Mengenal 2 Model Esports World of Warcraft

0
127
Mengenal 2 Model Esports World of Warcraft

World of Warcraft (WoW), sebuah judul gim MMORPG yang memiliki nuansa esports melalui unsur PVE (Player vs. Environment), akan berusia 15 tahun pada bulan November mendatang sejak dirilisnya pada tahun 2004.

Salah satu pencapaiannya terletak pada saat penjualan expansion Battle for Azeroth yang mendulang penjualan sebesar 3,4 juta dolar pada hari pertamanya secara global.

World of Warcraft memiliki unsur kompetitif esports yang sangat jarang dijumpai di kala orang-orang masih sibuk bermain dengan genre MOBA maupun Battle Royale. MMORPG bukanlah kandidat yang secara khusus diutamakan di dunia esports.

Namun, seiring berjalannya waktu, WoW sudah semakin mematangkan konsep kompetitifnya di esports, dengan munculnya fitur Arena dan Mythic Dungeons.

Apa itu World of Warcraft Arena World Championship?

Sejak awal WoW dirilis pada 2004, hal yang paling disoroti dari unsur kompetitinya terletak pada Arena, dimana 2 tim yang masing-masing terdiri dari 3 pemain saling bertarung secara langsung dalam sebuah pertempuran.

Mythic Dungeon Race | World of Warcraft

Arena ini sudah dikenal sejak 2007, bersamaan dengan berkembangnya kejuaraan dunia setiap tahun di BlizzCon. Acara ini telah dikenal dengan banyak nama, namun kini lebih populer dengan sebutan AWC (Arena World Championship).

Sebuah tim Arena biasaya terdiri dari dua pemain yang berperan sebagai damage dealer, dan pemain ketiga yang bertugas untuk menjaga atau meng-heal rekannya. Namun, komposisi tim tersebut tentulah bisa bervariasi. Bisa juga kita menjumpai pemain yang berperan sebagai tanker (peranan yang memiliki karakteristik defensif lebih daripada ofensif).

Dikarenakan kita harus berinvestasi yang cukup signifikan (re: meluangkan waktu) untuk menguasai satu dari 12 class yang ada dalam WoW, para pemain cenderung fokus hanya pada karakter utama saja.

Namun tetap ada yang memiliki karakter kedua maupun ketiga. Karakter kedua maupun ketiga ini adalah alternate character atau yang disingkat dengan alt yang biasanya digunakan untuk melengkapi atau menyesuaikan komposisi tim.

Kini aspek esports WoW di Arena semakin meningkat berkat jumlah pemain yang semakin besar. Para pemain selalu memiliki ketertarikan yang luar biasa pada lomba raiding, namun ketertarikan tersebut tidak bisa terakomodir karena tidak ada ruang yang tersedia untuk menampung jumlah pemain yang terus bertambah dari 20 hingga 40 pemain setiap tahunnya.

Baca juga:  Mengupas Genre Fighting Game: Desain Umum dan Perkembangannya

Tim yang bersaing tidak dapat bertanding bersamaan dikarenakan zona waktu yang berbeda, sehingga jadwal dirilis per daerah. Biaya logistik untuk mengatur sebanyak 20 anggota tim atau lebih untuk acara ditayangkan langsung sangatlah sulit dan terbilang mahal.

Bahkan pertandingan ekshibisi raid yang diadakan di BlizzCon hanya menampilkan beberapa pemain saja di atas pentas, sisanya bermain secara jarak jauh. Selain itu, konten jenis ini juga tidak ada banyak manfaat bila disiarkan ulang.

Berbeda dengan Arena dimana player saling dihadapkan di situasi yang berbeda, tim-tim yang kecil dengan variasi petanya merupakan unsur yang meyamai genre Real Time Strategy (RTS) seperti Warcraft III dan StarCraft 2 yang dianggap sebagai format esports yang dominan di pentas global.

MDI 2018 Grand Final
via YouTube (@PBD Gaming)

Arena memiliki konsistensi dalam menjaga ritme permainannya dari kebosanan, khususnya dengan perilisan rutin tiap expansion-nya yang menghadirkan lebih banyak karakter baru, peta baru, serta perubahan bertahap dari apa yang sudah ada untuk terus menyeimbangkan permainan.

Turnamen dari Arena dimainkan pada peta dengan berbagai ukuran, dan tiap peta memiliki kesulitan yang berbeda-beda yang dapat dimanfatkan oleh pemain untuk menang. Biasanya luas area aktif pada peta Arena hanyalah sebuah pecahan kecil dari yang sudah dimainkan.

Sangat penting untuk memiliki beberapa peta permainan demi menjaga rasa ketertarikan penonton. Variasi peta tersebut juga menjadi pilihan bagi pemain yang bertanding, mengingat tiap peta dapat dimainkan dengan komposisi tertentu. Peta yang dimainkan berulang dengan format yang sama tentu akan mengurangi minat tontonan.

Tiap babak permainan hanya memilki batas waktu 25 menit namun biasanya berakhir di pertengahan menit ke-4 hingga ke-10. Mereka yang menang akan melaju ke peta selanjutnya dengan kondisi kemenangan yang berbeda, dan tim yang kalah harus melakukan penyesuaian untuk bisa menyusul lawannya.

Karena format setiap babak pertandingan adalah best of 5 (BO5) atau best of 7 (BO7), penting untuk memenangkan mayoritas permainan dengan cepat untuk menciptakan keterlibatan dengan penonton. Bila terkunci dalam sebuah stalemate, akan menjadi sangat membosankan jika terjadi secara beruntun.

Baca juga:  Mengamati Bagaimana Cara Liga Sekunder Esports Berjalan

Setelah 5 menit, efek status akan dimunculkan kepada pemain demi mempercepat penyelesaian permainan. Cukup jarang untuk bisa menjumpai permainan yang berdurasi lama. Bila itu muncul, situasi akan menjadi sangat tegang dan para penonton pun akan menebak-nebak siapa yang akan membuat kelalaian hingga jatuh karena kesalahannya sendiri.

Apa Itu Mythic Dungeon Invitational?

Setelah Arena, Blizzard juga mendukung perkembangan unsur esports yang kedua dari WoW melalui pertandingan Mythic Dungeon. Berformat bertandingan terhadap waktu, para tim bersaing untuk meraih waktu terbaik dalam menyelesaikan tantangan game.

Esports World of Warcraft

Semenjak pengenalan Challenge Mode di tahun 2012 silam berbarengan dengan expansion Mists of Pandaria, mode permainan ini mengharuskan tim yang beranggotakan 5 orang ini untuk menyelesaikan dungeon secepat mungkin sambil melawan musuh AI.

Permainan yang berkompetisi dengan waktu ini memakan waktu sekitar 10-30 menit untuk penyelesaiannya. Konsep Challenge Mode ini kemudian dikembangkan hingga menjadi apa yang kita kenal sekarang dengan Mythic Dungeon Invitational (MDI).

Meski masih dalam pertumbuhan, penonton MDI telah melampaui Arena. Blizzard sendiri juga telah menginvestasikan sejumlah uang hadiah bagi pemenang dalam acara ini, sebagai upaya melestarikan ranah esports.

Siapa saja yang berkecimpung di ranah esports WoW?

Yang memiliki presensi terbesar dalam Arena dan Mythic Dungeons adalah organisasi Method. Organisasi yang terlahir dari ekosistem WoW ini awalnya dimulai dari pertunjukan esports MMORPG tingkat akar rumput.

Method | World of Warcraft
Credit: Blizzard Entertainment

Kini, Method telah memiliki dan menaungi banyak tim untuk berbagai genre judul esports. Meskipun mereka tak selalu memenangkan babak turnamen, mereka terus muncul secara konsisten pada permainan WoW skala dunia.

Biarpun kecil yang penting bertumbuh, banyak tim tetap bertanding walau tanpa sponsor. Artinya, ada kesempatan luas untuk menjaring tim tak populer yang memiliki kemampuan untuk mengalahkan raksasa seperti Method, yang dilakukan oleh Kjell’s Angels pada MID bulan Juni 2018.

Sejarahnya, Blizzard telah memiliki wewenang penuh untuk mengatur turnamen sepanjang tahun. Pada tahun 2015, sebuah organisasi bernama GCDTV mulai mengadakan turnamen online Arena berskala kecil yang disiarkan melalui channel Twitch mereka.

Baca juga:  Bagaimana Overwatch League Turut Mengembangkan Esports

Sejak itu pula, GCDTV berkembang pesat dengan turnamen akar rumputnya yang akhirnya mendapatkan peranan sebagai sarana penyisihan untuk tim yang akan berlaga di BlizzCon. Dua tahun setelahnya, Blizzard mengangkat penemu GCDTV untuk membantu mengembangkan terciptanya event esports WoW yang lebih banyak.

Bagaimana masa depan esports WoW?

Saat ini Blizzard tengah melakukan upaya untuk mengembangkan Arena dan Mythic Dungeons. Sejak 2017, struktur turnamen tahunan telah mengalami perkembangan signifikan, seperti menawarkan hadah yang lebih banyak dibanding sebelumnya.

Dibanding dengan beberapa turnamen regional Arena, lebih banyak liga dan turnamen telah disiarkan selama setahun. Jumlah ini melebihi dua kali lipat dari eskposur serta hadiah yang ditawarkan, dibanding sebelumnya.

Azeroth | World of Warcraft
via Twitter (@Warcraft)

Untuk Mythic Dungeons sendiri, eksposur yang diperoleh tumbuh dari yang awalnya hanya menyiarkan babak grand final 2017, menjadi turut menyiarkan pertandingan dari 4 penyisihan regional serta grand final 2018.

Pada bulan November, BlizzCon 2018 mengadakan pertandingan pertama all-star dengan menghadirkan 4 tim papan atas MDI dari pertandingan final.

Esports WoW sendiri setiap minggunya di tahun 2018 memiliki program tersendirinya yang disiarkan di internet. Setiap siaran, baik Arena maupun Mythic Dungeons, secara bersamaan menjangkau lebih dari 100 ribu penonton.

Angka tersebut bukan apa-apa bila dibandingkan dengan banjiran penonton yang diperoleh dari Overwatch serta League of Legends, namun ini adalah pasar yang berkembang bila diinvestasikan dengan tepat.


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan standar editorial Esportsnesia; Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: The Esports Observer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here