[#SUMUTESPORTSPRIDE] Gurbin “Creed” Singh: Pro Gamer Harus Miliki Mental Kuat

613
Simak profil atlet esports asal Medan, Gurbin “Creed” Singh, yang telah mengharumkan nama Sumatera Utara #SumutEsportsPride!

#SUMUTESPORTSPRIDE – Gelaran esports di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 telah melahirkan sederet juara baru termasuk di cabang olahraga esports yang turut dipertandingkan untuk pertama kalinya.

Pada gelaran ekshibisi esports yang diselenggarakan pada 22-26 September lalu, terdapat 4 gim yang dipertandingkan yaitu Mobile Legends, Free Fire, PUBG mobile, dan PES 2021.

Selain itu, pada PON XX kali ini juga diadakan pertandingan persahabatan untuk cabang gim Lokapala yang merupakan gim bergenre MOBA besutan developer dalam negeri.

Kali ini Esportsnesia berkesempatan untuk berbincang dengan Gurbinder “Creed” Singh, salah seorang atlet esports yang bertanding dalam ajang pertandingan persahabatan gim Lokapala. Gurbin yang berasal dari kota Medan, Sumatera Utara, bersama dengan tim Jeet Esports berhasil menoreh prestasi dalam ajang tersebut.

Simak profil atlet esports asal Medan, Gurbin “Creed” Singh, yang telah mengharumkan nama Sumatera Utara #SUMUTESPORTSPRIDE!

Kehidupan Sebelum Aktif di Dunia Esportsgurbin

Saat ini Gurbin, sapaan akrab gamer kelahiran Bekasi ini, masih aktif sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Universitas Prima Indonesia, kota Medan.

Sebelum aktif di dunia esports dulu paling ya main gim, nongkrong sama kawan, kuliah, gitu-gitu aja paling,” komentarnya ketika ditanya mengenai kegiatan sebelum aktif menjadi pemain gim profesional.

Setelah aktif sebagai pemain pro, rutinitas itu pun berubah. “Waktu untuk latihannya ditambah, waktu untuk main-mainnya dikurangi,” terangnya.

Meski sudah suka bermain gim sejak usia 4 tahun, Gurbin baru terjun ke dunia esports profesional sejak tahun 2018. Saat itu, Gurbin aktif memainkan gim Mobile Legends.

Dulu cuma main biasa aja sih. Tahun 2018 akhir baru ada kawannya kawan yang ngajak ikut turnamen. Di situ pertama kali saya terlibat mengikuti turnamen dan ternyata juara. Dari situ kemudian saya menjadi semakin kompetitif,” Gurbin menerangkan.

Pada saat itu, Gurbin banyak terinspirasi oleh gamers profesional tanah air seperti RRQ Lemon dan Udil, dua nama besar di kancah esports Indonesia.

“Bakat mereka memang luar biasa makanya bisa sampai jenjang yang tinggi. Selain itu mereka juga lebih fokus kan, sering bermain. Kalau mau seperti itu ya saya harus lebih fokus lagi dan perbanyak latihan,” tuturnya.

Menjadi Pemain Gim LokapalaGurbin

Sebelum aktif memainkan gim Lokapala, Gurbin aktif bermain Mobile Legends. “Waktu itu sempat ikut turnamen-turnamen dan pernah juara juga.”

Ketika gim Lokapala dirilis, pemain beraliaskan Creed ini mengaku langsung tertarik untuk mencobanya. “Karena saya memang suka gim MOBA. Kebetulan ada developer gim lokal yang membuat gim MOBA, jadi langsung mencoba bermain karena ingin support gim lokal.”

Pada awalnya Gurbin bermain Lokapala juga tanpa ada niatan khusus untuk menjadi gamer Lokapala pro. “Dulu awalnya saya hanya main-main saja. Kemudian saya gabung komunitas Discord-nya. Di situ ada yang nyari-nyari tim, kemudian bertemu dengan Dixo dan membentuk formasi tim yang pertama.

Gurbin mengaku, pada awalnya mereka belum bermain sebaik saat ini. “Setelah tim terbentuk, kami coba ikut turnamen-turnamen mingguan dan turnamen komunitas. Awalnya sering kalah. Habis itu kami sering-sering scrim sampai akhirnya di turnamen minor Season 1 tahun 2020 kami mendapatkan juara 2. Setelah itu berkembang jadi makin kuat sampai sekarang.

Gurbin menyatakan bahwa perkembangan tim tidak lepas dari hubungan antar anggota yang semakin akrab sehingga meningkatkan chemistry.

“Dulu masih baru dan belum familiar. Chemistry juga belum ada. Lama-lama chemistry makin bagus, gameplay juga bagus.”

Hal Penting dari Seorang Pro Gamer Gurbin

Gurbin berpendapat, seorang pro player harus memiliki kesiapan mental yang baik dan skill yang mumpuni. “Yang pertama mental harus kuat karena banyak yang skill-nya jago tapi ketika turnamen di stage mentalnya down jadi hancur permainannya.

Untuk gim bertipe multiplayer yang mengandalkan kekompakan tim, Gurbin juga menyatakan bahwa kekompakan tim sangat penting untuk dijaga.

Attitude dan kekompakan harus dijaga. Selain itu, harus sering latihan. Dari latihan itu dievaluasi kesalahannya di mana kemudian diperbaiki,” tambahnya.

Gurbin menambahkan, terus belajar dan mencari inspirasi dari gamers lain juga sangat penting bagi seorang gamer yang ingin berkembang.

Sering nonton cara main orang yang lebih bagus dari kita, kita ikuti cara permainannya sampai kita bisa melampaui orang itu sendiri.

Gurbin juga mengaku aktif menonton replay permainan timnya sendiri untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan skill. “Saya sering menonton replay permainan-permaianan kami untuk mencari kesalahannya di mana karena dalam setiap permainan kesalahan-kesalahan pasti ada,” katanya.

Gurbin juga menekankan pentingnya refreshing bagi para gamers.

“Refresing itu penting. Biasanya saya keluar dengan kawan. Kalau kawan sedang tidak ada yang bisa diajak keluar paling ya refreshing dengan nonton film atau main gim lain sekadar untuk selingan.”

Aktif di Kancah Esports Profesional Tanpa Sepengetahuan Keluarga

Dalam perbincangannya dengan Esportsnesia, Gurbin mengaku aktif di kancah esports profesional tanpa sepengetahuan orang tua.

“Orang tua tahunya saya di kamar karena kuliah memang masih online. Tidak tahu kalau saya juga bermain gim secara profesional karena kebanyakan turnamen juga diadakan online,” tuturnya.

Saat mengetahui dirinya berhasil mewakili tim JEET Esports dan turut berangkat ke Papua, Gurbin menyatakan bahwa orang tuanya sempat terkejut dan bangga. “Bangga dan support juga,” ujarnya.

Optimis dengan Perkembangan Esports di SumutGurbin

Gurbin melihat adanya perkembangan yang positif di kancah esports Indonesia karena adanya peran dan dukungan dari berbagai pihak untuk memberikan kesempatan kepada para gamers untuk aktif terlibat di kancah esports secara profesional.

“Sejak terbentuk PBESI sudah semakin bagus sih karena jadi ada pengurus besarnya.”

Gurbin juga melihat adanya perkembangan positif di skena esports Sumatera Utara. “Bagus sih karena EO-EO sering mengadakan turnamen yang mencakup seluruh Sumut, tidak hanya di Medan,” terangnya.

Pada ajang PON, Lokapala diadakan sebagai pertandingan persahabatan, sehingga Gurbin dan teman-teman satu timnya bermain mewakili tim JEET Esports dan bukan mewakili provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, Gurbin mengaku tetap mendapatkan support dari ESI Sumatera Utara saat bertanding di PON.

ESI Medan support juga. Kebetulan saya dari Medan, Sumatera Utara, jadi mereka juga bangga saya ikut ke PON.

Memotivasi Diri SendiriGurbin

Meski mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, Gurbin berpendapat bahwa yang terpenting adalah support dari diri sendiri.

Semua dari diri sendiri, nggak bisa bergantung sama orang lain.

Melihat perkembangan ke depannya, Gurbin sadar bahwa akan makin banyak gamers yang tertarik untuk memainkan Lokapala. Degan demikian, jumlah kompetitor akan makin banyak dan persaingan pun akan semakin ketat.

Akan tetapi, Gurbin tidak mengkhawatirkan hal ini dan tetap optimis dirinya dan tim tetap bisa bersaing. “Yakin akan tetap jadi yang terkuat karena chemistrynya sudah kuat meski nanti banyak pro player masuk,” ujarnya.

Gurbin justru berharap akan makin banyak gamers yang tertarik untuk memainkan Lokapala sehingga gim asli Indonesia mendapat lebih banyak dukungan dan makin berkembang.

Untuk gamers Indonesia, ayo kita sama-sama memainkan gim lokal supaya gim Indonesia makin berkembang,” demikian pesan Gurbin Singh kepada para gamers tanah air.