Bingung Cara Membuat Tim Esports? Ini Dia Tipsnya!

0
284
Esports Epicenter
Credit: media.epicenter.gg

Berkembangnya industri esports sepertinya membawa angin segar bagi para pencita game. Pasalnya game-game saat ini mulai diperlombakan dalam event-event dari kelas lokal hingga skala internasional yang berhadiah hingga milyaran rupiah.

Nah, hal yang menarik buat sobat Esportsnesia adalah pertandingan game ini termasuk kategori olahraga elektronik loh! Jadi, kamu nggak akan disalahin lagi karena hobi bermain game, karena bermain game secara kompetitif sudah diakui secara internasional sebagai esports.

Sedikit mengulas mengenai apa itu esports, secara mudahnya, esports merupakan sebuah olahraga yang menggunakan competitive gaming untuk dimainkan oleh para profesional. Istilah ini digunakan untuk menunjukan sisi permainan yang kompetitif.

Tidak terdapat klasifikasi khusus sebuah apakah sebuah judul game termasuk ke dalam esports atau tidak. Selama game tersebut memiliki unsur yang dapat dipertandingankan secara sportif, maka game  tersebut juga bisa diklasifikasikan sebagai esports. Sebagai contoh, siapa sangka World of Warcraft yang bergenre MMORPG, ternyata memiliki 2 model esports.

Semakin banyaknya event esports baik lokal maupun internasional, turut meningkatkan antusiasme para gamer untuk berpartisipasi dalam ajang pertandingan tersebut. Namun tak banyak dari mereka yang berhasil, banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuksesannya.

Akan tetapi, jangan khawatir. Di tulisan kali ini, Esportnesia akan membagikan tips untuk membuat tim esports yang profesional dan siap bertanding. Simak tipsnya berikut ini!

1

Pilih judul game esports yang ditekuni

Hal pertama yang haruskan kamu lakukan adalah tentukan game yang akan kamu tekuni. Di sini kamu bisa memulai dengan game yang sudah kamu dan tim kamu kuasai terlebih dahulu. Kamu juga bisa memilih berdasarkan genre, mulai dari MOBA, FPS, fighting game, battle royale, hingga genre lainnya.

Semakin kamu menguasai sebuah game, semakin besar peluangmu. Tapi, perlu diingat bahwa game yang bersifat free-to-play tentu akan lebih banyak pesaingnya. Teruslah berlatih hingga kamu memiliki sebuah pencapaian.

Baca juga:  3 Fakta Menarik Seputar World Championship League of Legends 2018
2
Credit: media.epicenter.gg

Bentuk tim kamu

Untuk kalian yang sudah memiliki jejaring di dalam game atau sudah memiliki reputasi / prestasi yang bagus di dalam game, tentu hal ini cukup mudah untuk dilakukan. Pilih dari teman-temanmu yang menurut kamu skill dan role play-nya cocok dengan gaya bermain dari tim yang akan kamu buat.

Ingat, bahwa tidak ada hasil yang instan. Jangan lupa juga untuk memilih secara objektif. Rekrutlah anggota tim yang memang sesuai dengan kebutuhan kamu dan percaya dengan visi yang kamu berikan.

3
Credit: media.epicenter.gg

Berlatih dengan tekun dan serius

Setelah memiliki tim, teruslah berlatih dengan serius. Keseriusan dan komitmen adalah harga mati. Untuk menjadi atlet esports yang handal tentu memerlukan kemampuan yang mumpuni. Kamu bisa mengasah skill kamu melalui video YouTube dari cara bermain para pro player ataupun dengan terus bereksperimen hingga kamu menemukan identitas diri kamu di dalam game.

Serupa dengan atlet olahraga profesional, selain mengasah kemampuan gaming, kamu juga harus memperhatikan kebugaran fisik kamu dengan berolahraga. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga stamina kamu, loh!

4

Bangun motivasi

Setiap usaha memerlukan proses, ketekunan dan kesabaran. Untuk menjaga hal tersebut, diperlukan motivasi. Bila tidak bermotivasi, maka kamu akan mudah untuk tidak konsisten dalam berlatih dan mudah berputus asa.

5
Hangout komunitas Banlist

Bergabung dengan komunitas

Sama halnya dengan motivasi, bergabung dalam komunitas juga membantumu meningkatkan semangat, loh! Selain itu, komunitas juga adalah sebuah sarang belajar. Dengan berkomunitas, tentunya sesama anggota bisa saling berdiskusi membahas strategi.

Bila kamu menjumpai sebuah kendala dalam mengasah skill, bertanyalah kepada komunitas. Komunitas esports tentunya akan saling mendukung anggotanya dan turut sukses bila anggota di dalamnya juga sukses. Oleh sebab itu, komunitas haruslah menjadi rumah kedua setelah tim kamu.

Kamu juga bisa menemukan berbagai informasi seputar turnamen ataupun coaching clinic dari kegiatan komunitas kamu. Nah, untuk bergabung dengan komunitas, kamu bisa mulai mencari dari berbagai media sosial.

6
Champion The International 2017 via Dota 2

Buat target

Ketika berada di tahap ini, mulailah membayangkan apa yang ingin kamu raih dari tim esports ini. Visualisasikan dan mulai membuat target yang realistis. Bagi kamu yang masih tim akar rumput, jangan terlalu bermimpi untuk berandai-andai bisa memenangkan turnamen sekelas The International.

Baca juga:  Melihat Pertumbuhan Esports Farming Simulator
7
Credit: Adam Antor Photography

Mulai dari bawah

Ukir prestasi dari mengikuti berbagai turnamen lokal terlebih dahulu. Jangan minder bila tim esports kamu masih kecil. Sebab, sesungguhnya ada banyak pihak yang peduli loh dengan tim-tim esports akar rumput.

Pertandingan-pertandingan yang kamu hadapi di turnamen lokal ini sangat penting untuk menambah jam terbang kalian. Semakin banyak pertandingan yang kamu ikuti bersama dengan tim kamu, semakin kuat chemistry yang terbentuk dalam permainan kalian; dan tentunya semakin besar juga kesempatan kalian untuk bisa mendapatkan spotlight.

8
Seorang coach esports via kotaku.com.au

Memperbesar tim

Hal ini akan menjadi mudah bila tim kamu sudah memiliki prestasi dan reputasi yang baik. Tim kamu yang hanya beranggotakan para atlet, tentu hanya cukup untuk membawa tim kamu kepada kemenangan. Untuk membawa tim kamu menuju next level, seperti Na’Vi, tentunya diperlukan beberapa peranan tambahan, seperti manajer, coach, analis, juru bicara, hingga psikolog.

Ada banyak orang-orang non-atlet esports yang bisa kamu rekrut ke dalam tim. Namun, perlu diingat bahwa hal tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan tim kamu.

Peranan seorang manajer dalam sebuah tim esports sangatlah penting mengingat bahwa para anggota tim sudah memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengantarkan tim kepada kemenangan sehingga sulit bagi mereka bila harus dilengkapi dengan tanggung jawab tambahan.

Dengan adanya seorang manajer, ia akan menjadi orang yang mengatur turnamen apa yang harus tim kamu ikuti. Selain itu, ia juga yang akan menentukan dengan siapa kamu akan bekerja sama, sekaligus merangkap berbagai tugas-tugas lainnya yang tidak dilakukan oleh atlet-atlet esports kamu.

9
Doing It My Way: Emuhleet via YouTube (@Dignitas)

Mulai mencari sumber pendapatan lain

Selain mendapatkan uang dari kemenangan di turnamen, tim esports kamu tentu perlu sumber pendapatan yang lain demi menjaga keberlangsungan tim esports kamu. Hal ini bisa dicapai melalui kerja sama sponsorship antara tim kamu dengan perusahaan-perusahaan yang berminat.

Ketika tim kamu sudah menjadi bintang esports, akan ada banyak perusahaan yang ingin meng-endorse tim kamu untuk mempromosikan produk mereka kepada para audiens esports. Produk yang bisa tim kamu endorse tentu tidak hanya terbatas pada produk seperti peralatan PC atau gaming saja, tetapi juga produk lifestyle, seperti minuman energi, keripik kentang, deodoran, hingga merek mobil ternama.

Baca juga:  Pengaruh Politik terhadap Esports
10
Credit: media.epicenter.gg

Terus mengevaluasi diri

Di langkah terakhir ini, setelah kamu sudah berlatih dan berkompetisi, apapun hasilnya kamu harus ingat bahwa ini adalah sebuah perjalanan. Jangan terlalu dini mengambil kesimpulan. Renungkanlah performa tim kamu terhadap target kamu. Apakah sudah tercapai? Jika belum, analisalah alasannya.

Jangan putus asa bila kamu belum mencapai target. Sebaliknya, berambisilah untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik dari pribadi yang sebelumnya. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian yang kamu alami.

Setelah mendapatkan jawaban mengapa kamu belum mencapai target, susunlah strategi yang baru agar ke depannya kamu bisa mencapainya. Kamu bisa berkonsultasi dengan yang ahli maupun komunitas untuk mereka bisa membantu kamu mencapai target kamu.

Namun, bila target yang sudah kamu tetapkan sudah berhasil diraih, jangan terlalu berbesar hati. Langkah berikutnya tentu adalah dengan menyusun kembali target baru beserta strategi baru. Ini akan menjadi langkah yang terus kamu ulangi dalam perjalanan kamu meraih kesuksesan.


Itu dia 10 langkah untuk sukses membuat tim esports. Bagaimana menurut kamu? Tertarik untuk membentuk tim dan berkarir sebagai atlet esports?

Apa yang dituliskan di atas merupakan gambaran paling sederhana ya. Setidaknya poin-poin tersebut wajib ada saat kalian ingin membentuk tim sendiri.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here