Strategi Monetisasi Esports untuk Bisnis (Bagian 2)

0
151
Strategi Monetisasi Esports untuk Bisnis (Bagian 2)
Credit: Blizzard

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel strategi monetisasi esports untuk bisnis yang sudah di-publish sebelumnya. Kalau sebelumnya kamu belum baca, silakan klik link yang tertanam di atas ya.

Sudah baca artikel sebelumnya? Sekarang kita akan lanjut membahas strategi yang bisa dijalankan di esports.

1Menempatkan logo di merchandise

Via nsmshop.com

Jangan membatasi diri dengan penempatan logo hanya dalam papan iklan maupun media sosial. Logo juga bisa ditempatkan di beberapa platform merchandise, seperti topi, kaos, ataupun jaket. Hal ini bisa dilihat langsung di Piala Presiden Esports 2019.

Strategi ini mengharapkan nilai return dalam jangka panjang, sangat berbeda dengan strategi marketing sekarang yang sering dipakai melalui iklan di media sosial yang efeknya terlihat lebih instan.

Akan tetapi, jangan diremehkan juga efek dari promosi melalui merchandise karena ini adalah strategi yang sudah diandalkan dari zaman dulu.

Sebagai langkah pertama, perlu dipikirkan lebih dalam mengenai bagaimana bentuk dan desain dari merchandise yang diinginkan. Ssaat membuat desain merchandise, meskipun tujuan awalnya adalah untuk menyebarkan logo; beberapa orang berpikir kalau logo itu harus dibuat sebesar mungkin supaya terlihat banyak orang.

Namun, desain logo yang terlalu mencolok justru akan membuat desain merchandise menjadi kurang bagus, dan beresiko membuat merchandise menjadi tidak dipakai.

Oleh sebab itu, kita harus berpikir bagaimana agar orang-orang akan terus tertarik untuk memakai merchandise kita dalam jangka panjang, sehingga orang-orang juga bisa terus melihat brand kita.

Kamu juga boleh membahasnya dengan designer yang berpengalaman dalam membuat merchandise, khususnya bagaimana membuat desain merchandise yang cocok dengan logo yang dimiliki.

Salah satu poin penting yang harus dibahas adalah dimana lokasi strategis untuk menempatkan logo, bukan hanya ukurannya saja, tetapi juga warna dasar merchandise yang cocok dengan logo.

Beberapa jenis merchandise yang sering dipakai: kaos, jaket hoodie, topi, tas jinjing, sticker, pin, poster, gelang, gelas, payung, dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Melirik Peluang Investasi Esports di Genre Fighting Game

Kalau kamu belum punya pengalaman membuat merchandise, jangan langsung membuat banyak jenis merchandise sekaligus. Mulailah dulu dari satu jenis dan lihat bagaimana respon konsumen.

Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, kamu bisa belajar bagaimana strategi yang dipakai oleh kompetitor. Perhatikanlah apa merchandise utama yang paling diandalkan dalam strategi mereka.

2Nilai yang tercantum dalam kontrak itu bukan segalanya

via impactbnd.com

Ini adalah poin yang sangat penting dan harus diperhatikan bukan hanya dari pihak kamu yang ingin bekerja sama dengan organisasi esports, tetapi juga dari sisi organisasi esports yang ditawarkan.

Industri esports ini masih muda, sehingga banyak organisasi, pemain dan penyelenggara pertandingan yang masih kekurangan sponsor. Sebagai sponsor, ini adalah kesempatan yang menggiurkan.

Selain mempertimbangkan harga, perlu juga menimbangkan syarat dan ketentuan dalam kontrak. Sebagai contoh, dalam perjanjian mensponsori sebuah tim, bisa saja ada dibuat ketentuan meminta tim mengganti logonya untuk mengikuti logo perusahaan sponsor.

Hal seperti itu sangat tidak dianjurkan. Di hal ini, sebagai sponsor, janganlah terlalu memaksakan untuk membuat ketentuan yang bermacam-macam.

Terkadang, terlepas dari berapapun jumlah uang yang ditawarkan, logo suatu tim sangatlah berarti bagi identitas tim. Pada beberapa kasus, ada juga tim yang tidak begitu mempedulikan logonya, yang penting mereka bisa dibantu sponsor untuk berkompetisi.

Bagi organisasi penerima sponsor, jangan tergiur sekali dengan jumlah uang yang ditawarkan dalam kontrak. Jangan lupa untuk mengecek sejarah bagaimana perusahaan ini bekerja sama dengan tim lain.

Berwaspadalah jika pernah mendengar kabar tentang tim lain yang menyesali hubungan kerja samanya.

Hindarilah juga sponsor dari perusahaan judi, atau perusahaan makanan yang mempunyai sejarah menggunakan bahan kimia berbahaya dalam produknya, atau perusahaan yang tidak benar lainnya (di mata masyarakat).

Selain kita harus mempertahankan moral kita, perusahaan seperti ini tidak dijamin akan bertahan lebih lama daripada perusahaan yang sudah dikenal lama kredibilitasnya. Kalau mereka tidak mempedulikan perlakuan mereka kepada konsumennya, kamu harus lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan yang ada dalam program sponsornya.

Baca juga:  Di Balik Tirai Blizzard dan Heroes of the Storm

3Pahami audiensnya

Credits: Helena Kristiansson, Kelly Kline

Sekilas kalau dilihat, para penikmat esports hanya terdiri dari kaum muda yang hobinya bermain game. Padahal sebenarnya populasi komunitas ini sangat luas dan beragam.

Kamu bisa mengamati karakteristik audiens berdasarkan genre dari game yang mereka ikuti. Genre di esports cukup bervariasi, mulai dari permainan individu, seperti genre fighting game, hingga genre permainan kooperatif berbasis tim, seperti MOBA.

Tiap genre memiliki daya tariknya tersendiri. Jadi jangan terlalu cepat menilai bahwa semua komunitas esports itu mempunyai jenis penonton yang sama. Pelajari dulu bagaimana komposisi dari komunitas yang mau kita dekati, apakah benar produk ini cocok untuk dipromosikan di komunitas ini.

4Dengarkan konsumen

via talentadore.com

Selalu dengar pendapat dari konsumen. Walaupun tidak semua itu benar, tapi untuk mendapatkan nilai positif dari konsumen sebanyak mungkin, kita harus bisa menjaga ekspektasi mereka.

Kita juga harus menyadari bahwa produk kita tidak bisa memenuhi semua permintaan konsumen; oleh sebab itu, kita perlu mengolah tanggapan yang ada sebanyak mungkin agar bisa membuat strategi promosi yang sesuai.

Hal penting yang harus diperhatikan: jangan memperbesar perbedaan antara ekspektasi dan realita dari produk kita dengan slogan yang terlalu bombastis dan susah dicapai. Jika ekspektasi yang terbangun dari produk sudah terlalu besar, maka semakin besar juga kekecewaan para konsumen saat produk tersebut gagal mengimbanginya.

5Berdayakan internet influencer

Credit: Fast Web Media

Promosi produk melalui selebriti online adalah salah satu taktik yang umum dipakai dan memang sangat dipercaya tingkat kesuksesannya untuk memperkenalkan suatu produk ke dalam dunia esports.

Survei dari Google telah membuktikan bahwa 70% dari remaja yang menggunakan YouTube merasa lebih dekat dengan YouTuber daripada artis pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya persepsi bagaimana kehidupan YouTuber dipandang lebih sederhana dan lebih mirip dengan penontonnya, dibandingkan dengan kehidupan selebriti yang terlalu mewah dan susah untuk memunculkan rasa simpati dari penonton.

Meskipun hanya selebiriti online, jangan meremehkan micro influencer. Ini adalah sebutan untuk selebriti online yang jumlah pengikutnya lebih kecil dibandingkan influencer yang sudah mainstream.

Biasanya mereka itu tidak menjadikan halaman media sosialnya sebagai sumber pendapatan utama karena jumlah audience mereka masih terlalu kecil. Di sinilah kita bisa memperkenalkan produk kita ke mereka.

Baca juga:  Lanskap Industri Esports Indonesia (Bagian 1)

Strategi di sini tentunya tidak terbatas hanya dengan memberikan uang saja untuk mempromosikan produk. Perhatikan berapa jumlah dan tipe audience mereka, kemudian sesuaikan strategi apa yang paling cocok.

Misalnya, strategi membuat sebuah campaign membagi-bagikan kupon untuk follower mereka, bisa lebih efektif daripada memberikan sekedar memberikan produk kita untuk di-review oleh mereka.

6Bekerja sama dengan suatu seri pertandingan

Arena of Valor International Championship 2018

Ini adalah strategi termahal dan paling besar komitmennya untuk dilaksanakan karena sifatnya yang jangka panjang. Selain harus merencanakan komitmen ke depannya, kita juga harus harus bekerja sama dengan penyelenggara di setiap pertandingan.

Meski upayanya besar, hasil dari komitmen ini juga akan lebih besar. Seiring dengan kesuksesan seri pertandingan ini, maka brand kita juga akan ikut melambung. Kalau kita sukses melaksanakan strategi ini, maka orang-orang setiap kali mengingat acara ini akan terus juga terikat dengan brand kita.


Demikian saja pembahasan lanjutan mengenai strategi monetisasi esports. Penulis berharap mudah-mudahan bisa membantu kamu untuk mengenal bagaimana para pelaku bisnis bisa berkolaborasi bersama dalam dunia esports.

Untuk kamu yang mencari sponsor, kamu juga bisa belajar bagaimana jalan pemikiran pihak sponsor, agar kamu mempunyai gambaran, apa yang bisa kamu harapkan setelah mempunyai sponsor.

Tentunya tidak semua strategi bisa dibahas dalam artikel ini. Apakah kamu punya pengalaman pribadi yang ingin ditambahkan? Atau bahkan tidak setuju dengan poin-poin di atas? Coba tulis komentar kamu di bawah ini.

(Disunting oleh Satya Kevino; Referensi: Esports Observer, printsome, Tribe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here