Jessica Jelly, Support Penuh Ekosistem Esports untuk Perempuan

0
168
Jessica Jelly
Jessica "Jelly" Azalia, shoutcaster cewek yang humble dan cerdas.
Menangkan Hadiah Menarik di Event Pre Registration Cloud Song

Dunia esports saat ini tidak lepas dari beragam profesi yang turut membantu perkembangan esports, salah satunya adalah profesi shoutcaster. Profesi ini dapat disebut sebagai profesi yang penting dalam perkembangan esports, karena tanpa mereka, tidak akan ada esports analis yang handal.

Saat ini, untuk menjadi shoutcaster tidak hanya terbatas untuk laki-laki saja. Shoutcaster perempuan juga membuat citra esports di Indonesia semakin berwarna. Yaitu Jessica Jelly, seorang caster yang lihai membawakan esports PUBGM di setiap turnamen.

Tidak hanya berbekal paras yang cantik, Jessica Jelly memiliki kemampuan yang tidak main-main dalam nge-cast di berbagai turnamen. Namanya masih baru jika dibandingkan dengan Bro Pasta dan Ryan KB.

Profile Jessica Jelly #1: Shoutcaster Perempuan di Indonesia

caster jessica jelly
Jelly dikenal sebagai caster dalam berbagai turnamen PUBGM di Indonesia maupun internasional.

Nama Jessica Jelly menjadi sorotan di ajang caster sejak tahun 2018, tahun ia memulai kariernya sebagai caster. Dari PMGC, PMPL, dan PINC ia membuktikan dirinya memiliki kualitas yang mumpuni saat memandu pertandingan.

Selain keahlian public speaking dan bahasa Inggrisnya yang keren, informasi yang dibawakannya selalu menjadi poin yang penting dalam turnamen. Pembawaan dan pemilihan kata yang mudah dipahami, membuatnya banyak digemari oleh para fans PUBG Mobile.

Memulai kariernya pada tahun 2018, ia sudah menjadi caster di banyak turnamen nasional dan internasional. Ia sudah menjadi caster profesional dan nge-cast di berbagai pertandingan seperti PUBG Mobile Campus Championship Indonesia 2019, Fighting League 2018 – Indonesia, PUBG Mobile Indonesia National Championship, PUBG Mobile Pro League – Fall Split 2020: Indonesia, PUBG Mobile World League 2020 – Season 0: East, PUBG Mobile Pro League – Spring Split 2020: Indonesia, dan PUBG Mobile Global Championship Season 0.

Profile Jessica Jelly #2: Jadi Streamer PUBG

jessica azalia
Selain menjadi caster, Jelly juga aktif menjadi streamer game di akun Facebook Gamingnya.

Tidak hanya menjadi shoutcaster atau komentator, Jessica Azali yang lebih akrab dipanggil Jelly ini merupakan penggemar PUBGM. Sosoknya yang ramah dan ceria membuat setiap pertandingan yang dibawakannya terasa lebih seru. Ia saat ini aktif menjadi streamer game dan sering melakukan streaming lewat platform Facebook.

Tidak hanya YouTube, di Facebook, player juga dapat melakukan streaming di FB Gaming. Ia melalui berbagai suka dan duka saat melakukan live streaming di Facebook-nya, yang bernama @ofc.jessicajelly.

Ia membagikan pengalamannya tersebut, menjelaskan bahwa kebahagiaan saat melakukan streaming karena mendapatkan support dari para penontonnya.

Jessica Jelly membagikan pengalamannya untuk mengasah skill dan “nilai” dari streamer itu sendiri. Streamer tetap harus menonjolkan keunikan atau ikon mereka agar penonton tetap tertarik untuk menonton. Baginya, modal awal menjadi streamer adalah pro dalam game tersebut, tapi menjadi jago bukan satu-satunya hal yang harus ditonjolkan.

Jessica Jelly menjelaskan bahwa penonton memiliki selera yang berbeda-beda. Maka, wajar jika streaming memiliki modal dan daya jual tersendiri. Seorang streamer bisa memiliki berbagai modal seperti modal jago, cantik atau tampan, atau juga dengan personalitas mereka yang menyenangkan bagi para penonton.

Faktor-faktor modal itu yang dapat menarik berbagai penonton loyal. Sedangkan Jessica Jelly selama menjadi streamer tetap fokus menjadi diri sendiri dan tidak lupa untuk selalu berinteraksi dengan penonton.

Saat sedang streaming ia tetap menjadi pribadi yang ceria. Ia sering melawak, melontarkan candaan toxic asal tidak kelewat batas. Bahkan, ia juga sering berinteraksi dengan viewer sambil berkelakar kepada mereka.

“Intinya sih memang be yourself, percaya diri, senyum depan kamera, interaksi sama penonton, dan fokus menghibur penonton,” jelas Jessica Jelly lebih lanjut, dikutip dari hybrid.co.id.

Jessica Jelly merasa senang ketika penonton memberikan komentar-komentar yang positif dan support. Namun, ia kerap mendapatkan komentar-komentar negatif. Bahkan ada komentar yang dilontarkan tersebut mengarah ke pelecehan seksual.

Saat mendapatkan komentar-komentar negatif tersebut, Jessica Jelly tidak memikirkannya sampai ke hati. Menurutnya komentar toxic bukan menjadi kesedihan untuknya, melainkan menjadi hiburan tersendiri. Bahkan jika ada komentar yang cabul ia hanya membalasnya dengan bercandaan.

Jessica Jelly selalu mengedepankan pandangan positif agar ia tidak terkena imbas yang negatif. Setiap ada komentar toxic, ia akan membalas komentar dengan respons yang lucu-lucu. Intinya menjadi streamer tidak boleh baper berlebihan kepada netizen.

Selain tentang suka berinteraksi dan memiliki sifat yang periang, seorang streamer harus kreatif. Jessica Jelly menjelaskan lebih lanjut tentang sikap utama sebagai streamer harus kreatif berimprovisasi.

Jelly membagikan pengalamannya saat tayangan streaming yang ia tampilkan kurang menarik bagi penonton. Saat itu ia pernah melakukan 3 jam streaming tetapi hanya mendapatkan too soon (mati terlalu cepat). Ia tidak sedih atau kecewa, dan menjadikan kelemahan itu sebagai konten.

Di akhir live streaming, ia membuat kuis tentang berapa kali Jelly too soon pada live saat itu. Jika ada yang ingin menjawab, penonton dapat mengirimkan DM lewat Instagramnya. Jika jawaban penonton itu benar dan tercepat, ia akan mendapatkan hadiah.

Jadi penonton dan streamer sama-sama mendapatkan feedback. Penonton tetap akan terhibur dan Jessica Jelly mendapatkan perhatian dari penontonnya tersebut.

Profile Jessica Jelly #3: Berharap Perempuan Mendapatkan Ruang Lebih Baik dalam Esports

Streamer Jessica Jelly
Jelly mendukung penuh cewek untuk aktfi dalam dunia esports.

Meski esports saat ini lebih terbuka bagi perempuan, tetapi Jessica Jelly masih melihat adanya stereotip buruk terhadap pemain perempuan. Namun, tahun demi tahun ada banyak esports scene yang mendukung turnamen untuk ladies meski belum besar seperti turnamen laki-laki.

Pro scene PUBGM di Indonesia bisa dianggap lebih baik dibandingkan pro scene di beberapa game lain, salah satunya Mobile Legends: Bang Bang. Pada artikel sebelumnya, EVOS Funi pernah menjelaskan bahwa pro scene Mobile Legends untuk perempuan kurang diperhatikan. Bahkan Montoon tidak mengadakan turnamen resmi khusus perempuan.

Jessica Jelly menjelaskan dunia esports di Indonesia sudah mengalami kemajuan dalam dua tahun terakhir, khususnya untuk perempuan. Jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, perempuan saat ini sudah banyak berkontribusi di berbagai ranah esports. Seperti menjadi brand ambassador, shoutcaster, dan masih banyak lainnya.

Bahkan perempuan bisa menjadi ikon organisasi, game, atau brand yang berhubungan dengan esports. Untuk itu, perempuan yang lahir pada 11 September 1993 ini berharap perempuan dapat mengharumkan esports Indonesia dan membangun citra baik untuk esports. Ia berharap pro player ladies untuk menghilangkan stereotip pemain cewek banyak yang toxic.

Tentunya, scene esports di Indonesia akan semakin baik jika ada banyak pihak yang mendukung ekosistem yang baik. Kemajuan esports akan dinilai bagaimana perkembangan ekosistem esports ramah bagi semua gender dan tidak melakukan diskriminasi.

Menjadi shoutcaster seperti Jessica Jelly juga merupakan bukti bahwa skema esports di Indonesia sudah lebih baik dan terbuka untuk semua kalangan. Bahkan Jelly membuktikan diri bahwa perempuan dapat menjadi caster handal dan memiliki kemampuan internasional dengan berbagai prestasi caster di berbagai turnamen di Indonesia maupun di luar negeri.

Media Partnership