop tersebut sudah memiliki 15,8 ribu pengikut di Instagram serta memiliki situs web dengan nama vleegamingshop.com.

EVOS Violet juga sering membagikan konten tentang hewan kesayangannya. Ia dikenal sebagai pecinta binatang dan memiliki seekor anjing lucu. Selain anjing, Violet juga memelihara sugar glider yang sangat lucu. Konten tentang hewan ia abadikan di highlight Instagramnya.

Itulah perjalanan karier EVOS Violet hingga mencapai kondisinya saat ini. Ia masih bermain bersama EVOS Lynx. Meski begitu pernah mengalami kegagalan, EVOS Violet akan terus menunjukkan tajinya dan melakukan yang terbaik untuk menjadi juara.

Media Partnership