Berawal dari Berdua, Kini Sudah Beramai-ramai. Berikut Profil dari Komunitas Blizzgamers Indonesia!

0
83
Berawal dari Sendiri, Kini Sudah Beramai-ramai. Berikut Profil dari Komunitas Blizzgamers Indonesia! | Esportsnesia.com

Awal Mula Terbentuknya Blizzgamers

Dedy Sofyan adalah founder Blizzgamers Indonesia yang kini sudah tidak lagi asing di telinga. Semua berasal dari hobi diri sendiri. Berawal dari tahun 2013 akhir, Dedy memulai karirnya pada judul esports Hearthstone, Collectible Card Game (CCG) besutan Blizzard Entertaiment.

Dedy Sofyan di acara gathering Overwatch di Jakarta
Dedy Sofyan di acara gathering Overwatch di Jakarta

Diawali dari sebuah turnamen intra-komunitas pelaku industri game dan payment di Indonesia, Dedy mendaftarkan dirinya sebagai salah seorang pemain, dan dengan sangat beruntung beliau berhasil membawa kedudukan pertama kala itu.

Dengan seringnya mendapatkan kedudukan pada turnamen yang diikuti, Dedy dan rekan kantornya, Farando Prakoso mendapatkan ide untuk membentuk sebuah komunitas, dengan tujuan agar sesama teman dengan visi dan misi yang sama, khususnya terkait gamer esports ini, dapat berkumpul menjadi satu.

Tidak tanggung-tanggung, Facebook group menjadi salah satu media pertama tempat Dedy dan rekan lainnya bertegur sapa, saling bergabung, dan berkenalan, tentunya juga saling berbagi informasi terkait kompetisi.

Prestasi Komunitas Blizzgamers

Awal tahun 2014, diadakanlah turnamen Hearthstone pertama di Indonesia dan terbuka untuk umum, yang diadakan di Cenral Park Mall, Jakarta. Beruntungnya, Dedy Sofyan kembali berhasil membawa kedudukan pertama sebagai pemenang.

Tidak berhenti di situ saja. Pada tahun 2015, MOL Indonesia kembali  mengadakan turnamen Hearthstone di XL Xplor Central Park Mall, Jakarta, dengan format Lord of the Arena, dan kembali lagi, Dedy Sofyan membawa pulang peringkat pertama, dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dedy dan tentunya nama dan prestasi baik untuk Komunitas Blizzgamers.

Toys & Games Republic Mark VI
Toys & Games Republic Mark VI

Bukan hanya dengan Blizzgamers, Dedy Sofyan dan rekan lainnya, Stanley Tja yang juga berperan sebagai admin, telah membuat komunitas game Heroes of the Storm. Digandrungi dengan pengalaman yang cukup, Stanley sudah berpengalaman dari jaman WCG, dan tentunya memilki kenalan di industri game dan esports yang sangat luas.

Berkat Stanley yang bekerja sama dengan IeSPA di tahun 2015, salah seorang individu yang berasal dari Heroes of the Storm Community ini dikirimkan ke Korea sebagai wakil untuk bertanding, yaitu salah satu pemain, Danu Priyatmoko yang berasal dari Yogyakarta.

Perjalanan Panjang Komunitas Blizzgamers

Hal yang paling menarik adalah, ketika Blizzgamers berhasil menjadi komunitas dengan karakteristik multi-game-nya. Hal in tentu tidak lepas dari peran teman-teman komunitas di dalamnya.

Dedy dan Stanley pun mulai  mengumpulkan teman-teman baru untuk bergabung, bahkan yang baru kenal sekalipun saat pertemuan gathering komunitas Hearthstone yang saat itu dilakukan di kota Bandung dan Jakarta.

Baca juga:  Keramahtamahan AOV Surabaya Community
MOL Gamers Day 2016
MOL Gamers Day 2016

Tentunya, komunitas Blizzgamers ini juga mengakomodir kebutuhan setiap gamer yang memainkan game besutan Blizzard Entertaiment. Selama kurang lebih 2 tahun, Dedy dan rekan lainnya juga berusaha untuk memperbaiki kesalahan dalam pengembangan komunitas Hearthstone yang lalu. Dimulai dari  memperbaki peraturan, kepatuhan anggota, keselarasan visi dan misi, serta menghormati copyright yang dimiliki oleh Blizzard Entertaiment.

Kali ini, Blizzgamers tidak hanya memiliki komunitas dari 2 game saja, tetapi hampir dari semua game yang ada, seperti: Diablo, StarCraft 2, HearthStone, Heroes of the Storm, World of Warcraft, dan juga Overwatch.

Proses yang dilewati oleh Blizzgamers, Dedy dan rekan, tentulah berbuah manis. Membangun komunitas yang berbasis multi-game dari 0, kini sudah mencapai puluhan, bahkan ratusan anggota.

Tak hanya berhenti di situ, Dedy dan Stanley pun mendapat piagam wujud apresiasi dari Menpora Imam Nahrawi pada bulan September kemarin atas kontribusinya dalam mendukung ekosistem esports di Indonesia.

Kegiatan Komunitas Blizzgamers

Konsistensi Dedy dan teman-teman Blizzgamers lainnya dapat dilhat dari serangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak awal terbentuknya komunitas ini. Kegiatan mulai dari gathering, turnamen, hingga perayaan anniversary pun sudah tak terhitung lagi jumlahnya dengan jari. Berikut adalah beberapa events highlight Blizzgamers!

Indonesia Japan Invitational Tournament Vol.1

Pada bulan Februari 2018, bekerja sama dengan admin HOTS Japan, Blizzgamers menyelenggarakan pertandingan persahabatan antara gamer Indonesia dengan Jepang.

Indonesia Japan Invitational Tournament Vol.1

Jangan ragukan keseruan luar biasa yang sudah dilalui oleh para pemain. Kegiatan ini pun berakhir dengan sangat baik dimana pihak dari HOTS Japan merasa puas dan hendak mengundang tim Indonesia setiap bulannya untuk melakukan pertandingan persahabatan.

Ingin melihat cuplikan pertandingannya? Simak video di bawah sob!

MOL Gamer Day 2016

13 Agustus 2016 merupakan hari bersejarah untuk para penggemar judul esports Overwatch, dimana para penggemar Overwatch dapat mengaktualisasikan kecakapan bermain mereka melalui turnamen Overwatch pertama di Indonesia.

Diselenggarakan di Bandung Electronic Center, hari tersebut juga merupakan Hari Game Sedunia. Gamer dari berbagai latar belakang ‘fakultas gaming’ pun turut berpartisipasi di MOL Gamer Day.

Suasana turnamen Overwatch di Cyberia Pasteur
Suasana turnamen Overwatch di Cyberia Pasteur

Turnamen Hearthstone dan mini gathering World of Warcraft pun semakin menyemarakkan event ini.

Overwatch Community Gathering 2016

Overwatch Community Gathering 2016

Lagi-lagi Blizzgamers melukiskan halaman baru dalam perjalanan komunitas esports khususnya pada judul game Overwatch. Gathering yang diikuti oleh 90 peserta ini turut diramaikan oleh kehadiran NXA Ladies dan MSI beserta Razer. Bekerja sama dengan INIGAME, komunitas Blizzgamers Indonesia berhasil untuk mendatangkan tamu-tamu penting dari dunia esports Indonesia.

Baca juga:  Mengenal PES Seragon Community
1st Anniversary Blizzgamers Indonesia & Colony Overwatch Tournament

Blizzgamers yang tengah mempersiapkan perayaan ulang tahun pertamanya, dihampiri oleh Colony yang ingin memeriahkan semarak ulang tahun tersebut. Kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah turnamen Overwatch dengan tema “Fight with your Colony”, yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 3-4 Desember 2016.

1st Anniversary Blizzgamers Indonesia & Colony Overwatch Tournament

Turnamen ini dinahkodai oleh Agung “AzK” Sukariman, dengan arahan Ervan “Navre” Luthfi, juga dimeriahkan oleh dua orang YouTuber terkenal dan casters, yaitu Acung “Repure” Setiadi dan Leonanda “Gummy Bear” Ferry. Tidak lupa, Monica “MomoChan” Mariska pun ikut berpartisipasi di kegiatan ini.


Dalam mempermudah anggota komunitas mendapatkan informasi, khususnya kegiatan yang dilaksanakan maupun yang sudah selesai, Blizzgamers juga menyediakan portal informasi yang bisa diakses kapan saja.

Blizzgamers ini tentunya telah menjadi panutan untuk banyaknya komunitas esports yang sudah ada. Bagaimana tidak? Hubungan kerja sama yang juga sudah cukup meluas, menjangkau MOL Indonesia, dan IeSPA. Serta beberapa media partner, seperti GameQQ, INIGAME, Indogamers, KotakGame, JalanTikus, dan VGI.

Motivasi yang menggerakkan Komunitas Blizzgamers

Motivasi yang tetap membara dan terjaga tentunya sangat diperlukan demi mempertahankan konsistensi diri Blizzgamers. Dedy dan rekan komunitas mengingini agar komunitas ini dapat menjadi wadah, bukan hanya bagi generasi mereka tetapi untuk generasi muda selanjutnya yang akan menjadi bagian dari keluarga Blizzgamers.

Motivasi yang menggerakkan Komunitas Blizzgamers

Teman komunitas Blizzgamers meyakini bahwa wadah in kelak akan menjadi salah satu keluarga bagi teman-teman komunitas gamer untuk saling mendukung, bertukar pikiran, maupun sebagai teman sparring; dimana kelak komunitas ini dapat dipenuhi dengan orang-orang yang bersahabat, dan berpikiran positif, khususnya dalam bermain untuk berkompetisi dengan baik, tanpa adanya penggelapan, kecurangan, maupun perjudian.

Dengan demikian, besar keyakinan Dedy dan rekan komunitas Blizzgamers lainnya, bahwa di masa yang akan datang, akan ada anggota dari komunitas ini yang berangkat menuju turnamen baik skala nasional maupun internasional mewakili Blizzgamers maupun negara tercinta.

Visi dan Misi Komunitas Blizzgamers

Layaknya sebuah komunitas, Blizzgamers memiliki visi dan misi untuk pengembangan komunitas ini ke depannya. Adapun visi tersebut adalah menjadi Komunitas Blizzard Gamers nomor 1 di Indonesia dalam hal jumlah anggota komunitas, jumlah event yang diselenggarakan, meng-organize event dengan profesional, menjadi wadah untuk bibit-bibit player esports yang berkualitas dan dapat mengikuti turnamen resmi dari Blizzard; serta meneruskan semangat “Play Fair, Play Nice” dari Blizzard dan menjunjung tinggi “Integrity, Respect, Fairness, Sportivity”.

Toys & Games Republic Mark VI
Toys & Games Republic Mark VI

Begitu juga dengan misi Blizzgamers: “Kualitas, terpercaya, dan profesional dalam pelaksanaan event menjadi target utama komunitas Blizzard Gamers Indonesia dalam menempatkan posisi paling atas di tengah market komunitas”.

Baca juga:  Berkenalan Dengan 3 Komunitas Esports di Indonesia

Suka duka Komunitas Blizzgamers

Tidak lepas dari persoalan internal, suka duka dalam komunitas tentunya adalah hal yang sangat lumrah. Tantangan yang dihadapi berupa menjumpai anggota yang tidak konsisten, atau bahkan berakhir dengan memiliki visi dan misi yang berbeda.

Suka duka Komunitas Blizzgamers

Namun hal tersebut bukanlah menjadi hambatan bagi Blizzgamers dan lannya untuk berhenti berkembang. Bermodalkan mental untuk terus belajar, Blizzgamers telah berhasil membuktikan dirinya sebagai pionir dalam mengadakan event-event yang belum dilirik oleh pihak lain. Hal ini pun menjadikan Blizzgamers sebagai komunitas multi-game yang terpandang khususnya di kalangan komunitas esports.

Perkembangan esports di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri, bahwa esports kini memiliki tempat yang cukup istimewa di Indonesia. Terutama, dengan adanya lirikan kepada Blizzgamers pada penyelenggaraan esports di Asian Games pada Agustus 2018 lalu. Dengan adanya pembahasan esports pada Asian Games lalu, Dedy berharap masyarakat dapat semakin meluaskan pandangannya terhadap esports.

Toys & Games Republic Mark VI
Toys & Games Republic Mark VI

Tidak hanya berpandangan bahwa esports hanyalah sebatas game, permainan yang membuat kecanduan, berdampak negative; tanpa memandang lebih jauh dari sisi lainnya, seperti adanya karir yang bisa ditempuh di dunia esports.

Pandangan Blizzgamers terhadap isu-isu seputar industri esports

Berbicara mengenai fakta zaman kini, ketika dunia esports sudah banyak disentuh oleh anak yang bahkan berusia belum genap 17 tahun. Menurut  Dedy, sebagai salah satu pencetus komunitas ini, beliau mengatakan bahwa anak yang bermain dalam bidang esports yang belum genap 17 tahun tidaklah dianjurkan untuk menekuni hal tersebut terlalu dalam.

Dedy mengakui masih banyak yang harus dibenah baik dalam diri anak tersbeut, maupun sistem dan peraturan yang ada. Begitu juga dengan sistem kompetisi, Dedy berharap untuk teman-teman esports khususnya yang berada di Indonesia, untuk dapat bertanding secara sehat, baik antar brand, EO, dan antar komunitas, untuk dapat berkompetisi dengan sehat; yang akhirnya akan saling membangun satu sama lain menjadi lebih baik.

Harapan Komunitas Blizzgamers ke depannya

Terkait dengan harapan Blizzgamers kepada seluruh anggota yang bergabung pada komunitas ini, meniti karir di dunia esports bukanlah hal yang salah. Namun, Dedy tetap meyakini bahwa pendidikan masihlah menjadi yang utama.

Akan lebih baik jika setap rekan yang ingin bergabung untuk tidak mengesampingkan pendidikan yang sedang dijalani. Karena untuk meniti karir di dunia esports, kemampuan bermain saja tidaklah cukup, namun pengetahuan yang mendukung dan menyertai akan memberikan nuasna yang lebih berwarna.

(Sumber: Blizzgamers.id; Disunting oleh Satya Kevino)