#AntiBajakan Review: Coffee Talk (Demo Version)

0
236
#AntiBajakan Review: Coffee Talk (Demo)

Sudah tahu belum ada gim buatan anak bangsa yang sukses di Steam Store? Salah satu judul gim yang turut mengharumkan nama Indonesia ini adalah Coffee Talk besutan Toge Producton! Kali ini saya akan memberikan review terhadap game ini dengan gaya baru.

Yap! Berbeda dengan gaya ulasan saya yang sebelumnya, di tulisan ini saya akan menggunakan narasi  untuk memberikan kesan yang berbeda, sekaligus juga untuk menyerupai gim ini yang bergenre visual novel. So let’s get started!

Apa Itu Coffee Talk?

Coffee Talk merupakan sebuah game bergenre visual novel dengan tema kota cyberpunkish dimana di universe game ini, semua ras hidup di kota yang sama dengan manusia. Setting game ini sendiri terletak pada sebuah kafe kecil dengan kita sebagai karakter utama yang mengelola kafe sekaligus menjadi barista tunggal.

Jangan keburu lesu ketika mendengar genre visual novel. Di game ini, seperti yang saya beritahu sebelumnya, kita akan menjadi seorang barista yang melayani pesanan minuman para pengunjung kafe. Memasuki aspek kedetilan, beberapa pengunjung juga akan meminta kita untuk membuat latte art dimana kita bisa membuat latte art khas kita sendiri dengan bebas juga.

latte art Coffee Talk

Setting Coffee Talk

Kembali ke setting, saat menjadi barista, kita akan mendengarkan banyak cerita dan keluhan dari para pengunjung yang merupakan tema utama dari gim ini. Di hari pertama, kita akan disuguhi cerita berliku dari pasangan elf dan succubus. Tidak lupa mereka juga akan meminta pesanan kepada kita yang kita harus penuhi lho!

Kita juga memiliki seorang teman jurnalis yang merupakan seorang regular di kafe ini dan sering mencari ide dengan mengunjungi kafe ini hingga akhirnya memutuskan untuk membuat cerita berdasarkan kisah orang–orang yang datang ke kafe ini sebagai bahas tulisan untuk artikelnya.

Atmosfer yang dimiliki gim ini juga memberikan kita perasaan yang nyaman berada di sebuah kafe sambil mendengar curhatan orang lain dengan nuansa musik lo-fi dan jazz.

Order Latte Art

Demo Version

Pada tahap demo ini, kita hanya dapat memainkan game ini hingga hari kedua dimana teman jurnalis kita memberitahukan mengenai ide gilanya tersebut. Akan tetapi dalam durasi dua hari game ini, kita sudah bisa menikmati berbagai fitur yang membuat game ini bukan visual novel biasa.

Dalam melayani para pelanggan, kita memiliki buku resep yang terdapat pada perangkat gadget kita dimana kita bisa mencontek resep yang ingin kita buat. Sementara itu, juga ada fitur dimana kita bisa berkreasi membuat latte art layaknya barista sungguhan di minuman pelanggan kita setelah lama mendengar curhatan panjang para pelanggan.

Selain itu art pada game ini terlihat cantik dengan gaya 2D cyberpunk world theme-nya serta ekspresi dari karakternya yang unik juga memberikan kesan tersendiri yang mencolok bagi saya.

recipe Coffee Talk

Apabila kamu penggemar visual novel atau ingin mencoba memasuki dunia visual novel, kamu bisa mencoba gim yang satu ini. Game ini memiliki kesan yang berbeda dari visual novel yang pada umumnya rentan memberikan rasa bosan kepada pemainnya.

Namun di Coffee Talk, dengan atmosfernya yang ringan dan santai, gim ini sangatlah bisa dimainkan secara kasual sembari mengistirahatkan jiwa dan ragamu setelah bergelut di real life. Sebagai tambahan, kamu juga bisa menjalani simulasi kilat menjadi seorang barista di kafe yang kamu kelola ini.

Sekian untuk review singkat kali ini. Mari kita budayakan untuk mendukung industri gim tanah air dengan membeli gim secara legal. Untuk Coffee Talk, kamu bisa membelinya di Steam Store. Jangan lupa juga untuk membaca ulasan game indie lainnya di Esportsnesia.

Gxg signing out!

(Disunting oleh Satya Kevino)