Apa Itu Fighting Game?

0
376
Street Fighter V
Credit: Capcom

Pernah dengar judul game seperti Street Fighter, Smash Bros atau Mortal Kombat? Judul-judul tersebut digolongkan ke dalam sebuah genre yang bernama fighting game.

Untuk saat ini mungkin ketika kamu diminta untuk membayangkan suatu pertandingan esports, judul game yang muncul di pikiran kamu pasti seputar genre FPS atau MOBA, seperti Counter-Strike atau Dota.

Genre fighting game ini memang tidak memiliki jumlah player sebanyak game-game mainstream lainnya. Akan tetapi,jangan terlalu cepat berkesimpulan dulu. Genre fighting game ini ternyata punya ekosistem esports-nya juga loh!

Abuget Cup 2017
Credit: Shoryuken

Enggak percaya? Contohnya, nih. Ada turnamen Evo, Tekken World Tour, Capcom Pro Tour, hingga ELEAGUE. Di Indonesia sendiri, komunitas fighting game juga tersebar luas loh, seperti Gelud, KMPT Malang Tekken Brotherhood, Surabaya Tekken Community, dan juga Drop The Cap. Pertengahan tahun lalu juga, Indonesia baru saja menggelar Abuget Cup 2018.

Nah, sudah merasakan belum keistimewaan genre fighting game ini? Penasaran kan? Yuk kita kenalan dengan genre ini.

Kesan pertama genre fighting game

Yang membuat permainan di genre fighting game itu sangat berbeda dibandingkan dengan tipe pertandingan esport di genre game lain itu, menang atau kalah itu murni dari skill seorang pemain sendiri, tidak ada random factor seperti luck dari dalam game ataupun mengandalkan team skill.

Kalau dibandingkan dengan genre collectible card game di esports, kartu yang keluar dari deck selalu random. Berapa banyak pun persiapan strategi pemain, jalan pertandingan nantinya selalu tidak bisa diprediksi siapa yang akan menang.

Tekken World Tour via segmentnext.com
Tekken World Tour via segmentnext.com

Bahkan pemain yang awalnya dianggap akan menang bisa saja tiba-tiba menjadi kalah kalau kartu yang keluar lebih buruk dari kartu lawannya.

Bila dibandingkan dengan genre MOBA, seperti Dota ataupun Mobile Legends, kalau kita dipertemukan dengan teman satu tim yang kurang jago, maka seberapa baik pun performa kamu, masih saja tetap besar kemungkinan tim kita akan kalah melawan tim yang lebih baik kemampuannya. Hal ini tidak lain karena adanya faktor teamwork yang menjadi variabel utama genre MOBA.

Lebih parah lagi di genre First Person Shooter (FPS) yang ada fitur friendly fire. Kadang-kadang kita bisa kalah karena diserang oleh teman sendiri, meskipun secara tidak sengaja.

Di sisi lain, sebagai penonton yang menyaksikan suatu pertandingan, faktor seperti luck dan teamwork itu bisa membuat pertandingan yang awalnya membosankan menjadi menarik. Namun, tidak semua orang suka dengan sistem seperti ini. Terkadang di hari pertandingan besar, jerih payah dan latihan seorang atlet itu menjadi tertutupi hanya karena musuh lebih beruntung.

Awal penurunan popularitas RTS
Street Fighter

Sebagai penonton yang punya tim favorit dan sudah sedari dulu diikuti perkembangannya, kita tahu persis bagaimana perjuangan dan latihan mereka. Kita pasti kecewa berat jika nantinya mereka kalah di hari pertandingan besar karena perjuangan dan latihan mereka itu bisa dikalahkan oleh mereka yang beruntung.

Kesan pertama yang lain

Meskipun genre fighting game memiliki pesonanya sendiri, tak jarang orang-orang masih belum memiliki ketertarikan untuk menyukainya. Alasannya biasanya akan berkisar pada, kerumitan permainan, khususnya dalam melakukan gerakan combo, tutorial yang kurang memanjakan pemainnya untuk langsung menjadi pro, dan yang paling utama, jenuh dengan kekalahan.

Pemain baru yang mencoba fighting game akan mudah terdemotivasi jika terlalu sering kalah. Tidak jarang juga, kekalahan tersebut akan diperjelas dengan berbagai alasan yang melindungi ego mereka, seperti menyalahkan karakter musuh yang lebih kuat.

Baca juga:  Apa itu Mobile Esports?
Fighting Game Community via kotaku.com.au
Komunitas Fighting Game via kotaku.com.au

Padahal, jika hal tersebut direspon oleh pemain yang sudah berpengalaman, mereka akan menjawab bahwa semua karakter masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan yang harus bisa kita eksploitasi.

Jadi, skill untuk mencari dan memanfaatkan kelemahan musuh inilah yang perlu dikuasai untuk bisa menjadi pro.

Mulai memilih fighting game yang cocok

Hari ini, ada begitu banyak sekali judul fighting game yang bisa dimainkan, dan masing-masing game tersebut memiliki gameplay yang tentunya berbeda. Pilihan yang banyak tersebut tentunya membuat pemain baru kesulitan untuk memilih.

Mortlak Kombat X (Credit: NetherRealm Studios)
Mortlak Kombat X (Credit: NetherRealm Studios)

Jadi, bagaimana cara untuk memilih judul game yang cocok untuk kita?

Salah satu indikator fighting game yang bagus terletak pada daftar fighter / karakter yang ada di dalamnya. Setiap karakter di dalam game harus mempunyai karakteristik yang sangat unik dan gameplay yang berbeda juga.

Mengingat bahwa waktu yang dihabiskan di fighting game itu selalu dengan melihat karakter yang digunakan bertarung melawan karakter lain, pasti akan terasa membosankan kalau setiap karakter memiliki kemiripan dengan karakter lain. Apalagi jika justru mempunyai gerakan yang sama.

Berikut ini ada beberapa judul fighting game yang terkenal dan mungkin salah satunya bisa menjadi fighting game yang cocok buat kamu.Yuk kita kenali satu per satu.

Street Fighter V

Karakter yang bisa dimainkan sangatlah bervariasi dan unik. Mulai dari strategi gaya bertarungnya hingga desain karakternya yang beragam. Komunitas Street Fighter juga sangatlah besar di dunia. Banyak pertandingan diadakan untuk gathering, LAN Party, ataupun bertanding secara online.

Mortal Kombat X

Dikenal sebagai game dengan grafis yang sadis dan brutal, menunjukkan banyak darah yang bermuncratan dengan animasi yang menunjukkan bagaimana tulang dan organ dalam tubuh dipecahkan satu per satu seiring karakter bertanding hingga akhirnya dieksekusi.

Dengan judul paling barunya ini, setiap karakter dibuat sedetil mungkin dan banyak particle effect yang muncul dari attack skill karakter. Daftar karakter yang bisa dipilih juga seimbang antara satu dengan yang lainnya, dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Injustice 2

Karakternya berasal dari komik DC Universe, seperti Batman dan Superman, dan disertai dengan tambahan DLC characters seperti Hellboy dan karakter DC lainnya. Mempunyai single player story mode yang bagus, dengan kualitas voice acting yang mendukung.

DRAGON BALL FighterZ

Karakternya tentu berasal dari seri anime Dragon Ball. Game ini dilengkapi dengan animasi gerakan dan particle effect yang dibuat semirip mungkin untuk mengikuti gaya animasi anime-nya. Sangat disarankan untuk mencoba game ini bagi kamu yang sudah familiar dengan anime-nya.

Game ini juga memiliki banyak dialog yang menarik antar karakter di cutscene singkat sebelum mereka bertarung. Setiap karakter memiliki dialog berbeda tergantung siapa yang mereka lawan.

Tekken 7

Memiliki popularitas yang cukup panjang sejak seri pertamanya. Setiap serinya memiliki storyline-nya masing-masing yang saling terhubung. Seri game ini juga memiliki gameplay yang konsisten, namun daftar karakter yang tersedia tidak akan selalu sama per serinya. Hal ini karena daftar karakter yang disediakan turut mengikuti alur cerita tiap seri.

Guilty Gear Xrd

Desain karakter game ini mengikuti desain karakter anime secara umum dengan banyak efek serangannya yang juga mengikuti animasi dari action anime. Detil karakter dan background juga tidak kalah bagus dengan game lainnya. Mempunyai tutorial mode yang paling bagus bila dibandingkan dengan kebanyakan fighting game lainnya.

Nah, sudah dapat rekomendasi nih. Tentu saja beberapa judul di atas belumlah mencakup semua fighting game yang ada. Masih ada banyak fighting game apik lainnya yang tidak penulis ketahui.

So, terus mencoba ya sob, sampai dapat judul fighting game apa yang pas untuk kamu mainkan.

Baca juga:  Apa Itu Esports?

Nah, kalau sudah baca beberapa judul di atas tapi masih juga bingung mau pilih game apa, kamu juga bisa memilih game berdasarkan karakternya yang kamu kenal.

gameplay Super Smash Bros
Smash (Credit: Nintendo)

Misalnya, kalau kamu suka membaca komik Dragon Ball, kamu akan lebih cocok untuk belajar dengan Dragon Ball FighterZ atau Super Smash Bros. Ultimate yang ada menampilkan karakter dari Pokemon, Mario, Metroid, dan sebagainya.

Kalau kamu suka menonton film Hollywood Street Fighter, maka kamu perlu mencoba game-nya. Hal yang sama juga berlaku untuk judul game yang lain ya, sob.

Memilih karakter

Langkah selanjutnya setelah memilih judul game adalah memilih karakter utama untuk memulai perjalanan fighting kamu.

Sebagai pemula yang baru mencoba sebuah judul baru, kamu pasti bingung saat pertama kalinya melihat daftar karakter yang bisa kita pilih, apalagi jika kamu justru ingin mencoba semua karakter yang ada.

Guilty Gear Xrd (Credit: Arc System Works)
Guilty Gear Xrd (Credit: Arc System Works)

Bagi kamu yang masih baru, tidak dianjurkan untuk terus berganti-ganti karakter di setiap pertandingan. Di tahap awal, kita disarankan hanya untuk memainkan 1 karakter saja.

Hal ini penting supaya kamu tidak kebingungan mempelajari moveset yang ada dari tiap karakter di game. Tiap karakter memiliki moveset yang berbeda, dan kamu bisa pusing duluan. Fokus utamanya adalah untuk terlebih dahulu mempelajari core mechanic dari game ini.

Hal penting kedua yang harus diperhatikan saat memilih karakter pertama adalah kita sebaiknya tidak memilih karakter hanya dari penampilan luarnya saja. Sebaiknya, mulai belajar dari karakter yang mempunyai basic moveset paling mudah.

Setelah menguasai dasar dari game mechanic secara umum, selanjutnya kamu sudah bisa mempelajari karakter yang penampilannya paling keren.

Tekken 7 (Credit: Bandai Namco)
Tekken 7 (Credit: Bandai Namco)

Kalau kamu kesulitan untuk mengetahui karakter apa yang cocok untuk dipelajari, kamu cukup membuka Google dan mengetik nama gamenya ditambah dengan keyword “beginner character”. Akan ada banyak artikel, dan juga video, yang bisa membantu kamu.

Mode latihan

Setelah memilih karakter apa yang mau dipelajari, berikutnya adalah mencoba training mode. Di sini, kamu akan melawan AI dengan waktu yang tidak terbatas, HP musuh akan selalu kembali penuh, dan tidak akan melawan balik, hanya diam di tempat menerima serangan.

Di sinilah kamu bisa sepuasnya latihan, pelan-pelan mencoba semua moveset dari tiap karakter dan bebas melakukan apapun sesuka hati kita tanpa ada gangguan. Selain melatih kontrol gerakan tangan, kamu juga bisa mencoba mengenali gerakan tiap karakter yang ada untuk mengantisipasi jika nanti melawan musuh yang menggunakan karakter ini.

Street Fighter V (Credit: streetfighter.com)
Street Fighter V (Credit: streetfighter.com)

Jika kamu sudah mengenali kelebihan dan kekurangan tiap karakter yang ada, tentunya tidak sulit untuk memprediksi apa gerakan lawan kamu berikutnya.

Kebanyakan judul fighting game yang populer selalu dapat menampilkan daftar combo karakter kita ke dalam layar sambilan kita bermain di training mode. Seandainya tidak ada, ya, Google saja!

Pada awalnya sebelum menghafal luar kepala bagaimana menjalankan semua combo karakter ini, kamu harus latihan untuk melakukan combo hingga lancar. Dalam training mode, kamu harus memperhatikan juga bagaimana variasi combo akan menggerakkan tubuh karakter kamu, karena ada beberapa combo yang mempunyai opening move yang sama.

Setelah lancar gerakan tangan dengan timing gerakan dari karakter, berikutnya adalah strategi melakukan block and counter.

Di tahap awal, banyak pemain baru beranggapan bahwa yang paling cepat memencet tombol attack lah yang akan memenangkan permainan. Konsep berpikir ini tidaklah benar dan bisa menjadi acuan untuk membedakan pemain baru dengan pemain berpengalaman.

Sebagai pemain baru, kalau bertemu dengan musuh yang agresif melakukan attack, kita harus diam di tempat dan menunggu karakter musuh mendekat sambil melakukan block, lalu memprediksi serangan apa yang akan dilakukan musuh, tunggu mereka membuat celah yang bisa kita manfaatkan, dan kemudian melakukan counter.

Injustice 2 (Credit: NetherRealm Studios)
Injustice 2 (Credit: NetherRealm Studios)

Banyak pemain baru yang meremehkan sistem blocking, karena mereka meremehkan perbedaan damage yang diterima antara serangan yang tidak di-block dengan serangan yang sukses di-block. Apalagi jika tampilan HP bar yang kecil, susah untuk membedakannya dengan sekilas mata tanpa pengalaman membandingan serangan.

Baca juga:  Apa Itu First Person Shooter?

Pada awalnya, semua gerakan yang dilakukan musuh akan terlihat terlalu cepat untuk di-counter, tapi beberapa combo dengan heavy attack memang sengaja di desain ke dalam game untuk membuat karakter musuh melakukan beberapa gerakan lambat sebelum melaksanakan serangan utamanya.

Di sinilah pentingnya kita latihan untuk membiasakan diri dan memprediksi kapan ada kesempatan yang muncul. Kalau kamu benar-benar teliti dan terbiasa dengan combo musuh, kamu pasti bisa tahu tanda-tandanya dan bisa melakukan counter.

Belajar dari gaya bermain pemain profesional

Walaupun perlu latihan di dalam game, jangan lupa juga untuk meluangkan waktu belajar dari luar. Khususnya dengan menonton pertandingan di turnamen besar. Pada proses awal belajar mekanik sebuah game, kita semua akan bergerak dari sebuah strategi yang normal dan banyak dilakukan oleh orang lain.

Dragon Ball FighterZ (Credit: Bandai Namco)
Dragon Ball FighterZ (Credit: Bandai Namco)

Daripada membuang banyak waktu untuk terus menerus melatih diri dan pelan-pelan mempelajari kesalahan, akan lebih efisien jika kita hanya meluangkan waktu untuk melihat bagaimana strategi para player di pertandingan profesional.

Dengan membandingkan strategi kamu dengan orang lain, kamu bisa lebih cepat sadar dan segera memperbaiki kesalahan, dibandingkan kamu terus bermain sendiri untuk waktu yang sangat lama mencoba setiap variasi strategi.

Cara belajar dari video di internet

Kalau kamu ingin belajar dari video yang ada di internet, kamu bisa mencarinya dengan mengikuti beberapa langkah di bawah ini:

  1. Pilih nama karakter yang mau dipelajari,
  2. Cari nama pertandingan besar,
  3. Cari babak pertandingan yang menggunakan karakter tersebut,
  4. Pelajari bagaimana strategi mereka dalam menggunakan karakter tersebut,
  5. Bandingkan dengan strategi yang selama ini kamu pakai,
  6. Pelajari perbedaannya,
  7. Pertimbangkan apakah kamu perlu mengganti strategi atau tidak,
  8. Sesuaikan strategi lama kamu dengan strategi baru yang belum pernah dicoba.

Para pemain baru yang masih belajar sering tidak tahu mana saja strategi yang benar dan mana strategi yang salah. Daripada semakin terjerumus ke jalan yang salah, lebih baik membandingkan diri dengan orang lain.

Kadang kadang kita akan terkejut melihat pro player memilih karakter yang sering kita mainkan dan tiba-tiba dia melakukan sebuah manuver yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Ini adalah momen penting bagi pemain baru untuk belajar dari pemain di atasnya.

Jangan mengandalkan auto combo

Untuk saran terakhir dalam artikel ini, jangan terbiasa menggunakan fitur auto combo. Ini adalah sistem combo yang dijalankan hanya dengan 1 tombol saja.

Street Fighter V (Credit: Capcom)
Street Fighter V (Credit: Capcom)

Umumnya sistem combo attack dalam fighting game itu sengaja dibuat ribet untuk dijalankan dan butuh latihan untuk menguasainya. Sebagai pemain baru, sistem attack seperti ini jelas membingungkan karena terdiri dari berbagai macam tombol yang harus ditekan dengan timing yang sempurna.

Akan tetapi, jika berhasil dieksekusi, damage ­dari combo attack juga akan lebih besar dari serangan biasa.


Sekian saja tulisan perkenalan dengan genre fighting game. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu kamu dalam memulai perjalanan fighting game.

Sebagai penulis dari artikel ini, tentu saya sadar bahwa artikel ini tidak 100% lengkap merangkum seluk-beluk yang ada dalam genre ini. Kalau ada kritik dan saran yang bisa kamu tambahkan, silakan tulis komentar kamu di bawah ini.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here