Berkenalan dengan Louvre, Tim Handal di Kancah Esports Tanah Air

0
108
Berkenalan dengan Louvre, Tim Handal di Kancah Esports Tanah Air

Antusiasme pecinta esports rupanya tak juga berkurang. Gaungnya masih nyaring terdengar dari tahun ke tahun. Beragam apresiasi disematkan untuk mendorong industri esports lebih berkembang. Salah satunya dengan mengadakan kompetisi berskala nasional maupun internasional.

Beberapa waktu lalu saja, penyelenggara Asian Games resmi memasukkan esports sebagai salah satu cabang olahraga.

Awal Mula Louvre

Jika sebelumnya stigma negatif melekat pada game, kini semua berubah. Setidaknya ada sekitar 6 judul video game kompetitif yang resmi diperlombakan. Salah satunya adalah Mobile Legends, mobile game bergenre MOBA yang mendapat sambutan luar biasa sejak awal kemunculannya.

Mobile Legends disinyalir masih menduduki posisi pertama sebagai mobile esports paling diminati. Tak ayal kalau banyak kompetisi yang dihelat demi meramaikan jagat esports.

Louvre Esports PUBG Mobile
Tim PUBG Mobile yang bertanding di Tournament Bubu

Bagi penggemar liga Mobile Legends, Anda tentu tidak asing dengan Team Louvre. Tim Mobile Legends ini konsisten menunjukkan prestasinya di berbagai kompetisi. Dibentuk pada tahun 2017, Louvre dipimpin oleh Presiden Direktur Louvre Hotel Groups, Eric Herlangga.

Passion project besutan Eric tersebut berawal dari hobi sang owner dalam bermain Mobile Legends. Berawal dari hobi tersebut, ia pun mencetuskan untuk membentuk Louvre eSports yang digawangi oleh beberapa pemain esports ternama.

Kompetisi pertama yang diikuti tim ini adalah Maxcited, sebuah event dari Telkomsel, dimana pada kompetisi tersebut, Louvre berhasil keluar sebagai juara.

Pencapaian tersebut kian menguatkan niat awal Eric untuk membentuk tim esports sendiri. Ia getol merekrut para atlet esports berbakat untuk dibina. Setidaknya ada beberapa nama tenar yang sempat menjadi punggawa Louvre, seperti Rekt, Donkey, Marsha, YoR, Sushi, Kido, dan Rmitchi. Para pemain inilah yang silih berganti memperkuat Louvre dari MPL season pertama.

Di awal terbentuknya Louvre eSports, tim ini berfokus pada Mobile Legends. Baru di akhir 2018 Louvre mulai memiliki divisi esports untuk platform PC yang disuplai oleh Juggernaut Gaming. Setelah itu, divisi lain, seperti Free Fire juga mulai dibentuk untuk memperkuat Louvre eSports.

Dari beberapa divisi asuhan Louvre, ternyata divisi Mobile Legends-nya mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Divisi Louvre eSports

Selama 2 tahun terbentuk, Louvre eSports diketahui memiliki beberapa divisi utama. Untuk mengenal lebih jauh tim esports asal Indonesia ini, mari kita bahas satu per satu divisinya.

Baca juga:  Yuk, Kenalan dengan EVOS Esports
Louvre Mobile Legends

Banyak orang mengira Louvre hanya mengasuh tim Mobile Legends saja. Hal ini dikarenakan aktifnya anggota punggawa Mobile Legends dalam bersosial media. Tak ayal, Louvre eSports identik dengan Mobile Legends, bukan divisi lainnya. Terlebih beberapa kejuaraan yang berhasil diikuti oleh divisi ini dan kian membuktikan keberadaannya.

Louvre Mobile Legends

Louvre eSports memang sempat mengikuti beberapa kejuaraan nasional dan internasional. Kompetisi bergengsi terakhir yang diikuti tim ini adalah MPL Season 3. Mereka berhasil menyabet juara kedua saat itu.

Tak berhenti sampai disitu, prestasi Louvre makin berkilau di ajang Piala Presiden. Tim yang digawangi oleh Marsha, Kido, YoR, Watt, Badboy, dan Gerald tersebut harus puas memenangi juara kedua.

Keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai divisi Mobile Legends membuat banyak orang optimis dengan keberadaan mereka. Erik sendiri melihat masa depan cerah tengah menanti timnya tersebut.

Sayang, sebuah insiden harus terjadi di tengah keberhasilan Louvre. Pada Juli 2019, tim hebat ini harus dibubarkan langsung oleh Erik. Mereka tidak mampu memenuhi permintaan Moonton untuk membayarkan Rp 15 miliar.

Tuntutan tersebut diajukan oleh penyelenggara MPL Season 4, Moonton kepada owner Louvre eSports. Jika Louvre tetap ingin mengikuti ajang bergengsi tersebut, maka Louvre harus memenuhi syarat ini.

Erik memutuskan untuk membubarkan tim dan membuka bursa pemain. Ia merasa anggota tim Mobile Legends berhak melanjutkan karir di luar Louvre. Tak menunggu waktu lama, seluruh anggota langsung direkrut Aerowolf, tim eSports pesaing Louvre.

Meskipun telah dibubarkan, Louvre terlihat masih aktif mengelola divisi ini. Kini, Louvre Angels mengambil alih posisi para punggawa Mobile Legends yang telah bubar. Mereka aktif melakukan live streaming di Nimo dan menunjukkan kemahiran bermain Mobile Legends.

Tim Louvre Angels memang lebih berfokus pada viewership daripada ajang kompetisi. Menurut Erik, pendapatan dari viewership mampu menunjang aktivitas tim secara keseluruhan.

Louvre Free Fire

Free Fire adalah divisi terakhir yang dibentuk oleh Louvre. Meski demikian, Louvre Free Fire berkembang pesat. Sejak dibentuk pada tahun 2018 lalu, tim ini masih aktif hingga sekarang.

Baca juga:  Clash of Titans BEKRAF Game Prime 2019 Menghadirkan 8 Tim Esports Tanah Air Berprestasi

Sejalan dengan penjelasan Iwan, mobile esports memiliki target market tersendiri. Target viewership setiap bulan dapat dicapai dengan mudah oleh Louvre Free Fire. Pembentukan tim sendiri mengikuti angka viewership game yang selalu tinggi.

Seluruh aktivitas tim Free Fire bisa dilihat langsung dari media sosial resmi Louvre. Para pemain sering melakukan live streaming di Nimo TV. Meskipun tergolong tim termuda, pamor Free Fire tim ini kian diakui oleh para pecinta game tanah air.

Louvre PUBG Mobile

Perkembangan game mobile yang semakin pesat mengilhami Louvre untuk membentuk divisi PUBG Mobile. Di divisi ini terdapat 2 tim yang masih aktif hingga sekarang, yakni Rev Kamikaze dan Louvre Angels.

Menariknya, kedua tim diisi oleh perempuan-perempuan cantik yang memiliki kemampuan bermain PUBG dengan sangat apik. Semua pemain berasal dari Indonesia dengan skill yang telah terasah.

Louvre Angels PUBG Mobile

Prestasi gemilang berhasil dikantongi oleh divisi PUBG Mobile dari tahun 2018. Diawali kemenangan di posisi ketiga pada Ultimate Hombre Axis Pyramid League.

Di tahun 2019 ini, sudah 3 kali tim Louvre memenangkan kejuaraan PUBG Mobile. Kejuaraan terbaru yang diikuti dan sukses dimenangkan adalah ESPM Championship. Pada kejuaraan tersebut, divisi PUBG Mobile membawa pulang piala pertama dan melengkapi daftar pencapaian Louvre.

Louvre Arena of Valor

Saat ini, tim Arena of Valor belum menunjukkan prestasi berarti. Anggota tim masih berstatus bongkar pasang, demi menemukan formasi yang tepat. Meskipun begitu, Louvre optimis viewership dari game ini akan meningkat seiring bertumbuhnya popularitas game mobile. Bila dilihat lebih lanjut, Arena of Valor memang memiliki prospek bagus ke depannya.

Louvre Point Blank

Tak banyak informasi terkait anggota tim game PC. Kebanyakan pemain terlalu menjaga privasi dan tidak aktif di media sosial. Berbeda dengan divisi game mobile, para pemain game PC terlalu fokus bermain dan mengesampingkan hal-hal lain.

Manajemen sempat mengalami kesulitan dalam hal publikasi dan branding. Selama ini tidak ada feedback menarik dari divisi Point Blank, mengingat anggota tim yang terlalu tertutup.

Baca juga:  4 Tim dari Grup B untuk Babak Final Piala Presiden Esports
Louvre Dota 2

Terakhir, divisi Dota 2 yang turut digawangi oleh manajemen Louvre ini sayangnya kini tidak begitu aktif. Belum ada formasi lengkap dan pasti yang menunjukkan keaktifan divisi satu ini. Walaupun demikian, Louvre masih melakukan berbagai cara untuk turut meramaikan jagad dunia esports.

Harapan Louvre ke Depan

Membahas profil Louvre eSports, tak lengkap tanpa melihat prospek esports Indonesia ke depan. Lanskap industri esports Indonesia diharapkan mampu bertahan untuk waktu lama dan terus berkembang.

Setidaknya ada banyak sponsorship yang berkenan mendukung tim-tim esports tanah air. Pasalnya, beberapa tim mobile esports dan PC esports memiliki kompetensi dan kapabilitas yang tak kalah dibanding tim-tim luar.

Untuk Louvre eSports sendiri, Iwan berharap ada perubahan baik. Bubarnya tim Mobile Legends tidak berarti akhir perjuangan Louvre. Masih banyak rencana ke depan yang harus diwujudkan.

Meskipun saat ini Louvre tertinggal dari tim esports lainnya, Iwan optimis dengan masa depan timnya. Louvre tidak menutup kemungkinan membuka divisi baru dan merekrut pemain handal baru.

Demi mewujudkan rencana tersebut, Iwan aktif menghadiri pameran esports. Ia melihat potensi para pemain di masing-masing permainan yang tengah populer. Ini tidak hanya memajukan esports tanah air, tetapi Louvre pada khususnya.

Semoga esports tanah air mampu menguatkan taringnya di kancah nasional maupun internasional. Politik jelas berpengaruh besar terhadap perkembangan esports, oleh sebab itu dukungan pemerintah dan berbagai pihak tentu sangat diperlukan.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here