Sepak Terjang KuroKy di Dota 2: from Zero to Hero

0
241
Kuro

Dota 2, salah satu permainan bergenre MOBA yang kini sudah sah dikenal sebagai esports, tercatat memiliki ribuan pemain aktif setiap harinya, baik yang bermain secara kasual maupun kompetitif.

Ekosistem esports dalam Dota 2, mulai dari compendium, ranked match, Dota Pro Circut, hingga turnamen berhadiah milyaran rupiah The International, telah melahirkan banyak figur inspiratif dalam perkembangannya.

Banyak atlet hebat yang eksis melalui turnamen Dota 2. Salah satunya adalah Kuro “KuroKy” Salehi Takhasomi. KuroKy adalah seorang atlet profesional Dota 2 asal Jerman yang saat ini bermain untuk Team Liquid. Sepak terjang KuroKy menjadi atlet Dota 2 telah membawanya untuk memiliki penghasilan sebesar 2,4 juta dolar di tahun 2017.

Champion The International 2017 via Dota 2
Champion The International 2017 via Dota 2

Melawan keterbatasan dengan video game

Di balik semua pencapaian itu, ada kerja keras dan keterbatasan yang dilawan oleh KuroKy. KuroKy yang lahir dan besar di Jerman ini, memiliki masa kecil yang membatasinya dari bermain di luar seperti anak-anak pada umumnya.

Hal ini dikarenakan KuroKy menderita kelainan pada kakinya yang menyebabkan dia tidak dapat berjalan lebih dari 30 menit. Oleh karena itu orang tuanya berinisiatif menabung dan membeli video game sebagai hiburan untuk KuroKy kecil.

Dengan keterbatasan itu, KuroKy menjadi sering bermain game seharian sebagai sarana hiburannya. Seiring dengan berjalannya waktu, KuroKy pun mulai menunjukkan bakatnya bermain video games, dan pada hari ini, hal tersebut menuntunnya menjadi seorang pro gamer.

Awal terjun ke esports

Sebelum bergabung dengan tim besar, KuroKy pernah menjadi anggota dari beberapa tim lokal di Jerman. Awal mula karir bermain game KuroKy dimulai pada tahun 2006 saat ia memutuskan untuk berpartisipasi di kompetisi DotA-league.com dengan timnya, World Eater.

Kemenangan dan performa KuroKy yang apik di kompetisi tersebut membuatnya mendapat perhatian dari mousesports, sebuah organisasi multigaming internasional yang berbasis di Jerman. KuroKy pun resmi bergabung di tahun 2008.

Pada awalnya, KuroKy berperan sebagai pemain cadangan di DreamHack Winter 2008 bersama rekannya Clement Ivanov, atau yang lebih dikenal dengan Puppey, dan Kim  Larsson, alias “Drayich”.

Baca juga:  Danylo “Dendi” Ishutin, Sosok Ikonik Dunia Esports
Kuro "KuroKy" Salehi Takhasomi
via Dot Esports

Dari sinilah awal persahabatan KuroKy dan Puppey dimulai. Karirnya sebagai carry di Dota menanjak kala mousesports mengalahkan MYM di MYM Prime Defending di tahun 2008. Di tahun yang sama pula KuroKy menyabet penghargaan sebagai carry of the year dari Gosugamers.

Jatuh bangun KuroKy di Dota 2

Perjalanan KuroKy di esports terus berlanjut hingga kemunculan sekuel dari Dota, yakni Dota 2. Kemunculan Kuro yang pertama ke publik adalah pada saat peluncuran perdana turnamen The International tahun 2011.

Di saat itu KuroKy tergabung dengan GosuGamers.net, dimana ia bermain dalam tim bersama Kebap, Azen, dan Mirakel. Hasil pertandingan di turnamen ini tidak terlalu baik karena tim mereka dikalahkan oleh MiTH.Trust pada ronde pertama.

Meskipun permainan berjalan kurang sukses di The International, KuroKy masih melanjutkan karirnya bermain pada beberapa laga dengan tim-tim yang berbeda, seperti tim PANZER and 10,000th.

Pada bulan Mei tahun 2012, ia memutuskan untuk bergabung dengan Virtus.pro, organisasi multigaming yang berlokasi di Rusia. Ia mencoba peruntungan di klub barunya dengan harapan dapat lolos kualifikasi turnamen The International 2012.

Meski dapat memenangkan babak pertama di West Qualifiers melawan mTw, tim KuroKy pada akhirnya harus takluk di tangan mousesports dan zNation. Meskipun sudah tereliminasi, ia masih mendapat kesempatan untuk bertanding di The International menggantikan ComeWithMe dari mousesports yang pada saat itu mengalami masalah visa.

KuroKy di Na'Vi
via Liquipedia

Kesempatan itu pun tidak dilewatkannya. Namun,lagi-lagi hasilnya masih kurang baik karena kalah pada babak pertama dan belum mengalami peningkatan dari kekalahannya di 2011.

Musim berikutnya, bergabung dengan tim Natus Vincere (Na’Vi) pada tanggal 28 Februari 2013, bersama dengan sahabatnya, Puppey. Di titik inilah KuroKy mulai mengalami kemajuan yang cukup baik.

Di debut tahun pertamanya dengan Na’Vi, ia dan timnya berhasil menduduki posisi kedua di The International 2013.

Di tahun 2014, KuroKy keluar dari Na’Vi dan memutuskan untuk masuk ke dalam Team Secret, melihat hasil turnamen The International 2014 yang kurang memuaskan. Selama di Team Secret, KuroKy terlibat konflik dengan rekan setimnya yaitu Artour “Arteezy” Babaev.

Baca juga:  5 Menit Lebih Dekat dengan Clinton "Fear" Loomis, Pemain Multi-Role dari Barat

Keduanya berseteru bahkan di tengah gelaran The International 2015. Hal ini mengakibatkan mereka berakhir di posisi 7-8.

Halaman baru dengan Team Liquid

Pasca The International 5, KuroKy kembali mencari rumah idamannya. Setelah keluar dari Team Secret, ia membangun timnya sendiri yang bernama 5Jungz.

Team Liquid banner
via Esports Edition

Di tim ini KuroKy berperan sebagai kapten, bersama dengan rekannya dari Jerman yaitu FATA- yang berperan sebagai midlaner, diikuti dengan duo MATUMBAMAN and JerAx dari Finlandia yang berperan sebagai carry dan roaming support. Roster terakhir diisi oleh MinD_ContRoL dari Bulgaria.

Tim 5Jungz ini dinilai mempunyai reputasi yang baik dan potensi yang menjanjikan. Tidak lama setelah peluncurannya, tawaran dari Team Liquid pun datang untuk diajak bergabung.

Dengan membawa bendera Team Liquid, mereka berhasil menjuarai beberapa turnamen seperti The Defense Season 5, serta menjadi runner up pada Shanghai Major 2016. Prestasi selanjutnya adalah ketika KuroKy dapat mengantarkan timnya pada kemenangan di ESL ONE Manila 2016 mengalahkan tim kuat dari China bernama Newbee dengan skor tipis 3-2.

Namun, badai kembali melanda pada turnamen The International 2016. Team Liquid harus berpuas diri dengan kekalahan mereka pada babak-babak awal. Setelah The International 6, FATA- and JerAx pun keluar dari roster dan digantikan oleh BuLba dari Evil Geniuses, dan Miracle- dari OG.

Dengan formasi tim yang baru, Kuro bersama Team Liquid kemudian meraih juara di beberapa turnamen di tahun 2017. Salah satunya adalah EPICENTER.

Performa dari Team Liquid pun semakin menanjak saat mengikuti The International 2017, dimana KuroKy dan timnya akhirnya menjadi juara yang mengalahkan Newbee dengan skor 3-0 di Grand Final. Hal ini merupakan rekor membanggakan bagi KuroKy selama beberapa kali mengikuti The International.

KuroKy pun pernah tercatat sebagai pemain profesional yang aktif berpartisipasi di The International, serta berpenghasilan tertinggi di esports Dota 2.

(Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: Liquipedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here