EVOS Donkey, Tanker Terbaik Mobile Legends Indonesia

4
30
esports evos donkey
EVOS Donkey pro player Mobile Legends Bang Bang

Laga dalam turnamen esports di Indonesia memang tidak ada habisnya. Dari berbagai turnamen lahirlah atlet-atlet esports profesional Indonesia. Salah satunya adalah EVOS Donkey yang membuat Indonesia dipandang dalam kejuaran kelas dunia esports Mobile Legends.

EVOS Donkey memiliki nama asli Yurino Putra Angkawijaya adalah atlet esports Mobile Legends yang memainkan Tank dalam berlaga. Asam garam sudah dilaluinya dalam dunia esports.

Penasaran dengan sepak terjangnya dalam Mobile Legends dan squad EVOS? Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan Yurino ‘Donkey’ Putra.

EVOS Donkey Menyabet Gelar Tanker Barbar

evos donkey tanker barbar
EVOS Donkey dikenal sebagai Tanker barbar.

Donkey dikagumi oleh para penggemar gim Mobile Legends karena keahliannya dalam menggunakan Tank. Ia berhasil menyabet Tanker Terbaik dalam turnamen MPL 2018 lalu. Gelarnya tersebut masih bertahan hingga sekarang.

Seperti pemain pro player veteran, EVOS Donkey bermain Tank dengan keahlian yang barbar. Di sini yang dimaksud barbar bukan berarti bermain dengan sembarangan. Namun lebih tepatnya berani dalam memperhitungkan permainan.

Donkey berani menjadi samsak dan berada di garis depan. Hal itu menyebabkan lawannya kesulitan untuk mengalahkan skuat dalam turnamen.

Pria kelahiran Surabaya tersebut sering membagikan live streaming saat bermain gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Meski menjadi Tanker terbaik, ia juga sering membagikan tips dalam bermain gim lewat live streaming.

Karir EVOS Donkey dalam Esports Indonesia

EVOS Mobile Legends Squad
Donkey bersama tim Mobile Legends Bang Bang squad.

Sepak terjang EVOS Donkey dalam dunia esports tidak perlu diragukan lagi. EVOS adalah organisasi yang membesarkan namanya. Meski begitu, ia sempat berpindah-pindah tim.

Selama MPL Season 1 dan 2, Donkey masih membersamai timnya di EVOS dalam laga tersebut dan berhasil menjadi runner up. Ayah satu anak tersebut pindah untuk memperkuat tim Louvre Esports dan mendapatkan peringkat keempat dalam laga MLBB Professional League (MPL) Season 2. Kemudian bergabung bersama Revo Esports tapi sayangnya gagal masuk dalam kualifikasi MPL Season 3.

Setelahnya, Donkey kembali ke squad lamanya di Mobile Legend EVOS. Masa-masa tersebut menjadi masa terbaik untuk Donkey dan tim. Mereka betul-betul berada di puncak karier.

Setelah berkali-kali tidak mendapatkan gelar juara dalam MPL, Donkey dan kawan-kawan berhasil memenangkan MPL ID Season 4. Setelah keberhasilan tersebut, squad EVOS harus kembali berlaga bertaraf internasional. Mereka harus berlaga dalam turnamen MLBB World Championship (M1) yang diadakan pada 15-17 November 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, bersama finalis lainnya, Rex Regum Qeon (RRQ).

Lagi-lagi mereka mendulang prestasi, tim Mobile Legends EVOS berhasil meraih Trebel Winner di tahun 2019. Mereka berhasil memenangi Indonesia Esports National Championship (IENC) 2019, MLBB World Cup, dan MPL Season 4 sekaligus.

Bagi Donke, MPL Indonesia sangat penting dibandingkan Mobile Legends World Championship 2019. MPL menurutnya lebih mengeluarkan effort yang panjang dan sangat melelahkan. Meski begitu ia tidak ingin menyepelekan turnamen lain dan tetap berhasrat menjadi juara dengan berlatih lebih keras.

Dengan prestasinya yang luar biasa di kancah nasional dan internasional, Donkey juga kembali bermain dalam SEA Games. Ia terpilih menjadi roaster Timnas Indonesia dalam gelaran SEA Games di Manila, Filipina.

EVOS Donkey Sempat Berpikir untuk Pensiun

EVOS Donkey sempat ingin pensiun
Donkey sempat mengutarakan keinginannya untuk pensiun dari esports.

Dengan prestasi yang cemerlang, EVOS Donkey sempat berpikir untuk menyudahi karirnya sebagai pro player MLBB. Ia pernah mempertimbangkan untuk pensiun setelah bertanding dalam SEA Games 2019 mewakili Indonesia.

Pria kelahiran 26 September 1989 tersebut menyebutkan bahwa EVOS akan menjadi im terakhir yang ia bela. Alasan yang kuat yang mendasari keinginannya untuk pensiun adalah waktunya yang benar-benar tersita dalam dunia esports.

Donkey merasa mengorbankan banyak hal demi esports, sehingga ia hanya memiliki sedikit waktu untuk keluarga. Ia berpikir prioritasnya pada saat itu adalah esports nomor satu, sedangkan keluarga nomor dua.

Ia sendiri membeberkan jadwal latihan yang cukup ketat. Selama ini tim MLBB EVOS berlatih mulai pukul 14.00, kemudian melakukan review dan scrim (berlatih bersama tim lain) sampai pukul 18.00 atau 19.00. Kemudian istirahat sampai pukul 20.00, lalu lanjut untuk review dan scrim hingga pukul 23.00. Malam dilanjutkan dengan rank sampai pukul 02.00 atau 03.00 pagi.

Tetapi keputusan tersebut belum bulat. Ia masih akan mempertimbangkan keterlibatannya di dunia gim jiga EVOS memberikan waktu latihan yang lebih longgar. Sehingga dapat memberikan waktu untuk keluarga.

Bahkan, ide untuk pensiun itu mencetuskan ide lain. Ia berpikir akan membentuk tim esports jika sudah pensiun nanti.

Tidak Membatasi Diri

ggwp evos donkey
EVOS Donkey dalam turnamen esports.

Sebagai atlet esports profesional, Donkey tidak pernah membatasi dirinya sendiri dalam berkarir. Ia tidak menutup diri dengan tujuan lain selain mendapatkan juara. Terus untuk memperkaya pengetahuan dan pemikiran yang visioner harus dimiliki oleh player.

Menurutnya, menjadi pro player tidak hanya membutuhkan skill yang baik saja. Tetapi mental, mindset, dan kesehatan juga harus menjadi fokus dari para atlet. Baginya, jika hanya mengandalkan skill dalam bermain itu kurang.

Menjadi atlet esports dan bermain dalam tim pasti membutuhkan mental, komunikasi, dan mindset yang stabil dan baik. Untuk itulah, menjadi pro player tidak hanya sekadar bermain gim. Ada yang perlu dikembangkan untuk mencapai karir yang lebih tinggi.

Baginya, skills bisa diasah, tetapi untuk mengasah soft skill lainnya butuh kemauan. Membangun mental yang kuat dan mindset yang baik akan berpengaruh dalam menjalin relasi. Apalagi jika sudah terjun dalam ranah kompetisi.

Ditambah lagi jika ada stigma buruk yang dihadapi oleh para gamers. Apalagi jika anak muda itu masih sekolah, orang-orang akan mengira jika orang tersebut hanya bekerja untuk bermain gim saja.

Donkey menyarankan agar anak muda yang serius terjun dalam dunia esports untuk tetap tekun dan tidak membatasi diri. Peluang dalam industri esports sangat terbuka lebar untuk para pemain muda.

Mereka yang ingin serius menjadi pro player harus berani untuk terus mengeksplorasi diri dan kemampuan agar mengetahui seberapa jauh jalan yang akan mereka tempuh.

Donkey juga menyarankan, membatasi diri tidak selamanya harus ngoyo untuk harus selalu menjadi pro player esports. Masih ada banyak karir yang akan terus mendukung dunia esports menjadi lebih baik jika sudah pensiun dalam bermain. Seperti menjadi content creator, video editor, atau orang-orang di balik layar dalam dunia esports lainnya.

Hal itu dialami oleh EVOS Donkey. Ia tidak bisa selamanya menjadi seorang pro player, ada masanya ia akan digantikan oleh generasi emas lainnya. Juga ada banyak faktor penghambat lainnya.

Alhasil, Donkey memilih untuk fokus menjadi streamer. Pilihannya tersebut tidak sekadar pilihan asal-asalan. Ia memikirkan karir ke depan sebagai seorang atlet esports. Alhasil, karir yang ia bangun dari awal tidak akan meredup begitu saja.

Nah, itu dia pencapaian Yurino ‘Donkey’ Putra sebagai pro player MLBB dalam tim EVOS. Tidak mudah untuk menjadi pro player dalam dunia esports. Selain pengorbanan, kita juga harus berani untuk mengeksplorasi kemampuan kita.

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari Donkey. Tidak hanya memantapkan diri untuk terjun dalam esports tanpa mau belajar lagi.

Skill memang penting, tetapi kita harus mau berkembang untuk menjadi yang lebih baik. Tertarik menjadi pro player “barbar” seperti Donkey?